Dasar Akuntansi

Special 4 Dasar Akuntansi

Jelaskan mengenai Siklus Akuntansi?

36 Comments »

  1. stanley said

    SIKLUS AKUNTANSI adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu.

    Tahapan Siklus Akuntansi :
    Transaksi usaha – Pembuatan bukti asli – Pencatatan buku jurnal – Pencatatan ke buku besar & buku tambahan – Neraca lajur penyesuian – Laporan keuangan – jurnal penutup – neraca saldo setelah penutupan.

    Buku Prinsip-prinsip Akuntansi.
    Marianus Sinaga, Edisi 14, jilid 1, Erlangga, Jakarta.

  2. Dwike Indah Permata said

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan
    perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya
    transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila
    digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:
    Transaksi Usaha
    Pembuatan Bukti Asli
    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)
    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1
    Neraca Lajur Penyesuaian
    Laporan Keuangan
    Jurnal Penutup
    Neraca Saldo setelah penutupan 2

    Sumber : http://www.google.com, siklus akuntansi.

  3. Indriati said

    Nama : Indriati
    No. Reg : 5573063612
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Siklus Akuntansi
    Akuntansi Keuangan bertujuan menyajikan inforamasi ekonomi atau laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan keuangan tidak dapat langsung disusun dari transaksi, tetapi harus melalui proses. Proses sejak pencatatan transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan itu disebut “siklus akuntansi”.

    Ditinjau dari segi waktu siklus akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua tahap, sebagai berikut:
    1.Tahap pencatatan, yang dilakukan selama periode akuntansi, meliputi pencatatan bukti transaksi, jurnal, dan buku besar.
    2.Tahap pengikhtisaran, yang dilakukan pada akhir periode akuntansi, meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, laporan keuangan serta penutupan buku besar.

    Sumber: Akuntansi di Indonesia
    Oleh: Charles T. Honggren

  4. Della Indrianti said

    Nama : Della Indrianti
    No. Reg : 5573063613
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Siklus Akuntansi adalah proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis serta menjurnal transaksi dan diakhiri dengan mengikhtisarkan dan melaporkan transaksi tersebut.
    Siklus dapat digambarkan dengan cara bagaimana kertas kerja (neraca lajur) digunakan sebagai alat bantu dalam menyiapkan laporan keuangan. Akuntan seringkali menggunakan neraca lajur atau kertas kerja (working paper) untuk mengumpulkan dan mengikhtisarkan data yang diperlukan dalam menyiapkan berbagai analissis dan laporan neraca lajur ( worksheet) adalah kertas kerja yang bisa digunakan akuntan untuk mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk penyusunan laporan keuangan.

    Daftar pustaka;
    Warren, Carl. S, Reeve, James. M, Fess, Phlip. E, 2005
    Pengantar Akuntansi, Jakarta; Salemba Empat

  5. Ruwanti Safitri said

    Nama : Ruwanti Safitri
    No. Reg : 5573063636
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Prosedur dasar yang biasanya digunakan untuk memastikan bahwa pengaruh dari transaksi dan kejadian tertentu tersebut telah dicatat dengan benar dan mentransfer ke pemakai disebut langkah-langkah siklus akuntansi.

    Siklus Akuntansi adalah menganalisis transaksi dan kejadian-kejadian tertentu. Masalah dalam langkah ini adalah menentukan atau menetapkan kejadian-kejadian yang dapat dicatat. Sebagai petunjuk pertama, suatu pos harus diakui dalam laporan keuangan jika pos tersebut adalah suatu elemen (laporan keuangan), dapat diukur, dan relevan serta reliagle (dapat dipercaya atau diandalkan).
    Di dalam siklus akuntansi terdapat penjurnalan. Setiap catatan umum terdiri dari 4 bagian, yaitu:
    1.Nama rekening dan jumlah yang di debit.
    2.Nama rekening dan jumlah yang akan di kredit.
    3.Tanggal.
    4.Keterangan
    Ada beberapa kelemahan yang melekat dalam jurnal umum, yaitu:
    1.Pengulangan pencatatan transaksi rutin,
    2.Informasi saldo piutang kepada pelanggan tertentu tidak segera diketahui atau tersedia setiap saat, dan
    3.Informasi saldo piutang kepada setiap pemasok tidak segera diketahui atau tersedia setiap saat.

    Dan juga didalam siklus akuntansi terdapat; POSTING KE BUKU BESAR, NERACA SALDO SEBELUM PENYESUAIAN, dan PENYESUAIAN.
    Penyesuaian terdiri dari:
    Prepaid Expenses (Biaya dibayar dimuka)
    Unearned Revenue (Pendapatan diterima dimuka)
    Utang atau Biaya yang terkumpul
    Aktiva atau Pendapatan yang terhimpun, dan
    Pos-pos yang ditaksir

    Sumber : Pendekatan Siklus Akuntansi
    Oleh : 1. Drs. Djoko Suhardjanto, Ak
    2. Drs. Sri Hartoko, Ak
    Penerbit : ANDI OFFSET Yogyakarta
    Tahun Penerbit : 1992

  6. Esti Putriningsih said

    Nama : Esti Putriningsih
    No.Reg: 5573063631
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Pada dasarnya akuntansi adalah sebuah sistem informasi. Akuntansi merupakan pene-rapan teori umum mengenai aspek operasi ekonomi secara efisien sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan per-usahaan. Informasi yang dikelola oleh akuntansi dinyatakan secara kuantitatif dalam satuan mata uang.
    Secara lebih teknikal, akuntansi merupakan kumpulan prosedur-prosedur pencatatan, pengjklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan dalam bentuk laporan keuangan, kemudian laporan-laporan tersebut diinterpretasikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (generally accepted accounting principles). Prinsip-prinsip tersebut adalah konsistensi, obyektivitas, materialitas, konservatisme,keterbukaan (full disclosure), dan realisasi.

    Siklus Pemrosesan Transaksi
    Siklus pemrosesan transaksi digunakan untuk melukiskan pemrosesan transaksi pada suatu perusahaan melalui pengelompokkan satu atau beberapa transaksi yang memiliki ciri sama atau sasaran yang serupa.

    Siklus Pendapatan
    Siklus pendapatan mencakup transaksi penjualan dan transaksi penerimaan tunai. Da-lam transaksi penjualan, pesanan barang atau jasa daripelanggan menghasilkan faktur penjualan,
    kemudian pesanan dikirim kepada pelanggan. Dalam transaksi penerimaan tunai, uang atau cek diterima dari pelanggan. Jika penjualan dilakukan secara kredit, nilai penjualan dima-sukkan ke dalam pos piutang, sampai pembayaran diterima.

    Siklus Pengeluaran
    Siklus pengeluaran mencakup transaksi pembelian dan transaksi pngeluaran tunai. Siklus pembelian meliputi pemerolehan sumberdaya atau jasa, seperti barang dagangan, komponen suku cadang, bahan pembantu, rekening telepon. Dalam transaksi pengeluaran tunai cek disiapkan dan dikirimkan kepada pemasok. Jika pembelian dilakukan secara kredit, nilai pembelian dimasukkan ke dalam rekening hutang, sampai pembayaran dilakukan.

    Siklus Manajemen Sumberdaya
    Siklus Manajemen Sumberdaya meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya fisik oleh perusahaan, yaitu peristiwa-peristiwa: (1) pemerolehan, investasi, dan pengeluaran dana; (2) pemerolehan, pemeliharaan, dan penjualan fasilitas atau aktiva tetap; (3) pemerolehan, penyimpanan, dan penjualan barang dagangan; dan (4) peme-rolehan, pemeliharaan, dan pembayaran tenaga kerja (manajer, karyawan, dan jasa dari luar).

    Siklus Pelaporan Buku Besar dan Keuangan
    Siklus Pelaporan Buku Besar dan Keuangan tidak hanya berfungsi untuk memproses transaksi-transaksi secara individual, tetapi menerima arus dari berbagai sistem pemrosesan transaksi dan kemudian menghasilkan keluaran secara berkala. Namun demikian, untuk menghasilkan keluaran yang seharusnya atau yang benar menurut kaidah akuntansi, maka pada setiap akhir perioda perlu dilakukan penyesuaian atas beberapa transaksi.

    Siklus Transaksi Lainnya
    Kebutuhan atas siklus transaksi lainnya ditentukan oleh karakteristik perusahaan dan industri. Perusahaan manufaktur membutuhkan siklus konversi produk yang meliputi langkah-langkah: menyiapkan, dan menjadwalkan tugas-tugas produksi; mengirimkan bahan baku ke tempat produksi; mengalirkan barang setengah jadi ke sepanjang proses produksi; menetapkan biaya overhead dan jam kerja karyawan untuk pekerjaan tertentu; dan menyimpan barang jadi untuk sementara. Proses semacam ini tidak diperlukan oleh perusahaan dagang dan jasa.

    Daftar Pustaka;
    http://www.hipki.or.id

  7. Nisa Hamidah said

    Nama : Nisa Hamidah
    No.Reg : 5573063623
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Pengertian Siklus Akuntansi
    Siklus akuntansi yaitu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan secara terus-menerus. Untuk lebih mudah dipelajari dan dimengerti siklus akuntasi dapat dikelompokkan menjadi :
    1.Dokumen Transaksi
    2.Jurnal Khusus
    3.Buku Besar
    4.Buku Besar Pembantu
    5.Neraca Saldo
    6.Jurnal Penyesuaian
    7.Neraca Lajur
    8.Laporan Keuangan
    9.Ayat Penutup
    10.Neraca Saldo Setelah Penutupan
    Pembukuan ke dalam perkiraan-perkiraan buku besar hendaklah dilakukan dengan pertolongan bukti-bukti tertulis, seperti kuitansi, nota, faktur dan sebagainya. Bukti-bukti tertulis tersebut disebut sebagai dokumen-dokumen transaksi.
    B. Membuat Jurnal Khusus
    Sesuai dengan proses kerja siklus akuntansi, maka transaksi-transaksi yang berdasarkan dokumen-dokumen tersebut dicatat dalam buku harian yang disebut jurnal khusus. Jurnal yaitu jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang.
    Jenis-jenis jurnal khusus :
    1.Jurnal Penerimaan Kas (JKM) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penerimaan kas atau uang tunai.
    2.Jurnal Pengeluaran Kas (JKK) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pengeluaran uang tunai.
    3.Jurnal Pembelian (JPB) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pembelian secara kredit
    4.Jurnal Penyesuaian (JPN) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penjualan secara kredit.
    5.Jurnal Umum (JU) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang tidak sesuai untuk dimasukkan kedalam empat jurnal diatas
    Dalam perusahaan dagang, transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sering dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.
    Daftar Pustaka;
    http://www.siaksoft.net/index

  8. Zyulfakiyah said

    Nama : Zyulfakiyah
    No.Reg : 5573063634
    D3 Tata Boga_2006
    “Dasar-dasar Akuntansi”

    Siklus Akuntansi
    Setelah proses pencatatan maka langkah selanjutnya dalam penyelesaian pekerjaan siklus akuntansi yang nantinya menghasilkan laporan keuangan meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
    Buku besar merupakan himpunan dari seluruh perkiraan atau rekening yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi yang timbul dalam perusahaan. Data dalam buku besar bisa dilakukan koreksi silang dengan jurnal selain hal tersebut data dari himpunan perkiraan buku besar merupakan sumber informasi yang paling pokok untuk mengetahui perkiraan-perkiraan riil maupun nominal yang ditimbulkan maupun selama satu periode. Saldo-saldo perkiraan buku besar tersebut merupakan bahan penyusunan neraca saldo atau Trial Balance.
    1.Menyusun Neraca Saldo, yaitu mengikhtisarikan saldo debit atau kredit rekening-
    2.menyusun data-data untuk adjusting, yaitu mengumpulkan dan memper-
    3.Neraca Lajur, yaitu melakukan penyesuaian data-data dalam neraca saldo dengan
    4.Menyusun Laporan Keuangan, yaitu melalui data-data yang terdapat di dalam
    5.Menyediakan dan menutup rekening-rekening, yaitu mencatat pos-pos
    6.Menyesuaikan kembali Neraca Saldo setelah penutupan, yaitu. untuk mengecek
    7.Menyesuaikan kembali rekening-rekening, yaitu membuat jurnal penyesuaian

    Daftar Pustaka;

    http://pustaka.ut.ac.id/

  9. charlina minggaresty said

    Nama : Charlina Minggaresty
    No. reg : 5573063601
    Prodi : D3 Tata Boga 2006
    Mata Kuliah : Akuntansi

    Macam-macam Siklus Akuntansi :
    1. Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
    2. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
    3. Siklus Akuntansi Koperasi

     Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
    a. Analisis bukti transaksi/bukti pencatatan
    Bukti pencatatan yang ada dalam suatu perusahaan antara lain : Faktur, Kuitansi, Cek, Nota kontan, Nota Debit, Nota Kredit, dan Memo. Bukti pencatatan tersebut dianalisis untuk mengetahui rekening yang dicatat sebelah debit dan rekening yang dicatat sebelah kredit.
    Pencatatan transaksi ke sebelah debit dan kredit berarti menunjukkan adanya penambahan atau pengurangan terhadap rekening atau perkiraan atau akun.

    b. Jurnal (Journal)
    Jurnal adalah pencatatan tentang pendebitan dan pengkreditan secara kronologis dari transaksi keuangan beserta penjelasan yang diperlukan.
    Fungsi jurnal antara lain :
    • Fungsi mencatat artinya mencatat atau menulis setiap terjadi transaksi keuangan.
    • Fungsi historis artinya mencatat transaksi keuangan sesuai dengan kejadian (kronologis).
    • Fungsi analisis artinya jurnal merupakan hasil analisis dari petugas akuntansi.
    • Fungsi instruktif artinya bersifat memerintah.
    • Fungsi informatif artinya memberikan penjelasan secara jelas.
    Sedangkan cara mendebit dan mengkreditnya sama dengan analisis bukti transaksi.

    c. Posting
    Posting adalah proses memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar atau memindahkan dari kolom debit jurnal ke buku besar sebelah debit dan memindahkan kolom kredit jurnal ke buku besar sebelah kredit.

    d. Jurnal Penyesuaian (Adjustment journal)
    Jurnal penyesuaian adalah penyesuaian tentang catatan-catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode.

    e. Jurnal Penutup (Closing Entry)
    Jurnal penutup adalah ayat jurnal untuk mengenolkan saldo perkiraan sementara, jika perusahaan ingin mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup berasal dari kertas kerja kolom rugi-laba.

     Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
    a. Pengertian Perusahaan Dagang
    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli barang dagangan dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan (laba).
    Sedangkan barang dagangan (merchandise inventory) adalah yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali. Kesimpulannya bahwa kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan tanpa merubah barang.

    b. Perbedaan Antara Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa
    No Ditinjau dari segi Perusahaan Dagang Perusahaan Jasa
    1

    2

    3 Kegiatannya

    Pendapatannya

    Bahan operasionalnya Membeli dan menjual barang dagangan.
    Hasil penjualan barang dagang.
    Beban penjualan dan beban administrasi umum. Membeli pelayanan jasa.
    Hasil penjualan jasa.

    Beban usaha dan beban luar usaha.

    c. Pencatatan Transaksi dalam Perusahaan Dagang
    Ada 2 metode pencatatan transaksi yang berhubungan dengan perusahaan dagang, yaitu :
    • Metode phisik atau periodik, artinya pencatatan yang berkaitan dengan barang dagangan tidak dilakukan secara kontinyu, sehingga persediaan barang dagangan akhirnya dihitung secara fisik yang ada di gudang.
    • Metode perpetual atau permanen terus-menerus, artinya pencatatan yang berkaitan dengan barang dagangan dilakukan secara kontinyu, sehingga bila terjadi pembelian akan menambah persediaan barang dagangan dan bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan barang dagangan.

    d. Jurnal Khusus
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dirancang secara khusus untuk mencatat transaksi yang bersifat sama dan sering terjadi atau berulang-ulang, dengan tujuan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
    Jurnal khusus (Special Journal) yang biasa digunakan dalam akuntansi perusahaan dagang ada 4 macam :
    • Jurnal Penerimaan Kas, untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    • Jurnal Pengeluaran Kas, untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    • Jurnal Pembelian, untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
    • Jurnal Penjualan, untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan secara kredit.

    Di samping keempat jurnal khusus tersebut, perusahaan dagang harus tetap mempunyai jurnal umum untuk mencatat transaksi yang tidak dapat ditampung dalam jurnal khusus yang tersedia.

    e. Buku Besar Pembantu
    Buku besar pembantu merupakan pencatatan secara rinci nama-nama pelanggan beserta jumlahnya. Selanjutnya buku besar utama merupakan perkiraan control atau perkiraan pengendali dan buku besar pembantu merupakan rincian dari perkiraan kontrol.
    Terdapat tiga macam buku besar pembantu dalam perusahaan dagang, antara lain :
    • Buku besar pembantu piutang, adalah buku tempat mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama pelanggan atau debitur.
    • Buku besar pembantu utang, adalah buku tempat mencatat rincian utang perusahaan menurut nama kreditur.
    • Buku besar pembantu persediaan, adalah buku tempat mencatat secara rinci persediaan barang dagangan, baik jenis, jumlah, harga per unit, maupun harga pokok secara keseluruhan.

    f. Kertas Kerja Perusahaan Dagang untuk Akun Ikhtisar R/L dan Akun Harga Pokok Penjualan
    Salah satu jurnal penyesuaian adalah jumlah penyesuaian untuk persediaan barang dagangan. Untuk membuat jurnal penyesuaian dapat menggunakan dua metode, yaitu metode ikhtisar laba/rugi dan metode harga pokok penjualan.
    • Untuk Akun Ikhtisar Laba/Rugi
    Jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada kolom ayat penyesuaian harus dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit (tersendiri) dan sebelah kredit (tersendiri) sesuai dengan jumlahnya masing-masing.
    • Untuk Akun Harga Pokok Penjualan
    Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredit pada kolom ayat penyesuaian, dicari selisihnya. Selisih (saldo) tersebut dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit.

    g. Perhitungan Harga Pokok Penjualan
    Harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold) adalah harga pokok dari barang-barang yang telah laku dijual selama periode tertentu.
    Dalam menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan unsur-unsurnya :
    • Persediaan Barang Dagangan Awal (+)
    • Pembelian (+)
    • Beban Angkut Pembelian (+)
    • Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (-)
    • Potongan Pembelian (-)
    • Persediaan Barang Dagangan Akhir (-)

     Siklus Akuntansi Koperasi
    a. Bukti-bukti Pembukuan Akuntansi Koperasi
    • Bukti penerimaan kas (Bukti kas masuk/BKM)
    Bukti penerimaan kas adalah bukti yang digunakan untuk mencatat setiap penerimaan uang tunai (cash), baik uang kertas maupun uang giral.
    Transaksi yang dicatat dalam bukti penerimaan kas, antara lain sebagai berikut : Penjualan barang dagangan atau jasa secara tunai, Penerimaan pelunasan piutang dagang, Penerimaan penghasilan (bunga, sewa, deviden, dan sebagainya), Penerimaan simpanan dari anggota, Retur pembelian barang dagangan secara tunai, Penerimaan pinjaman dari bank atau kreditur.
    • Bukti pengeluaran kas (Bukti kas keluar/BKK)
    Bukti pengeluaran kas adalah bukti untuk mencatat setiap pengeluaran uang tunai atau pambayaran tunai (cash).
    Transaksi yang dicatat dalam bukti pengeluaran kas, antara lain : Pelunasan atau pembayaran utang dagang, Pembelian barang dagangan atau aktiva lain secara tunai, Pembayaran beban-beban usaha, Pembayaran kepada anggota yang keluar dari koperasi, Retur penjualan secara tunai, Pembayaran SHU kepada anggota, Pemberian pinjaman uang kepada anggota.
    • Bukti faktur pembelian (Faktur beli/FB)
    Bukti faktur pembelian adalah bukti untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan dan aktiva lainnya secara kredit.
    • Bukti faktur penjualan (FJ)
    Bukti faktur penjualan adalah bukti untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan kredit, baik kepada anggota maupun kepada bukan anggota.
    • Bukti umum/BU (Bukti memorial/BM)
    Bukti umum adalah bukti untuk mencatat setiap transaksi yang tidak dapat dicatat ke dalam bukti-bukti pembukuan lainnya atau tidak dapat dicatat ke dalam empat bukti di atas.
    Transaksi yang dicatat dalam bukti umum, adalah sebagai berikut : Retur pembelian atau retur penjualan secara kredit, Penjualan aktiva selain barang dagangan secara kredit, Penyusunan jurnal penyesuaian, Penyusunan jurnal penutup, Perbaikan pembukuan atau koreksi pembukuan, Perhitungan pembagian SHU, Transaksi lainnya yang tidak dicatat dalam empat bukti di atas.

    b. Jurnal (Journal)
    Jurnal adalah pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dari suatu perusahaan beserta penjelasan yang diperlukan. Setiap transaksi yang dicatat selalu menunjukkan ada yang dicatat sebelah debit dan ada yang dicatat sebelah kredit.

    c. Pembagian SHU bagi setiap Anggota Koperasi
    Bagian SHU yang diberikan kepada anggota, terdiri atas :
    • Jasa simpanan anggota atau jasa modal, dibagikan kepada anggota berdasarkan perbandingan jumlah simpanan (Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib).
    Jasa simpanan yang diterima anggota dihitung dengan rumus :

    • Jasa anggota, dibagikan kepada anggota berdasarkan perbandingan jumlah pembelian/pembelanjaan anggota dari koperasi.
    Jasa anggota yang diterima anggota dihitung dengan rumus :

    …Sumber…
    Judul Buku : Panduan Belajar Kelas 3 SMA
    Pengarang : Drs. Ismawanto dan Drs. Bambang Puji Raharjo
    Penerbit : Primagama
    Tahun Terbit : Edisi Tahun 2005

  10. lues maretha said

    Siklus akuntansi yaitu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan secara terus-menerus. Untuk lebih mudah dipelajari dan dimengerti siklus akuntasi dapat dikelompokkan menjadi :

    1. Dokumen Transaksi
    2. Jurnal Khusus
    3. Buku Besar
    4. Buku Besar Pembantu
    5. Neraca Saldo
    6. Jurnal Penyesuaian
    7. Neraca Lajur
    8. Laporan Keuangan
    9. Ayat Penutup
    10. Neraca Saldo Setelah Penutupan

    Pembukuan ke dalam perkiraan-perkiraan buku besar hendaklah dilakukan dengan pertolongan bukti-bukti tertulis, seperti kuitansi, nota, faktur dan sebagainya. Bukti-bukti tertulis tersebut disebut sebagai dokumen-dokumen transaksi.
    SUMBER : http://www.siaksoft.net/index.php?option=com_content&task=view&id=2404&Itemid=104

  11. zulkifli said

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi,
    sUMBER : http://library.usu.ac.id/modules.php

  12. maharani Aini said

    Pengertian Siklus Akuntansi

    Siklus akuntansi yaitu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan secara terus-menerus. Untuk lebih mudah dipelajari dan dimengerti siklus akuntasi dapat dikelompokkan menjadi :

    1. Dokumen Transaksi
    2. Jurnal Khusus
    3. Buku Besar
    4. Buku Besar Pembantu
    5. Neraca Saldo
    6. Jurnal Penyesuaian
    7. Neraca Lajur
    8. Laporan Keuangan
    9. Ayat Penutup
    10. Neraca Saldo Setelah Penutupan

    Pembukuan ke dalam perkiraan-perkiraan buku besar hendaklah dilakukan dengan pertolongan bukti-bukti tertulis, seperti kuitansi, nota, faktur dan sebagainya. Bukti-bukti tertulis tersebut disebut sebagai dokumen-dokumen transaksi.

    B. Membuat Jurnal Khusus

    Sesuai dengan proses kerja siklus akuntansi, maka transaksi-transaksi yang berdasarkan dokumen-dokumen tersebut dicatat dalam buku harian yang disebut jurnal khusus. Jurnal yaitu jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang.

    Jenis-jenis jurnal khusus :

    1. Jurnal Penerimaan Kas (JKM) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penerimaan kas atau uang tunai.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas (JKK) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pengeluaran uang tunai.
    3. Jurnal Pembelian (JPB) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pembelian secara kredit
    4. Jurnal Penyesuaian (JPN) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penjualan secara kredit.
    5. Jurnal Umum (JU) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang tidak sesuai untuk dimasukkan kedalam empat jurnal diatas

    Dalam perusahaan dagang, transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sering dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.

  13. lues maretha said

    Siklus akuntansi yaitu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan secara terus-menerus. Untuk lebih mudah dipelajari dan dimengerti siklus akuntasi dapat dikelompokkan menjadi :

    1. Dokumen Transaksi
    2. Jurnal Khusus
    3. Buku Besar
    4. Buku Besar Pembantu
    5. Neraca Saldo
    6. Jurnal Penyesuaian
    7. Neraca Lajur
    8. Laporan Keuangan
    9. Ayat Penutup
    10. Neraca Saldo Setelah Penutupan

    Pembukuan ke dalam perkiraan-perkiraan buku besar hendaklah dilakukan dengan pertolongan bukti-bukti tertulis, seperti kuitansi, nota, faktur dan sebagainya. Bukti-bukti tertulis tersebut disebut sebagai dokumen-dokumen transaksi.
    sumber : http://www.siaksoft.net

  14. Ircham Grinaldi said

    Tugas akuntasi. (siklus akuntasi)
    Oleh : Ircham Grinaldi.
    D3 Tata Boga 06
    No.reg : 5573063602
    Pengertian Siklus Akuntansi
    Siklus akuntansi yaitu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan secara terus-menerus. Untuk lebih mudah dipelajari dan dimengerti siklus akuntasi dapat dikelompokkan menjadi :
    1. Dokumen Transaksi
    2. Jurnal Khusus
    3. Buku Besar
    4. Buku Besar Pembantu
    5. Neraca Saldo
    6. Jurnal Penyesuaian
    7. Neraca Lajur
    8. Laporan Keuangan
    9. Ayat Penutup
    10. Neraca Saldo Setelah Penutupan
    Pembukuan ke dalam perkiraan-perkiraan buku besar hendaklah dilakukan dengan pertolongan bukti-bukti tertulis, seperti kuitansi, nota, faktur dan sebagainya. Bukti-bukti tertulis tersebut disebut sebagai dokumen-dokumen transaksi.
    B.     Membuat Jurnal Khusus
    Sesuai dengan proses kerja siklus akuntansi, maka transaksi-transaksi yang berdasarkan dokumen-dokumen tersebut dicatat dalam buku harian yang disebut jurnal khusus. Jurnal yaitu jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang.
    Jenis-jenis jurnal khusus :
    1. Jurnal Penerimaan Kas (JKM) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penerimaan kas atau uang tunai.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas (JKK) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pengeluaran uang tunai.
    3. Jurnal Pembelian (JPB) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pembelian secara kredit
    4. Jurnal Penyesuaian (JPN) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penjualan secara kredit.
    5. Jurnal Umum (JU) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang tidak sesuai untuk dimasukkan kedalam empat jurnal diatas
    Dalam perusahaan dagang, transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sering dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.

    Dikutip dari laporan :
    Yasin Setiawan.

  15. Ayu Anandita Putri said

    AYU ANANDITA PUTRI
    5573063606
    D3 BOGA 2006

    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah pencatatan data akuntansi hingga penyusunan laporan keuangan disebut siklus akuntansi. Siklus akuntansi dikelompokan menjadi beberapa tahap, yaitu :
    1. Tahap pencatatan
    2. Tahap pengikhtisaran
    3. Tahap pelaporan
    Tahap pencatatan terdiri atas kegiatan :
    1. Membuat / mengumpulkan bukti pencatatan
    2. Mencatat bukti pencatatan dalam jurnal
    3. Mencatat / menggolongkan pos jurnal ke dalam buku besar
    Tahap pengiktisaran dalam siklus akuntansi terdiri atas kegiatan :
    1. Menyusun daftar sisa atau neraca saldo
    2. Membuat penyesuaian
    3. Menyusun kertas kerja
    4. Menutup akun buku besar
    5. Menyusun neraca sisa setelah penutupan
    Tahap akhir dari siklus akuntansi adalah pelaporan terdiri atas kegiatan :
    1. Menyusun laporan rugi / laba
    2. Menyusun laporan perubahan modal
    3. Menyusun neraca

    PENGERTIAN AKUNTANSI
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
    Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
    American Institute of Certified Public Accountant (AICPA) mengemukakan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang. Segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan, kemudian ditafsirkan hasilnya.
    American Accounting Association (AAA) juga merumuskan bahwa akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi dalam sebuah perusahaan sehingga dimungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi.
    Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
    Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.

     Akuntansi sebagai suatu ideologi, — ideologi yg mengutamakan kepentingan pemilik modal
     Akuntansi sebagai suatu bahasa — memiliki aturan gramatika dan terminologi
     Akuntansi sebagai suatu catatan historis
     Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini
     Akuntansi sebagai sistem informasi
     Akuntansi sebagai suatu komoditi, karena sudah menjadi barang dagangan yg diminati pemakainya
     Akuntansi sebagai pertanggungjawaban

    Pengguna Informasi Akuntansi
    Manajemen
    Pemasok
    Pelanggan
    Karyawan
    Pesaing
    Agen Pemerintah
    Wartawan

  16. rosalia desliana said

    Tugas akuntasi. (siklus akuntasi)
    Oleh : Rosalia Desliana
    D3 Tata Boga 06
    No.reg : 5573063605

    SIKLUS AKUNTASI.

    PENGIKHTISIRAN
    PENGGOLONGAN
    LAPORAN
    KEUANGAN
    PENCATATAN
    TRANSAKSI

    Proses tersubut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu arus berputar ) siklus ). Tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya yransaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan transaksi periode berikutnya disebut siklus akuntasi ( accounting cycle ).
    Siklus akuntasi terdiri dari kegiatan- kegiatan sbb :
    TAHAP PENCATATAN :
    1.pembuatan atau penerimaan bukti transaksi.
    2.pencatatan dalam jurnal (buku harian).
    3.pemindah bukuan (posting) kebuku besar.

    TAHAP PENGIKHTISARAN :
    4.pembuatan neraca saldo (trial balance)
    5.pembuatan neraca lajur dan jurnalpenyesuaian (adjustment)
    6.penyusunan laporan keuangan.
    7.pembuatan jurnal penutup (closing entries)
    8.pembuatan neraca saldo penutup (post closing trial balance)
    9.pembuatan jurnal balik (reversing entries)

    dikutip dari:
    Buku 1 edisi 5
    Penerbit : Salemba empat ; Revisi akuntasi suatu pengantar.
    Soemarso.S.R.

  17. Rina Zulhayati said

    Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan secara sistematis.
    Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil yang catatan-catatan selanjutnya.
    Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar. Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
    Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja (Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian (adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan.

  18. Ayu Anandita Putri said

    AYU ANANDITA PUTRI
    5573063606
    D3 TATA BOGA ’06
    (buku pelajaran akuntansi kelas 1 SMA, Bumi Aksara)

    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah pencatatan data akuntansi hingga penyusunan laporan keuangan disebut siklus akuntansi. Siklus akuntansi dikelompokan menjadi beberapa tahap, yaitu :
    1. Tahap pencatatan
    2. Tahap pengikhtisaran
    3. Tahap pelaporan
    Tahap pencatatan terdiri atas kegiatan :
    1. Membuat / mengumpulkan bukti pencatatan
    2. Mencatat bukti pencatatan dalam jurnal
    3. Mencatat / menggolongkan pos jurnal ke dalam buku besar
    Tahap pengiktisaran dalam siklus akuntansi terdiri atas kegiatan :
    1. Menyusun daftar sisa atau neraca saldo
    2. Membuat penyesuaian
    3. Menyusun kertas kerja
    4. Menutup akun buku besar
    5. Menyusun neraca sisa setelah penutupan
    Tahap akhir dari siklus akuntansi adalah pelaporan terdiri atas kegiatan :
    1. Menyusun laporan rugi / laba
    2. Menyusun laporan perubahan modal
    3. Menyusun neraca

    PENGERTIAN AKUNTANSI
    Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
    Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
    American Institute of Certified Public Accountant (AICPA) mengemukakan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan, pengelompokan, dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang. Segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan, kemudian ditafsirkan hasilnya.
    American Accounting Association (AAA) juga merumuskan bahwa akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi dalam sebuah perusahaan sehingga dimungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi.
    Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.
    Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu tertentu saja.

     Akuntansi sebagai suatu ideologi, — ideologi yg mengutamakan kepentingan pemilik modal
     Akuntansi sebagai suatu bahasa — memiliki aturan gramatika dan terminologi
     Akuntansi sebagai suatu catatan historis
     Akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini
     Akuntansi sebagai sistem informasi
     Akuntansi sebagai suatu komoditi, karena sudah menjadi barang dagangan yg diminati pemakainya
     Akuntansi sebagai pertanggungjawaban

    Pengguna Informasi Akuntansi
    Manajemen
    Pemasok
    Pelanggan
    Karyawan
    Pesaing
    Agen Pemerintah
    Wartawan

  19. achmad fathoni said

    Achmad Fathoni
    5573063616
    D3 Tata Boga 2006

    Siklus Akuntansi
    Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi
    A. Bukti Pencatatan
    • Sumber Pencatatan
    Dalam penyusunan laporan keuangan transaksi-transaksi dicatat secara terperincian teliti berdasarkan surat bikti tertulis. Surat bukti tertulis merupakan sumber pencatatan atau disebut Dokumen. Dokumen adalah suatu alat yang dipakai sebagai bukti tertulis dalam suatu usaha, sebagai akibat dari suatu transaksi.
    • Bukti Pencatatan atau Dokumen sebagai bukti transaksi dilihat dari sumbernya dibedakan menjadi dua yaitu:
    a. Bukti Intern adalah pencatatan kejadian dalam intern perusaahan itu sendiri, yang biasanya berbentuk memo dari pimpinan
    Misal: - Bukti pencatatan penyusunan aktiva tetap.
    - Pengalokasian bahan dan penghapusan piutang.
    b. Bukti Ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan.
    Misal: - Faktur - Nota Debit
    - Kuitansi - Nota Kredit
    - Nota Kontan
    B. Jurnal
    Jurnal adalah pencatatan semua bukti transaksi keuangan secara kronologis dengan menyebutkan judul perkiraan yang harus didebit dan dikredit disertai jumlahnya masing-masing. Jurnal merupakan awal pencatatan dan transaksi yang terjadi, maka jurnal disebut juga buku harian. Gambaran:
    Transaksi Bukti Pencatatan Jurnal Buku Harian

    Buku Besar
    C. Buku Besar
    Buku Besar adalah kumpulan akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan yang lengkap. Buku besar berfungsi untuk mencatat segala perubahan harta, utang, modal, pendapatan dan beban. Akun buku besar digolongkan menjadi dua antara lain”
    Akun Rill Harta, Utang, Modal
    Akun Nominal Pendapatan dan Beban

    Sumber:
    Drs. Parmono. Pelita Akuntansi. Akuntansi 1994. Jakarta

  20. fegga ferdiana safitri said

    Fegga Ferdiana Safitri
    5573063622
    D3 Tata Boga 2006

    Siklus Akuntansi..
    Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi
    A. Sumber Pencatatan
    Sumber buku pencatatan dilihat dari sumbernya terdiri dari dua macam:
    Bukti Intern Bukti kejadian yang mempengaruhi berubahan keuangan perusahaan yang terjadi dalam perusahaan.
    Contoh: Daftar upah dan gaji, surat permintaan pembeli, buti memorial, kartu jam kerja, bukti permintaan dan pengeluaran barang dan gudang.

    Bukti Ekstern Bukti kejadian yang mempengaruhi perubahan keuangan perusahaan yang terjadi dengan pihak luar perusahaan.
    Contoh: Faktur penjualan tunai, faktur penjualan kredit, bukti kas keluar, surat order pembelian, surat order penjualan, surat permintaan penawaran harga, dan surat perjanjian lainnya.
    B. Macam-Macam Bukti Pencatatan
    1. Faktur
    Perhitungan penjualan barang secara kredit.
    2. Kwitansi
    Bukti pembayaran uang yang dibuat oleh pihak penerima uang.
    3. Nota Kontan
    Bukti pembelian atau penjualan secara tunai.

    4. Nota Debit
    Pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan atau badan usaha kepada langgananNya, bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu.
    5. Nota Kredit
    Pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan kepada langgananNya, bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu.
    6. Bukti Memo
    Bukti pencatatan sebagai dasar pencatatan kedalan jurnal umum.
    7. Bukti Pengeluaran Kas
    Digunakan untuk mencatata semua pembayaran secara tunai.
    8. Bukti Kas Masuk
    Digunakan untuk mencatat semua penberimaan yang dilakukan dengan tunai atau kontan.
    C. Siklus Akuntansi

    Siklus Akuntansi Jurnal
    (dokumen) (jurnal Umum & Khusus)

    Jurnal Pembalik Buku Besar
    (Buku Besar Utama dan Pembantu)

    NSSP
    Neraca Saldo (NS)

    Lap Keuangan Jurnal Penyesuaian

    Neraca Lajur

    Sumber:
    Amir Suhadimanto,Drs. Pelajaran Akuntansi. Akuntansi SMU 1994. Jakarta.

  21. dian perwikasari said

    Dian Perwikasari
    5573060268
    D3 Tata Boga 2006

    -Siklus Akuntansi-
    Laporan Keuangan tidak dapat langsung disusun dari transaksi tetapi harus melaliu proses seperti: “Proses Pencatatan, Penganalisisan, Penjurnalan transaksi dan berakhir dengan penyusunan neraca percobaan setelah penutupan buku sampai hasil akhir yang terpenting dari siklus akuntansi tentu saja berupa laporan keuangan dalam satu periode akuntansi tahunan yang digunakan perusahaan” disebut Dasar Siklus Akuntansi (Accoounting Cycle)

    Pemahaman semua tahap siklus akuntansi sangat penting untuk dijadikan landasan mempelajari prinsip-prnsip akuntansi dan penggunaan data akuntansi oleh manajemen. Gambaran ikhtisar berkata mengikhtisarkan tahapan-tahapan dasar siklus akuntansi tersebut yaitu;
    1. Transaksi dianalisis
    2. Transaksi dijurnal dan dibukukan ke buku besar
    3. Penyusunan Neraca Percobaan
    4. Pengumpulan data yang diperuntukan untuk menyesuaikan perkiraan.
    5. Neraca lajur disiapkan
    6. Penyusunan laporan keuangan
    7. Ayat-ayat penyesuaian dijurnal dan dibukukan kebuku besar.
    8. Ayat-ayat penutup dijurnal dan dibukukan kebuku besar.
    9. Penyusunan Neraca percobaan setelah penutupan buku.

    Sumber:
    NISWONGER-FESS-WARREN

    Drs.Marianus Sinaga Ak, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prinsip-prinsip Akuntansi 1991 Penerbit Erlangga.

  22. iin chairyah. helmy said

    IIN CHAIRYAH.H
    5573063607

    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

    Transaksi Usaha

    Pembuatan Bukti Asli

    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)

    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1

    Neraca Lajur Penyesuaian

    Laporan Keuangan

    Jurnal Penutup

    Neraca Saldo setelah penutupan 2
    Sumber : library.usu.ac.id

  23. eka nurharyuni said

    EKA NURHARYUNI. 5573060265

    Siklus Akuntansi
    Merupakan tahapan urutan transaksi dan peristiwa kegiatan akuntansi dari awal sampai akhir periode akuntansi secara tidak terputus.
    1. Transaksi dianalisis dan dicatat dalam buku jurnal (books of original entry)
    2. Transaksi dibukukan ke buku besar (ledger) à books of final entry
    3. Disusun trial balance, data penyesuaian dikumpulkan dan work sheet diselesaikan
    4. Disusun laporan keuangan
    5. Ayat penyesuaian dijurnal dan dipostingkan
    6. Ayat penutupan dijurnal dan dipostingkan
    7. Disusun trial balance sesudah penyesuaian
    Sumber: elisa.ugm.ac.id

  24. EKA & IIN said

    DASAR AKUNTANSI

    AKTIVA

    NAMA KELOMPOK :

    IIN CHAIRYAH. HELMY
    EKA NURHARYUNI
    ANDARI NURUL
    MAHARANI AINI
    DWI SEPTIANI
    GUSNI NARULITA
    ACHMAD FATONI
    PAULUS STEVANO

    UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
    D3 TATA BOGA
    2006

    I. PENGERTIAN
    Aktiva atau aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aktiva dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal debit.
    Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti
    1. Aktiva lancar
    2. Investasi jangka panjang
    3. Aktiva tetap
    4. Aktiva tak berwujud
    5. Aktiva pajak tangguhan
    6. Aktiva lain

    II. PENJELASAN
    Aktiva lancar (Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aktiva yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aktiva lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu laporan neraca, aktiva biasanya dikelompokkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut sebagai rasio lancar. Nilai ini sering digunakan sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

    Investasi jangka panjang. Sangatlah penting untuk memperhatikan bukti kinerja imbal hasil jangka panjang terhadap aset investasi yang berbeda-beda dan melakukan investasi pada jangka waktu tersebut guna mendapatkan hasil investasi terbaik. Misalnya pada suatu jangka waktu yang panjang ( misalnya diatas 10 tahun ) pada beberapa negara , saham menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, dan obligasi menghasilkan imbal hasil yang lebihy besar dibandingkan memegang tunai. Menurut teori keuangan hal ini disebabkan oleh resiko yang lebih besar pada saham ( lebih bergejolak ) daripada obligasi yang lebih beresiko dibanding tunai.

    Aktiva tidak lancar (Inggris: long-term asset) atau disebut juga aktiva jangka panjang, adalah jenis aktiva yang diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu tahun. Contohnya adalah gedung, alat produksi, investasi jangka panjang, serta aktiva tak berwujud. Aktiva berwujud yang tidak lancar sering pula disebut sebagai aktiva tetap (fixed asset).
    Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenis aktiva tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Contoh aktiva tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dll. Aktiva tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.
    Aktiva tidak berwujud (Inggris: intangible asset) adalah jenis aktiva yang tidak memiliki wujud fisik. Jenis utama aktiva tidak berwujud adalah hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill. Aktiva jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aktiva tidak lancar) dan dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya, yang biasanya tidak lebih dari 40 tahun.

    Di bawah ini disampaikan pos-pos sumber dan penggunaan dana berdasar konsep Net Working Capital (NWC). Menurut konsep ini, kita melihat perubahan-perubahanang ada pada laporan keuangan di luar aktiva lancar dan hutang jangka pendek (NWC= aktiva lancar-hutang jangka pendek)
    Yang termasuk dalam Sumber Dana, adalah:
    • Laba usaha
    • Penyusutan
    • Penurunan Aktiva tetap
    • Penurunan Aktiva lain-lain
    • Penurunan Net Working Capital
    Sedangkan yang termasuk dalam Penggunaan Dana, adalah:
    • Kenaikan aktiva tetap
    • Kenaikan aktiva lain-lain
    • Kenaikan Net Working Capital
    • Pembayaran Hutang jangka panjang
    • Kerugian
    Sumber :
    id.wikipedia.org
    http://www.blogger.com

  25. IIN CHAIRYAH.H said

    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

    Transaksi Usaha

    Pembuatan Bukti Asli

    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)

    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1

    Neraca Lajur Penyesuaian

    Laporan Keuangan

    Jurnal Penutup

    Neraca Saldo setelah penutupan 2
    Sumber : library.usu.ac.id

  26. Aktiva atau aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aktiva dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal debit.
    Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti
    1.Aktiva lancar
    2.Investasi jangka panjang
    3.Aktiva tetap
    4.Aktiva tak berwujud
    5.Aktiva pajak tangguhan
    6.Aktiva lain

    1. Aktiva lancar (Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aktiva yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aktiva lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu laporan neraca, aktiva biasanya dikelompokkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.
    Perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut sebagai rasio lancar. Nilai ini sering digunakan sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

    2. Investasi
    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
    Langsung ke: navigasi, cari
    Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

    3. Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenis aktiva tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.
    Contoh aktiva tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dll. Aktiva tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.

    4. Aktiva tidak berwujud (Inggris: intangible asset) adalah jenis aktiva yang tidak memiliki wujud fisik. Jenis utama aktiva tidak berwujud adalah hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill. Aktiva jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aktiva tidak lancar) dan dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya, yang biasanya tidak lebih dari 40 tahun.

    5. Aktiva Pajak Tangguhan adalah Jumlah Pajak Penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer (temporary differences) yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian (berasal dari koreksi positif).

    Timbulnya Aktiva Pajak Tangguhan apabila terdapat perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai buku akuntansi dengan nilai buku fiscal. Perbedaan tersebut dapat berupa:
    1.Cadangan piutang tak tertagih.
    2.Aktiva tetap dan penyusutannya.
    3.Aktiva tidak berwujud dan amortisasinya.
    4.Sewa guna usaha dengan hak opsi.
    5.Laba/rugi selisih kurs.
    6.Kompensasi kerugian.
    7.Investasi dalam bentuk saham.

    Nama kelompok :
    1.Maharani aini
    2.Eka Nurharyuni
    3.Iin Chairiyah
    4.Gusni Narulita
    5.Dwi Septiyani
    6.Andari Nurul
    7.Achmad Fathoni
    8.Paulus Stevano

  27. Ircham Grinaldi said

    TUGAS : MENGENAI PENDAPATAN
    DISUSUN OLEH :
    D3 TATABOGA 2006
    IRCHAM GRINALDI (5573063602)
    ROSALIA DELIANA (5573063605)
    DELLA INDRIYATI (5573063613)
    INDRIATI (5573063612)
    DANAR MARFIANTO
    TRIANDA R.K (5573063621)
    YESSICHA A

    Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.
    Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor.
    Pengertian Pendapatan
    Untuk memahami arti dari pendapatan, maka akan diuraikan pengertian dari pendapatan itu sendiri. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (1999:233) dalam buku Standart Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa pendapatan adalah: “Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.
    Sedangkan menurut Accounting Principle Board dikutip oleh Theodorus Tuanakotta (1984:153) dalam buku Teori Akuntansi pengertian pendapatan adalah” Pendapatan sebagai inflow of asset kedalam perusahaan sebagai akibat penjualan barang dan jasa”.
    Selain itu menurut Commite On Accounting Concep and Standart dari AAA dikutip oleh Theodorus Tuonakotta (1984:144) dalam buku teori Akuntansi memberikan definisi pendapatan adalah” Pernyataan moneter mengenai barang dan jasa yang ditransfer perusahaan kepada langganan-langganannya dalam jangka waktu tertentu”.
    Paton dan Littleton mengemukakan bahwa pengertian pendapatan dapat ditinjau dari aspek fisik dan moneter. Hal ini juga dikemukakan Suwardjono (1984:167) dalam buku teori Akuntansi Perekayasaan Akuntansi Keuangan bahwa dari aspek fisik pendapatan dapat dikatakan sebagai hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba. Aspek moneter memberikan pengertian bahwa pendapatan dihubungkan dengan aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.

    Pengukuran Pendapatan
    Pendapatan diukur dengan nilai wajar yang dapat diterima, jumlah pendapatan biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli yang diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah discount dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan, umumnya berbentuk kas atau setara kas.
    Bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima.
    Bila barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat nilai yang sama maka pertukaran tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Dan bila barang dijual atau jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa yang tidak serupa pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan.
    Pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer.

    Pengakuan Pendapatan
    Pengakuan suatu jumlah rupiah dalam akuntansi pada umumnya didasarkan pada konsep objektivitas yaitu bahwa jumlah rupiah tersebut dapat diukur secara cukup pasti dan ada keterlibatan pihak independen dalam pengukurannya. Dengan kata lain harus ada bukti yang cukup objektif untuk dapat mengakui. Bila kondisi atau kejadian tertentu menjadikan kriteria tersebut dipenuhi maka kondisi atau kejadian tersebut akan memicu pengakuan pendapatan.
    Secara umum ada dua kriteria pengakuan pendapatan yaitu:
    Pendapatan baru dapat diakui bilamana jumlah rupiah pendapatan telah terealisasi atau cukup pasti akan segera terealisasi (Realized atau Realizable). Pendapatan dapat dikatakan telah terealisasi bilamana telah terjadi transaksi pertukaran produk atau jasa hasil kegiatan perusahaan dengan kas atau klaim untuk menerima kas. Pendapatan dapat dikatakan cukup pasti akan segera terealisasi bilamana barang penukar yang diterima dapat dengan mudah dikonversi menjadi sejumlah kas atau setara kas yang cukup pasti.
    Pendapatan baru dapat diakui bilamana pendapatan tersebut sudah terhimpun atau terbentuk (earned). Pendapatan dapat dikatakan telah terhimpun bilamana kegiatan menghasilkan pendapatan tersebut telah berjalan dan secara substansial telah selesai sehingga suatu unit usaha berhak untuk menguasai manfaat yang terkandung dalam pendapatan.
    Kedua kriteria diatas harus dipenuhi untuk mengakui pendapatan walaupun bobot pentingnya untuk suatu keadaan tertentu dapat berbeda. Kriteria pengakuan pendapatan yang lebih teknis dikemukakan oleh kami bahwa pendapatan dapat diakui kalau memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    Kebanyakan perusahaan dasar penjualan sebagai saat pengakuan dan pengukuran pendapatan adalah yang paling jelas dan obyektif daripada dasar lain yang dapat dipakai.
    Menurut Paton dan Littleton dan dikutip oleh Suwardjono (1984:154) dalam buku Teori Akuntansi Perekayasaan Akuntansi Keuangan alasan yang mendukung bahwa pendapatan pada saat penjualan merupakan suatu standart yang utama sehingga mendasari pada pengertian dan konsep tentang pendapatan sebagai berikut:
    1. Pendapatan adalah merupakan jumlah rupiah yang menyatakan produk akhir operasi perusahaan dan oleh karena itu harus diakui dan diukur pada tingkat atau titik kegiatan yang menentukan dalam aliran kegiatan operasi kegiatan.
    2. Pendapatan harus benar-benar terjadi dan didukung dengan timbulnya aktiva baru yang dapat dipercaya (sah), sebaiknya berupa kas atau piutang.
    Maka dapat disimpulkan dari pengertian pendapatan diatas bahwa saat penjualan merupakan titik yang menentukan untuk dapat menimbulkan pendapatan yang memenuhi pengertian atau persyaratan diatas. Saat penjualan dapat dijadikan saat pengakuan karena proses realisasi pendapatan telah terjadi.
    Penjualan baru dapat dikatakan terjadi bilamana telah terjadi peralihan hak milik atas barang, akan tetapi peralihan hak milik merupakan masalah yang sangat teknis dan untuk dasar penentuan saat pengakuan dalam prosedur pembukuan pendapatan disarankan untuk tidak terlalu menekankan pada aspek yuridis formal karena kegiatan penjualan sendiri terdiri atas rangkaian kegiatan yaitu berupa penjualan yang kontinyu.
    Ada beberapa keberatan yang sering diajukan terhadap pengakuan pendapatan atas dasar penjualan yaitu:
    1. Keberatan utama terhadap pemakaian dasar penjualan adalah bahwa sebelum penjualan itu dilunasi dan dianggap selesai, hasil akhir penjualan itu sendiri menjadi tidak pasti. Ada kemungkinan barang dikembalikan dan tidak seluruh piutang dapat tertagih. Disamping itu terdapat juga biaya-biaya yang timbul setelah penjualan, misalnya biaya administrasi, biaya pengganti suku cadang yang rusak akibat pengiriman dan lain-lain.
    2. Bahwa piutang pada umumnya yaitu aktiva baru yang mendukung timbulnya pendapatan yang diakui atas dasar penjualan kredit, tidaklah merupakan aktiva yang mempunyai daya beli yang nyata dan oleh karenanya bukan merupakan pendukung yang memadai terhadap pendapatan yang terealisasi.

     Konsep pengakuan pendapatan
    Dalam konsep ini akuntansi harus menemukan dalam periode mana pendapatan dan beban bisnis akan dilaporkan.

    Untuk menentukan periode yang tepat, akuntansi akan menggunakan
    1) dasar kas
    2) dasar akrual Adalah suatu metode akuntansi di mana penerimaan yang dihasilkan baru diakui atau dicatat apabila proses yang menghasilkan lengkap dan apabila transaksi pertukaran terjadi, sementara pengeluaran baru diakui atau dicatat apabila sejumlah uang benar-benar dibayarkan. Artinya, dalam periode ini penerimaan dan pengeluaran baru diakui atau dicatat ketika terjadi, bukan ketika diterima atau dibayarkan. Dengan demikian pencatatan dalam metode ini bebas dari pengaruh waktu kapan kas diterima dan kapan pengeluaran dilakukan.

    Tingkat pendapatan yang diperoleh dari suatu bisnis apabila bisnis tersebut memilih investasi lain dengan tingkat risiko yang berimbang; dengan kata lain, biaya modal merupakan biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) dan dana yang digunakan untuk investasi lain tersebut; biaya modal dapat juga dihitung dengan menggunakan rata-rata tertimbang atas biaya utang perusahaan serta klasifikasi modal

    PENDAPATANBERSIH
    Selisih positif dari total pendapatan (operasional dan non-operasional) dengan total biaya (operasional dan non- operasional) dalam satu periode setelah dikurangi dengan taksiran pajak pendapatan
    PENDAPATAN BERSIH INVESTASI
    Pendapatan yang diterima dari suatu investasi setelah dikurangi tingkat inflasi yang terjadi saat dana tersebut ditanamkan; pendapatan ini disebut juga sebagai tingkat bunga nyata; misalnya, jika seorang investor memperoleh pendapatan sebesar 8% dengan tingkat inflasi sebesar 3%,pendapatan bersih yang diterimanya sebesar 5%
    PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
    Pendapatan yang sudah diterima tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada tahun buku bersangkutan sehingga dalam neraca muncul sebagai utang atau kewajiban
    PENDAPATAN IMPAS
    Pendapatan yang diperlukan untuk menutup seluruh biaya pemasaran produk atau jasa perbankan yang baru; setiap tambahan pendapatan akan menambah laba
    PENDAPATAN KOTOR
    Selisih biaya dana ditambah biaya overhead yang dikeluarkan oleh bank dengan tingkat bunga dan/atau biaya lain yang dibayar debitur
    PENDAPATAN MARGINAL
    Tambahan pendapatan yang diperoleh dengan tambahan satu unit penjualan; dalam jangka pendek, pada kondisi persaingan, hal itu merupakan harga pasar
    PENDAPATAN NONOPERASIONAL
    Pendapatan yang diterima oleh perusahaan, yang tidak berkaitan langsung dengan usaha pokok dan perusahaan
    PENDAPATAN OPERASIONAL
    Pendapatan yang diperoleh perusahaan sebagai hasil dari usaha pokok perusahaan
    PENDAPATAN NASIONAL
    Nilai seluruh barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pendapatan dalam menghasilkan barang dan jasa selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun

    sumber:
    VIBIZNEWS.COM
    DAHLAN FORUM.WORDPRESS.COM

  28. Ircham Grinaldi said

    TUGAS : MENGENAI LAPORAN PERUBAHAN MODAL.
    DISUSUN OLEH :
    D3 TATABOGA 2006
    IRCHAM GRINALDI (5573063602)
    ROSALIA DELIANA (5573063605)
    DELLA INDRIYATI (5573063613)
    INDRIATI (5573063612)
    DANAR MARFIANTO
    TRIANDA R.K (5573063621)
    YESSICHA A
    RANTI MIRA
    ANGGRAINI
    PRIYATUN

    LAPORAN PERUBAHAN MODAL
    Suatu laporan mengenai perubahan modal suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu, misalnya karena adanya tambahan investasi, penurunan/peningkatan laba perusahaan,ataupun pengambilan uang untuk keperluan pribadi
    Laporan perubahan modal sangat erat kaitannya dengan laporan laba-rugi perusahaan, karena laba bersih akan menambah kepada akun modal. Atau sebaliknya rugi bersih akan mengurangi akun modal. Apa yang dimaksud dengan laporan perubahan modal?
    Laporan perubahan modal adalah suatu ikhtisar tentang perubahan modal yang terjadi selama jangka waktu tertentu (periode tertentu).
    Hal-hal yang menyebabkan perubahan modal:
    Adanya setoran tambahan/investasi dari pemilik.
    Adanya laba usaha.
    Adanya kerugian.
    Pengambilan untuk keperluan pribadi.
    Laporan perubahan modal berisi beberapa hal:
    1. Modal awal yaitu modal awal tahun.
    2. Tambahan investasi pemilik, yaitu setoran modal dari pemilik selama satu periode akuntansi.
    3. Laba atau rugi adalah hasil bersih perusahaan selama satu periode akuntansi.
    4. Pengambilan pribadi adalah pengambilan uang untuk keperluan pribadi pemilik perusahaan selama satu periode akuntansi.
    5. Modal akhir adalah modal yang terdapat pada akhir tahun.
    Laba bersih yang terdapat pada laporan perubahan modal harus sama dengan laba bersih yang terdapat pada laporan laba-rugi.
    Adapun langkah-langkah untuk penyusunan laporan perubahan modal adalah sebagai berikut:
    1. Menuliskan nama perusahaan.
    2. Menuliskan jenis laporan dalam hal ini laporan perubahan modal.
    3. Menuliskan periode laporan dan tanggal berakhirnya periode.
    4. Menyajikan modal awal.
    5. Ditambah dengan investasi dan laba bersih.
    6. Dikurangi pengambilan pribadi dan rugi perusahaan.
    7. Menghitung hasil akhir dan dinyatakan sebagai modal akhir.
    Sumber penyajian laporan perubahan modal adalah kertas kerja (work sheet).
    1. Modal awal bisa dilihat pada Neraca Saldo.
    2. Tambahan investasi jika ada dapat diambil dari lajur penyesuaian sebelah kredit.
    3. Laba bersih dapat dilihat pada lajur laba-rugi sebelah debet atau dapat juga diambil dari hasil laporan perhitungan laba-rugi.
    4. Pengambilan pribadi, datanya dapat diambil dari lajur Neraca sebelah debet.
    5. Rugi perusahaan dapat diambil dari lajur laba-rugi sebelah kredit atau hasil perhitungan laba-rugi.
    Laporan perubahan modal ini disusun dalam bentuk laporan (Staffel). Coba perhatikan penyajian laporan perubahan modal dari ilustrasi kertas kerja pada kegiatan 1 yang datanya diambil dari kertas kerja tersebut.

    CONTOH LAPORAN PERUBAHAN MODAL :
    PT. JAYA MAKMUR
    Neraca yang diperbandingkan
    31 Desember 1997,1998

    Dari data diatas diketahui laba ditahan tahun 1996 Rp771,400. dan laba bersih tahun 1997 Rp 1,000,000 di asumsikan jika tidak diketahui data lainnya, maka dari neraca yang diperbandingan tersebut dapat secara langsung dibuat “Laporan Perubahan Modal Kerja” sebagai berikut :

    Sumber Modal Kerja :

    Hasil Operasi : Laba Rp. 521,900
    Depresiasi Rp. 83,500
    —————– +
    Rp. 605,400
    Penjualan Saham Rp. 600,000
    —————– +
    Rp1,205,400
    Penggunaan Modal Kerja
    Pembelian Gedung Rp. 400,000
    Pembelian Alat-alat Kantor Rp. 150,000
    Pembayaran Hutang Obligasi Rp. 150,000
    —————— +
    Rp. 700,000
    ————— -
    Kenaikan Modal Kerja Rp. 505,400

    Dari laporan diatas maka PT JAYA MAKMUR mendapatkan kenaikan modal kerja pada tahun 1998 sebesar Rp. 505,400 dimana sumbernya berasal dari hasil operasi dan penjualan saham.

  29. stanley said

    Beban adalah pengurangan dari pendapatan yang akan menghasilkan laba bersih pd laporan rugi/laba.
    Pada kode perkiraan,beban biasanya merupakan jenis yang paling banyak jumlahnya, walaupun secara sederhana, beban dapat diklasifikasikan menjadi :
    1. Beban perolehan pendapatan.
    2. Beban operasi/rutin.
    3. Beban lainnya.

    Buku Prinsip-prisip Akuntansi
    Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

  30. dwike indah permata said

    Pengertian
    Perusahaan Dagang ( Trading Business )
    Perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara membeli terlebih dahulu barang (dagang), kemudian menjual kembali (tanpa mengubah bentuk) dengan harga yang lebih tinggi.
    Perusahaan yang kegiatannya membeli barang dagangan yang dijual kembali dengan tujuan.
    Contohnya : Perusahaan Material, PD (Perusahaan Dagang), Supermarket, Apotek (Toko obat)

    Untuk perusahaan dagang, menghitung pendapatan utama dan laba kotor.
    Hasil penjualan barang atau persediaan yang terjual dikurangi harga pokok (pembelian) barang yang terjual.

  31. dwike indah permata said

    Pengertian
    Perusahaan Dagang ( Trading Business )
    Perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara membeli terlebih dahulu barang (dagang), kemudian menjual kembali (tanpa mengubah bentuk) dengan harga yang lebih tinggi.
    Perusahaan yang kegiatannya membeli barang dagangan yang dijual kembali dengan tujuan.
    Contohnya : Perusahaan Material, PD (Perusahaan Dagang), Supermarket, Apotek (Toko obat)

    Untuk perusahaan dagang, menghitung pendapatan utama dan laba kotor.
    Hasil penjualan barang atau persediaan yang terjual dikurangi harga pokok (pembelian) barang yang terjual.

    Sumber : Buku Catatan Sekolah SMA Yuppentek 1 Tangerang

  32. oleh:Yasinta Catur Utami (5573063608)

    Pengertian Laporan Perusahaan Dagang secara Khusus yaitu setelah ayat jurnal penutup diposting ke buku besarm saldo akun modal akan sama dengan seluruh jumlah yang dilaporkan dalam ekuitas pemilik dan neraca. selain itu akun pendapatan, beban, dan penarikan akan bersaldo nol. tujuan dari neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memastikan bahwa buku besar mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya.

  33. Dian Perwikasari said

    I. Pengertian perusahaan dagang
    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya membeli dan menjual barang dagangan. Perusahaan dalam menjual barang dagangan ada yang secara eceran disebut perusahaan dagang kecil atau pedagang eceran ( retail ), sedangkan perusahaan dagang yang menjual barang dagangannya dalam partai besar atau pedagang besar ( wholesaler ) .
    Jurnal umum berfungsi sebagai tempat mencatat senua jenis transaksi yang terjadi dalam perusahaan . Penggunaan sebuah buku jurnal umum hanya praktis jika diterapkan dalam perusahaan kecil. Dalam perusahaan besar yang jenis transaksinya banyak dan setiap jenis transaksi sering terjadi, penggunaan satu jurnal umum tentu sudah tidak praktis lagi. Sebab selain akan menghambat proses pengolahan data, tugas pencataatan transaksi akan bertumpuk pada seorang petugas, dan keadaan ini tidak menguntungkan pengawas.
    Di dalam perusahaan besar, transaksi-transaksi tertentu terjadi berulang secara terus – menerus. Misalnya dalam perusaahan jasa, transaksi pembelian perlengkapan dan transaksi penjualan jasa. Sementara itu dalam perusahaan dagang, transaksi pembelian dan penjualan barang dagang akan sering terjadi baik yang dilakukan secara tunai maupun yang dilakukan secara kredit.
    Oleh karena itu, untuk kepentingan pengawasan dan kepraktisan pengolahan data, satu buku jurnal yang berfungsi sebagai tempat mencatat semua jenis transaksi, dikembangkan menjadi beberapa buku jurnal yang berfungsi khusus untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu. Buku jurnal inilah yang disebut BUKU JURNAL KHUSUS ( special journal ).
    Secara umum, buku jurnal yang biasa digunakan dalam suatu perusahaan terdiri atas empat buku jurnal khusus dan satu bku jurnal umum, yaitu :
    1. Jurnal Pembelian ( Purchase Journal )
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang-barang atau jasa yang dilakukan secara kredit.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas ( Cash Payment Journal )
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran atau pembayaran melalui kas.
    3. Jurnal Penjualan ( Sales Journal )
    Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan atau jasa yang dilakukan secara kredit.
    4. Jurnal Penerimaan Kas ( Cash Receipt Journal )
    Berfungsi khusus sebagai tempat mencatat transaksi – transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas, atau transaksi – transaksi yang mengakibatkan kas perusahaan bertambah.
    5. Jurnal Umum ( General Journal )
    Jurnal umum dicatat sebagai tempat mencatat transaksi-transaksi yang tidak bisa dicatat kedalam jurnal khusus, misalnya transaksi-transaksi intern seperti pembetulan kesalahan, penyesuaian, penutupan buku, dan pembalikan saldo suatu akun.

  34. ayu anandita putri said

    Ayu Anandita Putri
    5573063606
    Sumber : buku “Kompetensi Dasar Akuntansi 1” (Isroah, M.Si. – Siti Nurjanah, S.pd.)
    d3 tata boga 2006

    JURNAL KHUSUS PADA PERUSAHAAN DAGANG

    Perusahaan dagang yang mempunyai kejadian transaksi yang banyak dan berulang-ulang, jurnal yang sesuai untuk digunakan adalah jurnal khusus. Jurnal ini dibuat berkolom-kolom dan dirancang untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu dengan tetap memperhatikan rekening-rekening yang harus didebit dan dikredit. Jurnal khusus dibuat untuk mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan untuk memudahkan dalam membukukan rekening-rekening. Buku jurnal khusus yang sering dibuat oleh suatu perusahaan dagang antara lain sebagai berikut.
    a. Jurnal pembelian adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi pembelian baik pembelian barang dagangan maupun pembelian aktiva lain secara kredit.
    b. Jurnal penjualan adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit. Penjualan aktiva lain dan penjualan barang secara tunai tidak dapat dicatat dalam jurnal ini.
    c. Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas, diantaranya penerimaan pelunasan piutang, penjualan barang dagangan secara tunai dan penerimaan penghasilan lain-lain.
    d. Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran kas, diantaranya pembelian barang secara tunai, pembayaran utang, pembelian aktiva secara tunai, pembayaran utang, pembelian aktiva secara tunai, pembayaran beban usaha dan pengambilan uang oleh pemilik.

  35. danar marfianto said

    DANAR MARFIANTO
    5573063620
    JURNAL PERUSAHAAN DAGANG

    Traksaksi adalah situasi atau kejadian yang melibatkan unsur lingkungan dan mempengaruhi posisi keuangan. Setiap transaksi harus dibuatkan keterangan tertulis seperti faktur atau nota penjualan atau kwitansi dan disebut dengan Bukti Transaksi. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan satuan mata uang. Oleh sebab itu transaksi-transaksi yang bernilai uang saja yang dicatat dalam akuntansi. Jadi yang dimaksud transaksi dalam akuntansi dalam arti yang spesifik. Ini adalah satu perbedaan sistem informasi akuntansi dengan sistem informasi manajemen. Untuk perusahaan besar yang transaksinya dalam jumlah besar terutama pada transaksi pembelian, perlu dilakukan pemeriksaan baik terahadap kwantitas maupun kwalitas. Untuk setiap penerimaan perlu dibuatkan “Surat Bukti Penerimaan” atau apapun judul nya bisa juga “Berita Acara Penerimaan” yang memuat informasi tentang kwantitas dan kwalitas serta menunjukan identifikasi dokumen pengantar supplier dan identifikasi dokument pembelian. Hal yang spesifik dalam membuat bukti transaksi adalah bahwa setiap membuat bukti transaksi dengan sistem komputer, pada saat itu data tersimpan dalam sistem komputer. Data yang tersimpan tersebut selanjutnya diolah menjadi informasi yang berguna. Tidak demikian halnya dengan sistem akuntansi manual dimana data dicatat secara berulangkali dari bukti transaksi sehingga menimbulkan kesan bahwa akuntansi itu sulit dan membuat jenuh.

    Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Banyak ragu dengan pernyataan ini kenapa yang pertama, termasuk saya sendiri juga demikian. Selanjutnya saya menarik kesimpulan bahwa jurnal ini adalah sumber informasi untuk berbagai keperluan dalam proses akuntansi khususnya.

    Jurnal mempunyai 3 fungsi yaitu fungsi percatatan, fungsi historis dan fungsi analisis.

    Terdapat Bermacam-macam Bentuk Jurnal yang dapat dipakai oleh perusahaan. Bentuk standar jurnal 2 kolom adalah bentuk yang umum digunakan digambarkan sbb:

    Hal : 001
    Tgl NomorBukti Keterangan Ref Debit Kredit
    Jan 20 001 Kas 111 5.000.000,-
    Modal 301 5.000.000,-

    Posting adalah pemindahan dari buku jurnal ke buku besar. Pada system akuntansi komputer Buku Jurnal dan posting posting dilakukan secara automatics oleh komputer (auto Posting). Walaupun tidak mutlak, seorang data entry sebaiknya menguasai proses posting yang dilakukan oleh komputer agar bila terjadi kegagalan akan mudah menelusuri kesalahan yang terjadi.

    Metode mengerjakan Jurnal dan Posting

    Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat Jurnal jurnal dan posting. Cara berikut adalah salah satu teknik yang hanya dapat dilakukan dengan dukungan system komputer yang terintegrasi.

    Posting dilakukan langsung dari file transaksi ke rekening-rekening buku pembantu dan lansung diprint-out ke buku besar. Bukti transaksi terlebih dahulu diproses/dientry ke system komputer sebelum diserahkan ke bagian akuntansi.

    jurnal.jpg

    System komputer dapat menggantikan sebagian besar pekerjaan akuntansi sehingga personal hanya meng-entry/Mencatat data transaksi sekaligus mengasilkan bukti transaksi selanjutnya Jurnal, Laporan, posting ke buku besar dan buku pembantu sampai pembuatan neraca, neraca saldo, rugilaba, perubahan modal serta analisanya dikerjakan oleh komputer.

    Proses pencatatan data jurnal pada system akuntansi komputer juga bervariasi tergantung pada prosedure dan metode serta tingkat integrated system yang diterapkan oleh pembuat program aplikasi tersebut. Banyak program aplikasi accounting siap pakai diperjual belikan seperti program aplikasi akuntansi komputer yang dikenal secara luas di dunia akuntansi adalah Dac Easy Accounting, MYOB, MAS dll, namun banyak perusahaan tidak dapat menggunakan program aplikasi tersebut karena beberapa hal, antara lain masalah standarisasi, tingkat kebutuhan perusahaan terhadap informassi yang berbeda dll. Dac Easy Accounting menggunakan standarisasi negara pembuatnya (Amerika). MAS adalah product local namun apa yang terdapat dalam aplikasi banyak tidak tidak dapat mengaplikasikannya karena berbagai alasan. Untuk itu banyak perusahaan membuat program aplikasi sendiri sesuai dengan system akuntansi yang diterapkan di perusahaannya.

    Dengan program ini tugas operator hanya mencatat transaksi yang terintegrasi dengan subs system lain, selanjutnya komputer akan mengolahnya sampai kesasaran akhir laporan keuangan yaitu neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal serta analisanya.

    Jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari.ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan.

    Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari

    Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las

    Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.

    Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs. Dll.

    Neraca lajur dan ayat penutup

    Pada sistem akuntansi manual, untuk mempermudah menyusunan laporan keuangan dibuat tabel untuk mencatat, meyesuaikan, menggolongkan saldo perkiraan-perkiraan buku besar yang disebut Neraca lajur (work sheet). Karena penyusunan laporan keuangan (Laporan Rugi laba, Neraca, Perubahan modal serta analisanya dapat dilakukanh oleh komputer maka, pada system akuntansi komputer neraca lajur tidak diperlukan

  36. RUMUS NOTA-KONTAN DI MIKROSOFT EXCEL GIMANA YACH ?
    THXS SEBALUMNYA.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: