IKK

Special 4 IKK

86 Comments »

  1. Siklus Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang

    Sebelumnya terlebih dahulu mengetahui Bagan Akuntansi yang telah diuraikan dan diberi contoh mengenai bagan akun dan analisis serta pencatatan transaksi perusahaan dagang. Kita juga mengilustrasikan penyiapan laporan laba rugi untuk perusahaan dagang, yakni NetSolutions, pada akhir siklus akuntansi. Disini akan terfokus pada unsur-unsur siklus tersebut yang mungkin berbeda dari unsur-unsur pada perusahaan jasa, yaitu: Penyusutan Persediaan Barang Dagang, Neraca Lajur (Kertas Kerja), dan Ayat Jurnal Penutup.

  2. IIN CHAIRYAH.H said

    IIN CHAIRYAH.H
    5573063607

    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

    Transaksi Usaha

    Pembuatan Bukti Asli

    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)

    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan

    Neraca Lajur Penyesuaian

    Laporan Keuangan

    Jurnal Penutup

    Neraca Saldo setelah penutupan

    Sumber : library.usu.ac.id

  3. EKA NURHARYUNI said

    EKA NURHARYUNI. 5573060265
    Siklus Akuntansi
    Merupakan tahapan urutan transaksi dan peristiwa kegiatan akuntansi dari awal sampai akhir periode akuntansi secara tidak terputus.
    1. Transaksi dianalisis dan dicatat dalam buku jurnal (books of original entry)
    2. Transaksi dibukukan ke buku besar (ledger) à books of final entry
    3. Disusun trial balance, data penyesuaian dikumpulkan dan work sheet diselesaikan
    4. Disusun laporan keuangan
    5. Ayat penyesuaian dijurnal dan dipostingkan
    6. Ayat penutupan dijurnal dan dipostingkan
    7. Disusun trial balance sesudah penyesuaian
    Sumber: elisa.ugm.ac.id

  4. IIN CHAIRYAH.H said

    IIN CHAIRYAH.H
    5573063607
    SIKLUS AKUNTANSI

    Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut:

    Transaksi Usaha

    Pembuatan Bukti Asli

    Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal)

    Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1

    Neraca Lajur Penyesuaian

    Laporan Keuangan

    Jurnal Penutup

    Neraca Saldo setelah penutupan 2
    Sumber : library.usu.ac.id

  5. andari nurul aw said

    nama : andari nurul aw
    no reg : 5573060264

    1. apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi?
    jawaban saya :
    Siklus Akuntansi Manahan Nasution Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabiladigambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut: Transaksi Usaha Pembuatan Bukti Asli Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1Neraca Lajur Penyesuaian Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah penutupan 2Gambar 1 1. TRANSAKSI Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya. Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor. 1Niswonger, C. Rollin, Phillip E. Fess, and Carl S. Warren. Prinsip- prinsip akuntansi, terjemahanMarianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal 41. 2Smith, Jay M. and K. fred Skousen. Akuntansi Intermediate, Edisi kesembilan, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1994, Hal.67. 3Horgren, Charles T., Walter T. harrison Jr. Michael A. Robison, dan Thomas H. Secokusumo, Akuntansi di Indonesia, Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta, 1997, hal.13. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 1
    ——————————————————————————–
    Page 2
    2. PEMBUATAN BUKTI ASLI.Sebagaimana disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukung oleh bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya pencurian barang dagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar biasa. Semua transaksi baik yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahan untuk menyusun laporan keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itu lebih lanjut. Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.4Kwitansi Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai. Faktur Penjualan atau Pembelian Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian. Bukti-bukti lain Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya: nota-nota dari Bank (nota debet atau nota kredit) , serta bukti pengirirnan atau penerimaan barang 3. PENCATATAN DALAM BUKU HARIAN (JURNAL). Transaksi dicatat pertama kali yang disebut Buku Harian (Jurnal). Jurnal adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas.5Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikan informasi berikut: Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi Nama perkiraan. Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet Kolom kredit, menunjukkan jumlah yang dikredit. Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini: a) Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip deposito bank, penerimaan penjualan dan cek. b) Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal). c) Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu. d) Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan. e) Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal. Berdasarkan kelima tahap tersebut, untuk menjurnal transaksi yang terjadi pacta sebuah Perusahaan Pengangkutan, PT. Yudi Makmur, yaitu menginvestasikan Rp. 50.000.000,- tunai kedalam usaha adalah sebagai berikut: Langkah 1. Dokumen sumbernya adalah slip deposito bank dan cek milik Yudi Makmur sebesar Rp.50.000.000,- yang diambil dari rekening langkah pribadinya di bank. Langkah 2. Perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut adalah Kas dan Modal Yudi Makmur. Kas adalah perkiraan aktiva dan modal Yudi Makmur adalah perkiraan modal pemilik. Langkah 3. Kedua perkiraan tersebut mengalami penambahan sebesar 4Hadibroto, S. Dachnial Lubis, dan Sudardjat Sukadam, Dasar – dasar akuntansi, cetakan Kedelapan,LP3S, Jakarta, 1991, hal.43 5Horngen, Charles T., Op.Cit, hal. 57 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 2
    ——————————————————————————–
    Page 3
    Rp.50.000.000.- Karena itu kas didebet: yaitu perkiraan aktiva mengalami penambahan dan modal Yudi yang Makmur dikredit yaitu: perkiraan modal pemilik yang mengalami penambahan. Langkah 4. Kas didebet untuk mencatat penambahan dalam perkiraan aktiva. Modal Yudi Makmur dikredit untuk mencatat penambahan dalam perkiraan modal pemilik. Langkah 5. Ayat jurnalnya adalah: JURNAL TanggalKeteranganDebetKredit2 april Kas Modal Yudi Makmur 50.000.000,-50.000.000,- Setiap ayat jurnal menunjukkan secara lengkap pengaruh investasi dari suatu transaksi awal dari Yudi usaha. Makmur, Jika dipelajari perkiraan kas menunjukkan suatu gambaran, yaitu debet sebesar Rp.50.000.000,-. Setiap transaksi mempunyai suatu kredit, dan dalam contoh sederhana ini hal itu diwakili oleh perkiraan modal. 4. PENCATATAN BUKU BESAR DAN BUKU TAMBAHAN. a. Buku Besar (Ledger) Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya. Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenisperkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya sendiri- sendiri. Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit. Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar. Transaksi investasi awal oleh Yudi Makrnur akan dipindahkan kebuku besar seperti tampak pada gambar 2. b. Buku Tambahan (Sub Ledger) Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur. Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku tambahan) . Perkiraan masing-e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 3
    ——————————————————————————–
    Page 4
    masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang). Gambar.36Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts) yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang. Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang tahun lalu dan transaksi, sehingga apabila digambarkan tampakseperti yang terdapat pada gambar 3. Sebagai contoh, pada PT. Yudi Makmur terdapat buku tambahan hutang dan tambahan piutang dan buku berikut buku sebagai berikut : Buku Tambahan Piutang PT. Jayakusuma Tgl.KeteranganDKSaldo D1 Jan 1 Jan 5 Jan Saldo Pendapatan Jasa Kas – 1.500.000 – - – 1.000.000 1.250.000 2.750.000 1.750.000 PT.Reksa Nada Tgl.KeteranganDKSaldo D1 Jan Saldo – - 500.000 Buku Tambahan Hutang Fa. Rahayu Tgl.KeteranganDKSaldo D1 Jan 10 Jan 11 Jan Saldo Perlengkapan Kas – - 5.000.000 – 4.800.000 – 5.000.000 9.800.000 4.800.000 Fa. Multijaya Tgl.KeteranganDKSaldo D1 Jan 12 Jan Saldo Kas – 1.500.000 – - 9.800.000 8.300.000 6Sinuraya, selamat. Pengantar Ilmu Akuntansi. Jilid I, Adeputra, Medan, 1990, hal.92e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 4
    ——————————————————————————–
    Page 5
    Buku Controlling Piutang Rp. 1.750.000,- Rp. 500.000,- PT. Jayakusuma PT. Reksanada Rp. 2.250.000,- Buku Controlling Piutang Rp. 4.800.000,- Rp. 8.300.000,- Fa. Rahayu Fa. MultijayaRp. 13.100.000,- 5. NERACA LAJUR Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet,kredit, atau nol. Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan danpembukuan. Gambar 4 adalah neraca saldo dari PT. Yudi Makmur per tanggal 31Desember 199X. PT. Yudi Makmur Neraca saldo Sebelum disesuaikan 31 Desember 199XKas ……………………………………. Piuta……………………………………Perlengkapan…..………………………. Sewa Dibayar Muka ….………………. Meubel ………………………………… Hutang…………………………………. Pendapatan Jasa Diterima Dimuka ……. Modal Yudi makmur …………………… Pengambil Pribadi Yudi ……………….. Pendapatan Jasa…………………………Beban Gaji ……………………………… Beban Listrik ……………………………Rp. 24.800.000 2.250.000 700.000 3.000.000 16.500.000 3.200.000 950.000 400.00013.100.000 450.000 31.250.000 7.000.000Total Rp. 51.800.000Rp. 51.800.000Gambar 4. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian. Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana beban itu terjadi.7Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaiandapat ditimbulkan perkiraan yang tidak kelihatan. 7Horgren, Charles T., Op.Cit.,hal 143 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 5
    ——————————————————————————–
    Page 6
    Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah: 1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar 2. Pendapatan yang masih harus diterirna 3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu 4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu 5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain 6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies) 7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih 8. Persediaan Barang dagangan.8Contoh di bawah ini mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dari PT. Yudi Makmur yang dibuat pada tanggal 31 Desember. Inforrnasi yang diperoleh untuk membuat ayat jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 199X adalah: a. Pendapatan jasa belum diterima Rp. 250.000 b. Perlengkapan yang masih dimiliki perusahaan Rp. 400.000 c. Sewa dibayar dimuka yang telah terpakai Rp. 1.000.000 d. Penyusutan meubel Rp. 275.000 e. Beban gaji terhutang Rp. 950.000 f. Jumlah pendapatan jasa diterima dimuka yang dapat dianggap sebagai pendapatan Rp. 150.000 Ayat – ayat jurnal penyesuaian : a. Piuta…………………………………… 250.000 Pendapatan Jasa ..…………………. 250.000 Untuk mencatat pendapat pendapatan jasa Yang belum diterimab. Beban perlengkapan …………………. 300.000 Perlengkapan……………………….. 300.000 Untuk mencatat perlengkapan yang terpakai c. Beban Sewa ….………………………. 1.000.000 Sewa dibayar Dimuka………….. 1.000.000 d. Beban penyusutan – Meubel ………..……. 275.000 Akumulasi penyusutan –Meubel……… 275.000 Untuk mencatat penyusutan meubel e. Beban gaji……..…………………… 950.000 Hutang Gaji……..………………. 950.000 f. Pendapatan Jasa diterima dimuka …… 150.000 Pendapatan Jasa .……………. 150.000 Untuk mencatat pendapatan jasa diterima dimuka yang dapat diakui Sebagai pendapatan. 8Sinuraya, Selamat, Op.Cit, hal 137e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 6
    ——————————————————————————–
    Page 7
    6. LAPORAN KEUANGAN Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut. Panah-panah yang terdapat dalam Gambar 5, 6 dan 7, menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan neraca. a) Laporan laba rugi mencerminkan laba bersih atau kerugian bersih yang diperoleh dengan mengurangkan beban dari pendapatan. Karena pendapatan dan beban juga merupakan perkiraan Laporan Perubahan Posisi Keuangan, maka selisih antara pendapatan dan beban tersebut (laba/kerugian bersih) akan dipindahkan kedalam Laporan Perubahan Posisi Keuangan. Jika diperhatikan, laba, bersih pada Gambar 5 sebesar Rp.3.525.000,- menambah modal pemilik dalam gambar 6. Suatu kerugian bersih akan mengurangi modal pemilik b) Modal adalah dalam neraca, jadi nilai sisa akhir dalam Laporan PerubahanPosisi Keuangan akan dipindahkan kedalam neraca. Nilai ini merupakan elemen keseimbangan yang paling akhir dalam neraca. Hal ini dapat ditelusuri melalui nilai Rp. 31.575.000,- pada gambar 6 ke gambar 7. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 7
    ——————————————————————————–
    Page 8
    7. JURNAL PENUTUPJurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraanmodal.9Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal akan menyerap dampak dari nilai sisaperkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan suatu “tempat penyimpanan” sementara yang akan digunakan padaproses penutupan. Kemudian nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akandipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut: 1) Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya.Mengkredit Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam sisi kredit dari Ikhtisar labarugi. 2) Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet dari Ikhtisar laba rugi. 9Horngren, Charles T., op. Cit., hal. 199 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 8
    ——————————————————————————–
    Page 9
    3) Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal. 4) Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan modal pemilik perusahaan.Untuk mengambarkan hal diatas, misalnya Yudi Makmur menutup buku pacta akhir Desember, maka jurnal penutupnya adalah: 1. Pendapatan Jasa ……………………….. 7.400.000 Ikhtisar Laba Rugi………………… .. 7.400.000 2. Ikhtisar Laba Rugi……………………… 3.875.000 Beban Sewa …………………………….. 1.000.000 Beban Gaji……………………………… 1.900.000 Beban Perlengkapan……………………. 300.000 Beban Penyusutan………………………. 275.000 Beban Listrik……………………………….. 400.000 3. Ikhtisar Laba Rugi (Rp.7.400.000-Rp.3.875.000)…………. 3.525.000 Modal Y udi Makmur …………………… 3.525.000 4. Modal Yudi Makmur ……………………. 3.200.000 Pengambilan Pribadi Yudi M………….. 3.200.000 8. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN. Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal pembuatan neraca lajur, neraca saldosetelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan diberi tanggal perakhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat. Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaituperkiraan neraca: aktiva, kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti perkiraan pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karenanilai sisa perkiraan tersebut telah ditutup (gambar 8). PT. Yudi Makmur Neraca Saldo Setelah penutupan 31 Desember 199xKas………………………………… Piutang…………………………… Perlengkapan …………………….. Sewa Dibayar Dimuka……………. Meubel …………………………… Akumulasi penyusutan…………… utang ……………………………… Hutang Gaji……………………….. Pendaptan jasa diterima dimuka…. Modal Yudi Makmur …………….. Rp. 24.800.000 2.500.000 400.000 2.000.000 16.500.000275.000 13.100.000 950.000 300.000 31.575.000 Total Rp. 46.200.000 Rp.46.200.000 KESIMPULAN Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan secara sistematis. Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil yang catatan-catatan selanjutnya. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 9
    ——————————————————————————–
    Page 10
    Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalamperkiraan-perkiraan. Disamping Buku Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger)yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar. Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain. Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja (Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian (adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan. DAFTAR PUSTAKA Hadibroto, S.; Dachnial Lubis [dan] Sudardjat Sukadam,1991. Dasar-dasar akuntansi, Cetakan Kedelapan. Jakarta : LP3ES. Horngren, Charles T.[et.al],1997. Akuntansi di Indonesia, Buku Satu. Jakarta : Salemba Empat. Niswonger, C. Rollin; Philip E. Fess, [and] Carl S. Warren,1992. Prinsip-prinsipakuntansi, Terjemahan Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Sinuraya, Selamat,1990. Pengantar ilmu akuntansi, Jil. 1. Medan : Adeputra. Smith, Jay M. [and] K. Fred Skousen,1994. Intermediate, Edisi Kesembilan, Jilid 1. Jakarta : Erlangga. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara

  6. andari nurul aw said

    nama kelompok :
    1. andari nurul aw
    2. maharani
    3. eka n
    4. iin c
    5. gusni n
    6.dwi s
    7. ahmad fatoni
    8. paulus s

    aktiva

    Aktiva atau aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aktiva dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal debit.

    Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti

    Aktiva lancar
    Investasi jangka panjang
    Aktiva tetap
    Aktiva tak berwujud
    Aktiva pajak tangguhan
    Aktiva lain

    laporan arus kas

    Laporan aliran kas atau laporan arus kas (Inggris: cash flow) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai (kas) perusahaan.

    [sunting] Manfaat informasi arus kas
    Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas dimasa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya.
    Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.
    Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas)

    Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

    Laporan neraca
    Laporan laba/rugi
    Laporan Perubahan Ekuitas
    Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan arus kas atau Laporan arus dana
    Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
    Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

  7. makna sebenarnya dari human capital atau modal insani. human capital atau modal manusia-lah yang pada akhirnya akan menentukan kemajuan peradaban dan kebudayaan; bukan aset fisik, kecanggihan teknologi, modal finansial ataupun strategi branding yang heroic arti penting dari konsep human capital : yakni bahwa modal kapabilitas, ketrampilan dan kecerdasan sumber daya manusia merupakan elemen fundamental bagi kejayaan sebuah organisasi. http//www.Strategimanajemen.net2007/12/06

  8. investasi sumber daya manusia (human capital investment) Di negara-negara maju, pendidikan selain sebagai aspek konsumtif juga diyakini sebagai investasi modal manusia (human capital investement) dan menjadi “leading sektor” atau salah satu sektor utama. teori human capital ini lebih menekankan dimensi material manusia sehingga kurang memperhitungkan manusia dari dimensi sosio budaya. http//www.unharsputrawordpress.com

  9. Dewa Ayu Putu Leliana Sari said

    no reg :5525072537
    pen tabus(reg’07)
    NB:tugas kelompok tapi dikerjakan pribadi
    Memanfaatkan Waktu Luang dalam Keluarga

    Waktu merupakan sesuatu yang sangat penting dan paling berharga. Karena itu waktu harus dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar usaha atau pekerjaan kita telaksana dan tujuan akan tecapai. Tidak ada orang yang dapat memperpanjang waktu, kaena waktu adalah sumber yang terbatas, semua oang memilikinya hanya 24 jam sehari. Waktu mempunyai ciri-cii cepat berlalu, tidak dapat diganti dan mahal.
    Waktu dikatakan sebagai sumber non-manusia yang jumlahnya terbatas, karena dapat dipegunakan sebagai barang, yaitu kita menerima dan mempergunakan waktu itu. Waktu yang sangat berharga, sering kita dengar dengan istilah “Time is money”, yang dalam bahasa Indonesia berarti waktu adalah uang dan penting ini harus diatur dan dapat digunakan secara seimbang untuk bekerja, istirahat atau tidur dan terluang.
    Waktu luang merupakan waktu yang tersisa diantara kesibukan dan rutinitas kita, atau waktu kosong dimana kita, tidak melakukan aktivitas yang berarti. Dapat dikatakan pula waktu senggang, yang sebenarnya dapat kita isi dengan kegiatan yang berguna dan bemanfaat. Pengertian waktu luang ialah waktu dimana seseorang tidak lagi mengerjakan suatu pekerjaan atau aktifitas lain, artinya bahwa setelah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka tidak ada lagi aktifitas yang dapat dikerjakan, hal ini disebabkan karena tidak adanya rencana waktu atau urutan pekerjaan.
    Dengan adanya waktu luang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-naiknya dalam keluarga, yaitu bagaimana caanya agar waktu luang ini tidak terbuang dengan sia-sia. Oleh karena itu, waktu luang ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam aktifitas seperti hal-hal yang menyenangkan dan bersifat positif, misalnya memanfaatkan ketampilan yang kita miliki.
    Sehubungan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesejahtraan keluaga maka ketampilan ini dapat diperoleh dari bigang boga, misalnya memasak, membuat kue dll, sedangkan bidang busana seperti menjahit, menyulam, membuat lenan rumah tangga dsb, untuk bidang rias yaitu memotong rambut, creambath dll, karena dari bermacam-macam keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang sekaligus mendapatkan uang. Tujuan memanfaatkan waktu luang itu sendiri yaitu untuk memanfaatkan segala potensi atau kemampuan yang berupa keterampilan atau aktifitas lain, karena dari keterampilan ini dapat menghasilkan sesuatu yang berguna dan juga dari keterampilan ini dapat menambah pendapatan untuk keluarga, dalam kata lain meringankan beban keuangan keluarga.

  10. Dewa Ayu Putu Leliana Sari said

    no reg :5525072537
    pend. tabus (reg07)

    Menurut Theodore Schultz pada tahun 1960 yang berjudul “Investement in human capital” dihadapan The American Economic Association merupakan letak dasar teori human capital modern, dimana bahwa proses perolehan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan bukan merupakan suatu bentuk konsumsi semata-mata, akan tetapi juga merupakan suatu investasi. Schultz (1960) kemudian memperhatikan bahwa pembangunan sektor pendidikan dengan manusia sebagai fokus intinya telah memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara, melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan produksi dari tenaga kerja.http//www.uny.ac.id
    Di negara-negara maju, pendidikan selain sebagai aspek konsumtif juga
    diyakini sebagai investasi modal manusia (human capital investment) dan menjadi
    “leading sector” atau salah satu sektor utama. Seperti yang dikemukakan oleh
    Todaro dan Smith (2003) bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan tujuan
    pembangunan yang mendasar yang keduanya merupakan bentuk dari modal
    manusia (human capital) yang menjadi fundamental untuk membentuk kapabilitas
    manusia yang lebih luas yang berada pada inti makna pembangunan. Kesehatan
    merupakan inti dari kesejahteraan dan pendidikan adalah hal yang pokok untuk
    menggapai kehidupan yang memuaskan dan berharga. http://www.damandiri.or.id/file/dasminsiduipbbab3.pdf

  11. human capital investment menurut bidang sosiologi adalah penanam modal manusia
    sumber:www.google.co.id(glosarium)

    Proses pendidikan dapat dipandang sebagai suatu kegiatan investasi modal manusia/ human capital investment, seperti kegiatan bentuk investasi yang lainnya
    Sumber pengambilan dokumen : Theses Informatical Engineering RT 331.125 Luk a, 2001

  12. no reg:5525070360
    Pend.Tata busana

    human capital investment menurut bidang sosiologi adalah penanam modal manusia
    sumber:www.google.co.id(glosarium)

    Proses pendidikan dapat dipandang sebagai suatu kegiatan investasi modal manusia/ human capital investment, seperti kegiatan bentuk investasi yang lainnya
    Sumber pengambilan dokumen : Theses Informatical Engineering RT 331.125 Luk a, 2001

  13. tugas berkelompok said

    TUGAS ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA

    Kelompok :
    1. Yani Stefani ( 5525070360 )
    2. Dian Yunita Sari ( 5525070361 )
    3. Fathiah Fajrie ( 5525070362 )
    4. Silvi Anggraini ( 5525072531 )
    5. Dessi K Asrini ( 5525072535 )

    Pemanfaatan Waktu Luang Bersama Keluarga

    Waktu Luang untuk Diri Sendiri

    Rutinitas kantor dan rumah tangga menimbulkan kejenuhan. Cobalah lebih rileks dengan sedikit bersenang-senang atau istirahat.

    Kantor dan rumah adalah dua dunia yang menyerap energi cukup besar. Sejak pagi, Anda sudah sibuk mendelegasikan tugas rumah tangga dan pengasuhan anak, sambil bersiap ke kantor.

    Sore hari sepulang kerja, Anda masih harus menyempatkan mengasuh si kecil. Untuk anak yang agak besar, Anda pun perlu mendampinginya belajar.

    Setelah anak-anak tidur, tugas berikutnya menanti. Menghitung pengeluaran seharian dan mungkin malam itu berakhir di meja komputer untuk menyelesaikan tugas kantor yang belum sepenuhnya tuntas.

    Waktu luang, hak para ibu

  14. fathiah fajrie said

    fathiah fajrie
    5525070362

    Human capital investment merupakan konsep investasi sumber daya manusia yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. sebenarnya telah mulai dipikirkan sejak jaman Adam Smith (1776), Heinrich Von Thunen (1875) dan para teoritisi klasik lainya sebelum abad ke 19 yang menekankan pentingnya investasi keterampilan manusia.

    Theodore Schultz pada tahun 1960 yang berjudul “Investement in human capital” dihadapan The American Economic Association merupakan letak dasar teori human capital modern, dimana bahwa proses perolehan pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan bukan merupakan suatu bentuk konsumsi semata-mata, akan tetapi juga merupakan suatu investasi. Schultz (1960) kemudian memperhatikan bahwa pembangunan sektor pendidikan dengan manusia sebagai fokus intinya telah memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara, melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan produksi dari tenaga kerja.

    sumber :www.uny.ac.id
    by:SITI RAHMADHANI
    PENDIDIKAN EKONOMI REGULER

  15. nurhayati said

    NURHAYATI
    PEND TABUS REG 07

    Modal manusia mengacu pada persediaan ketrampilan yang produktif dan pengetahuan teknis berbadan dalam penderitaan. Banyak awal teori yang ekonomi mengacu pada ia/nya secara sederhana sebagai tenaga kerja, salah satu dari tiga faktor-faktor produksi, dan mempertimbangkan jadinya suatu sumber daya fungible — homogen dan dengan mudah dapat bertukar tempat.. Lain konsepsi dari tenaga kerja tidak memerlukan asumsi ini.

    Adam Smith menggambarkan empat jenis modal tetap ( yang mana [adalah] ditandai [ketika;seperti] yang usahakan suatu laba atau pendapatan tanpa berputar-putar atau mengubah para guru). Empat jenis adalah: 1) mesin yang bermanfaat, instrumen dari perdagangan; 2) bangunan [sebagai/ketika] rata-rata dari memperoleh pendapatan; 3) peningkatan dari mendaratkan dan 4) Human Capital Investment modal manusia: Returns dari Training dan Education [bagi/kepada] Individual, Firm dan Economy ” Richard Blundell*, ” Lorraine Dearden*, ” Costas Meghir* dan ” Barbara Sianesi*

  16. ASTIKARINA SARI said

    pend tabus reg
    5525072542

    Modal/Ibukota] Human modal manusia mengacu pada persediaan ketrampilan yang produktif dan pengetahuan teknis berbadan dalam penderitaan. Banyak awal teori yang ekonomi mengacu pada ia/nya secara sederhana sebagai tenaga kerja, salah satu dari tiga faktor-faktor produksi, dan mempertimbangkan jadinya suatu sumber daya fungible — homogen dan dengan mudah dapat bertukar tempat.. Lain konsepsi dari tenaga kerja tidak memerlukan asumsi ini.

    ” 1 Origin dari konsep ” 2 [modal/ibukota] dan Knowledge ” 3 tenaga kerja dan [modal/ibukota] Human menggerakkan ” 4 Debates tentang konsep ” 5 Mobility antar[a] negara-negara ” 6 See juga ” 7 Notes ” 8 References ” 9 Lapangan golf eksternal

    Asal dari Adam Smith konsep menggambarkan empat jenis modal tetap ( yang mana [adalah] ditandai [ketika;seperti] yang usahakan suatu laba atau pendapatan tanpa berputar-putar atau mengubah para guru). Empat jenis adalah: 1) mesin yang bermanfaat, instrumen dari perdagangan; 2) bangunan [sebagai/ketika] rata-rata dari memperoleh pendapatan; 3) peningkatan dari mendaratkan dan 4) modal manusia.

    Yang keempat, dari kemampuan diperoleh dan bermanfaat dari semua anggota atau penduduk/penghuni dari masyarakat itu. Pengadaan bakat seperti (itu), dengan pemeliharaan dari acquirer selama pendidikan, studi nya, atau masa magang, selalu biaya-biaya [adalah] suatu biaya yang riil, yang mana [adalah] suatu [modal/ibukota] ditetapkan;perbaiki dan direalisir, sebagaimana, di orang nya. Bakat itu, [seperti/ketika] mereka membuat bagian dari untung/kekayaan nya, demikian juga mereka demikian juga masyarakat nya [bagi/kepada] ia yang (mana) menjadi anggota. Ketrampilan yang ditingkatkan dari suatu laki-laki pekerja mungkin dipertimbangkan di yang sama ringan sebagai instrumen atau mesin dari yang perdagangan memudahkan dan memudahkan tenaga kerja, dan yang, meskipun [demikian] [itu] biaya-biaya [adalah] suatu biaya yang tertentu, membayar kembali biaya itu dengan suatu profit.”[citation yang diperlukan]

    Oleh karena itu, modal manusia ( seperti digambarkan oleh Smith) dan [kuasa/ tenaga] yang produktif tentang tenaga kerja adalah bergantung kedua-duanya di pembagian kerja – Peningkatan yang terbesar di kuasa-kuasa yang produktif tentang tenaga kerja, dan semakin besar bagian dari ketrampilan, ketrampilan, dan penghakiman dengan mana [itu] adalah manapun di mana diarahkan,, atau menerapkan, nampak untuk telah barang kepunyaan dari pembagian kerja itu. Ada suatu hubungan yang kompleks antar[a] modal manusia dan pembagian kerja.

    Singkatnya, Smith lihat modal manusia [sebagai/ketika] ketrampilan, ketrampilan ( phisik, intelektual, psikologis,, dll) dan penilaian. Hidup membantu banyak. Di suatu nasional mengukur, suatu kemampuan negeri untuk tahu dari pemimpin adalah suatu fungsi tentang persediaan nya ” modal manusia”. Lagipula, modal manusia dapat diperoleh melalui/sampai latihan di tempat kerja dan pendidikan yang diterima di sekolah yang formal.

    A. W. Lewis dikatakan kepada sudah dimulai bidang dari Economic Development dan sebagai konsekwensi gagasan untuk modal manusia ketika ia memberi suara 1954 ” Pembangunan ekonomi dengan Unlimited Supplies dari Labour.” Istilah ‘ Modal manusia’ digunakan dalam kaitan dengan suara rendah hal negatif nya sampai [itu] yang pertama dibahas oleh Arthur Cecil Pigou,: ” Ada hal seperti itu [sebagai/ketika] investasi di modal manusia seperti halnya investasi di modal material. Segera sesudah ini adalah dikenali, pembedaan antar[a] ekonomi di ekonomi dan konsumsi di investasi menjadi kabur.. Karena, sampai ke suatu titik, konsumsi adalah investasi di daya produksi yang pribadi. Ini adalah terutama penting dalam hubungan dengan anak-anak: untuk mengurangi terlalu pembelanjaan di konsumsi mereka boleh sangat menurunkan efisiensi mereka di alam baka. Bahkan untuk orang dewasa, setelah kita sudah turun suatu jarak yang tertentu sepanjang skala kaya, sedemikian sehingga kita adalah di luar daerah dari kemewahan dan ” tak perlu”” kenyamanan, suatu cek ke konsumsi yang pribadi adalah juga suatu cek ke investasi [1]

    Penggunaan dari memasukkan di literatur neoklasikal yang modern yang ekonomi biji kembali ke Jacob Mincer’s yang memelopori artikel ” Investasi di Personal Income Distribution dan Human Capital” di Journal dari Political Economy di 1958. Aplikasi yang terbaik yang dikenal dari gagasan untuk ” modal manusia” di ekonomi adalah sebagai Gary Becker dan Mincer dari ” Chicago School” dari ekonomi. Human Capital buku yang diberi hak/judul Becker’s, yang diterbitkan di 1964, menjadi suatu acuan yang baku selama bertahun-tahun. Di pandangan ini, modal manusia adalah serupa dengan ” [alat/ makna] phisik dari produksi”, e.g., mesin dan pabrik-pabrik: seseorang dapat menanam modal dalam modal manusia ( via pendidikan, pelatihan, perawatan medis) dan keluaran seseorang tergantung sebagian di tingkat pengembalian di modal manusia satu kepunyaan. Seperti itu, modal manusia adalah bermakna dari produksi, ke dalam mana investasi tambahan menghasilkan keluaran tambahan. Modal manusia adalah substitutable,, tetapi tidak yang dapat dioperkan suka daratan, tenaga kerja, atau modal tetap.

    The [modal/ibukota] dan Pengetahuan pengenalan tentang istilah diterangkan dan dibenarkan oleh karakteristik yang unik tentang pengetahuan. Tidak sama dengan phisik bekerja keras ( dan faktor-faktor produksi yang lain), pengetahuan adalah:

    ” dapat diperluas Dan diri membangitkan dengan penggunaan: [sebagai/ketika/sebab] para doktor mendapat/kan lebih banyak pengalaman, dasar pengetahuan mereka akan meningkat/kan, [seperti/ketika] akan pemberkatan dari modal manusia mereka. Ekonomi dari kelangkaan digantikan oleh ekonomi dari generasi-diri.

    ” dapat diangkut dan bisa berbagi:: Pengetahuan dapat dipindahkan dan bersama. Perpindahan ini tidak mencegahnya penggunaan oleh pemilik yang asli. Bagaimanapun, perpindahan dari pengetahuan boleh mengurangi nilai-kelangkaan nya ke penguasa asli nya.

    tenaga kerja dan Modal manusia menggerakkan beberapa cara In, gagasan untuk ” modal manusia” adalah serupa dengan konsep Karl Marx’s dari [kuasa/ tenaga] tenaga kerja: kepadanya, di bawah kapitalisme para pekerja harus lebih dulu menjual [kuasa/ tenaga] tenaga kerja mereka untuk tujuan menerima pendapatan ( gaji dan gaji). Tetapi merindukan [sebelum/di depan] Becker atau Mincer menulis, Marx yang ditunjuk ” dua disagreeably membuat frustasi fakta” dengan teori yang menyamakan gaji atau gaji dengan [bunga/minat] di modal manusia. Perpindahan teknologi memerlukan insinyur dan para manajer yang banyak mengetahui [siapa] yang bisa beroperasi praktek produksi atau mesin baru meminjam dari pemimpin. Oleh karena itu, suatu kemampuan negeri untuk tahu dari pemimpin adalah suatu fungsi tentang persediaan nya ” modal manusia”. Modal manusia dapat diperoleh melalui/sampai pendidikan yang diterima di sekolah yang formal, sedang dalam kerja latihan, dan lain lain

    1. Pekerja harus benar-benar bekerja, menggunakan badan dan pikiran nya, mendapat ini ” [bunga/minat].” Marx betul-betul membedakan kapasitas seseorang mempekerjakan, Labour menggerakkan, dan aktivitas seseorang yang sangat manusiawi dari bekerja.

    2. Seorang bebaskan pekerja tidak bisa menjual modal manusia nya untuk menerima pendapatan uang; [itu] adalah jauh dari menjadi harta lancar. Ia tidak menjual ketrampilan nya, tetapi mengontrak untuk menggunakan ketrampilan itu. Bahkan suatu budak, modal manusia siapa dapat dijual, tidak mendapat suatu pendapatan dia- atau dirinya; sebagai ganti(nya), pemilik-budak mendapat/kan pendapatan. Di bawah kapitalisme, mendapat pendapatan, seorang pekerja harus setuju [bagi/kepada] kondisi-kondisi tenaga kerja ( mencakup ketaatan [bagi/kepada] aturan dan direktif)) dari suatu pemberi kerja [siapa] yang ingin mengadakan untuk suatu periode yang spesifik tentang waktu.

    [Alat/ makna] yang belakangan bahwa pemberi kerja harus menerima suatu cukup tingkat laba dari operasi nya, sedemikian sehingga para pekerja harus memproduksi nilai-surplus, yaitu., melakukan pekerjaan di luar yang diperlukan untuk memelihara [kuasa/ tenaga] tenaga kerja mereka. [2] Meskipun [demikian] mempunyai;nikmati ” modal manusia” memberi manfaat beberapa para pekerja, mereka masih bergantung di kekayaan pemilik yang tidak manusia untuk mata pencarian mereka.

    Istilah nampak di artikel Marx’s di artikel New-York Daily Tribune ” Emancipation Question,” Januari 17 dan 22, 1859, walaupun [di/ke] sana istilah digunakan untuk menguraikan manusia [siapa] yang bertindak seperti suatu [modal/ibukota] [bagi/kepada] produsen, dibanding/bukannya di [perasaan/pengertian] yang modern tentang ” [modal/ibukota]-pengetahuan” yang diberkati [bagi/kepada] atau yang diperoleh oleh humans.[3]

    Berdebat tentang ahli ekonomi tenaga kerja Some konsep sudah mengkritik teori Chicago-school, mengaku bahwa itu mencoba untuk menjelaskan semua perbedaan di gaji dan gaji dalam hal dari modal manusia. Konsep dari modal manusia dapat dengan tidak terbatas elastis,, variabel termasuk yang tidak bisa mengukur seperti koneksi atau karakter yang pribadi dengan orang dalam ( via kelompok persaudaraan atau keluarga). Teori ini pasti mempunyai suatu [bagian;saham] yang penting tentang studi di bidang [yang] membuktikan gaji itu dapat lebih tinggi untuk karyawan di aspek selain dari Human Capital. Beberapa variabel yang telah dikenali di literatur dari masa lampau sedikit dekade meliputi, perbedaan dalam upah hari Natal dan jenis kelamin, diskriminasi di pekerjaan menempatkan, dan status yang ekonomi-sosial.

    Gengsi dari suatu surat kepercayaan diplomatik mungkin (adalah) sepenting seperti pengetahuan diperoleh dalam menentukan nilai dari suatu pendidikan. ini Menunjuk [bagi/kepada] keberadaan dari ketidaksempurnaan pasar seperti bersaing-bukan segmentasi pasar tenaga kerja dan kelompok. Di pasar tenaga kerja yang terbagi-pagi, ” kembali[kan di modal manusia" berbeda antar[a] segmen atau kelompok pasar tenaga kerja yang comparably trampil. Suatu contoh dari ini adalah diskriminasi melawan terhadap karyawan wanita atau minoritas.

    Mengikuti Becker, literatur modal manusia sering membedakan antara ” spesifik”” dan ” ” umum”” modal manusia. Modal manusia yang spesifik mengacu pada pengetahuan atau ketrampilan yang adalah bermanfaat hanya untuk industri atau pemberi kerja yang tunggal, sedangkan modal manusia yang umum ( seperti melek huruf)) adalah berguna bagi semua pemberi kerja. Ahli ekonomi memandang modal manusia perusahaan yang spesifik [sebagai/ketika] dengan tak terpisahkan penuh resiko,, [karena;sejak] kemunduran industri atau penutup yang dipastikan yang didorong kearah ketrampilan yang tidak bisa ditransfer ( bukti di yang kwantitatif pentingnya [modal/ibukota] perusahaan yang spesifik adalah belum terpecahkan).).

    Modal manusia adalah pusat untuk berdebat sekitar kesejahteraan, pendidikan, pengunduran diri dan pelayanan kesehatan.

    Mobilitas antar[a] There negara-negara adalah suatu debat yang global mengenai kaum wanita distribusi dari modal manusia. Ini adalah paling ditunjuk berkenaan dengan dididik individu, [siapa] yang secara khas berpindah tempat dari tempat yang lebih miskin ke tempat yang lebih kaya yang mencari-cari kesempatan, pembuatan ‘ kaya lebih kaya dan lemah/miskin lebih miskin’.’. Kapan para pekerja berpindah tempat, pendidikan dan kepedulian awal mereka [yang] secara umum bermanfaat bagi negeri di mana mereka bergerak ke pekerjaan. Dan, ketika mereka mempunyai permasalahan kesehatan atau mengundurkan diri, pensiun/rumah penginapan pengunduran diri dan kepedulian mereka akan secara khas disetor ke rekening negeri yang baru.

    Negara-Negara dari Afrika sudah melibatkan argumentasi ini berkenaan dengan perbudakan, lain orang-orang yang dijajah sudah melibatkan ia/nya berkenaan dengan ” mengalirnya tenaga ahli” atau ” penerbangan modal manusia” yang terjadi ketika individu yang paling berbakat ( mereka yang mempunyai kebanyakan modal individu) berangkat menuju kesempatan atau pendidikan [bagi/kepada] menjajah negeri ( menurut sejarah, Perancis dan Inggris dan U.S.A.). Bahkan di Canada dan bangsa-bangsa maju yang lain, hilangnya modal manusia dipertimbangkan sebagai suatu masalah yang hanya dapat jadilah offset oleh mendukung lebih lanjut modal manusia dari negara-negara lebih miskin via imigrasi. Bagaimanapun, dampak yang ekonomi tentang imigrasi ke Canada dapat diuraikan seperti dicampur paling baik.

    Sepanjang akhir-akhirnya yang 19th dan awal berabad-abad yang 20th, modal manusia di Amerika Serikat menjadi dengan sangat lebih yang berharga seperti kebutuhan akan tenaga terampil datang dengan kemajuan teknologi newfound. Abad 20 adalah sering dipuja-puja [ketika;seperti] ” abad modal manusia” dengan sarjana seperti Claudia Goldin. Selama periode ini [adalah] suatu gerakan massa yang baru ke arah pendidikan yang sekunder yang menyiapkan jalan bagi suatu transisi untuk berkumpul pendidikan yang lebih tinggi. proses dan Teknik yang baru memerlukan pendidikan lebih lanjut dibanding norma dari pendidikan yang diterima di sekolah yang utama, yang [dengan] begitu menuju/mendorong ciptaan dari lebih disusun pendidikan yang diterima di sekolah ke seberang bangsa. Advance diproduksi ini suatu kebutuhan untuk lebih banyak tenaga terampil, yang yang disebabkan gaji dari penempatan/pendudukan yang memerlukan lebih banyak pendidikan untuk dengan sangat berbeda/ menyimpang dari gaji dari orang-orang yang memerlukan lebih sedikit. Perangsang penyimpangan yang diciptakan ini untuk individu untuk menunda memasuki pasar tenaga kerja untuk tujuan memperoleh lebih banyak pendidikan. ” Pergerakan sekolah menengah” yang telah ubah sistem yang bidang pendidikan untuk [masa/kaum] muda di Amerika. Dengan (pelajaran) pelengkap menyatakan keterlibatan, pergerakan sekolah menengah yang dimulai pada orang desa berterus terang dengan bantuan dari masyarakat. Terutama sekali masyarakat dengan distribusi lebih sama kaya dan populasi yang lebih homogen. Sebagai tahun di sekolah menengah yang ditambahkan lebih dari sepuluh persen [bagi/kepada] suatu individu income,post-elementary daftar biaya pengiriman barang-barang wisuda/pembagian derajat dan pendaftaran sekolah meningkat dengan mantap sepanjang abad 20. U.S.

    sistem dari pendidikan ditandai untuk sebagian besar abad 20 oleh satu set kebaikan yang dimasukkan di depan umum dibiayai pendidikan massa yang sekunder yang bersikap terbuka dan memaafkan, akademis namun praktis, hal-hal duniawi,, jenis kelamin netral,, dan yang dibiayai oleh kecil,, secara fiskal daerah yang mandiri. Ini awal pengertian yang mendalam ke dalam kebutuhan akan pendidikan yang dipertimbangkan untuk suatu penting menyela produktivitas AS dan kemakmuran yang ekonomi, ketika dibandingkan ke dunia yang lain para pemimpin pada ketika.

    [Hak/ kebenaran] dan kebebasan untuk individu untuk bepergian dan kesempatan, di samping perkecualian beberapa yang historis seperti Soviet bloc dan nya ” Tirai besi”, nampak untuk secara konsisten berberat lebih (dibanding) [hak/ kebenaran] dari negara-bangsa yang memelihara dan mendidik [mereka/nya]. Sese]Orang harus pula ingat bahwa kemampuan untuk mempunyai mobilitas dengan salam ke tempat mana orang-orang ingin pindah;gerakkan dan bekerja menjadi bagian dari modal manusia mereka. Mampu pindah;gerakkan dari satu area [bagi/kepada] yang berikutnya adalah suatu kemampuan dan suatu manfaat dari mempunyai;nikmati modal manusia. Untuk membatasi orang-orang dari melakukan sehingga adalah untuk dengan tak terpisahkan menurunkan modal manusia mereka.

    Debat menyerupai, di luarnya, ini bahwa mengenai kekayaan alam.

    Lihat juga ” [Modal/Ibukota] ( ekonomi)

    ” akumulasi modal ” Berperan besar atau biaya ” Lima Capitals ” Management modal manusia ” Teori pengembangan manusia ” Modal individu ” Intervi [modal/ibukota] ” [Modal/Ibukota] yang intelektual ” Tenaga kerja menggerakkan ” Kekayaan alam ” [Yang] tidak hanya For Profit ” Modal sosial

  17. Dinar Ramadani said

    Dinar Ramadani
    Pend. S1 Tata Busana 2007
    5525072524

    Investasi sumber daya manusia (Human capital Investment) di negara Indonesia adalah kesehatan dan pendidikan. KENYATAAN di lapangan menunjukkan, meski kesehatan sudah lama dipahami sebagai tujuan utama dan sekaligus hasil penting dalam suatu pembangunan, perlunya investasi di bidang kesehatan untuk menurunkan angka kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi, kerap terlupakan.
    pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis
    manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran
    individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan
    ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang
    diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.
    Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini
    dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan.
    Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh
    karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah
    sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di
    Indonesia akhir-akhir ini.

    http://kompas-cetak.com
    http://www.cyberschooldps.net

  18. SUCI WIDIYANINGSIH
    5525072541
    tabus 07
    Bekerja keras Human Capital Investment dan Markets di Michigan:

    Menghadapi tantangan dan Strategies Rebecca M.M. And James M. yang kosongM. Sallee University dari Michigan February 2006 Contact Information:

    Rebecca M. Dekan yang kosong, Gerald R.R. Mengarungi School dari Public Policy 440 Lorch Hall 611 Tappan Street University dari Michigan Ann Arbor, MI 48109-1220 734-763-2258 blank@umich.edu Prepared untuk Maret 14, 2006, konferensi ” Di mana We Go From Here? Suatu Agenda-Setting Conference untuk Economic Issues Facing Michigan,” co-sponsored oleh Center untuk Michigan, Gerald R.R. Mengarungi School dari Public Policy ( Universitas dari Michigan) dan Center untuk Local, State, dan Urban Policy di Ford School.

    2 Bekerja keras Human Capital Investment dan Markets di Michigan:

    Menghadapi tantangan dan Strategies One dari sumber daya paling utama yang ekonomi dalam suatu status angkatan kerja nya. Suatu angkatan kerja yang dididik adalah produktif,, mendapat gaji tinggi dan menyediakan suatu dasar yang kuat dari belanjaan ekonomi dan sumber daya yang yang dapat dikenakan pajak. Riset menyatakan bahwa pantas tidaknya dan ketrampilan dari angkatan kerja lebih penting untuk keputusan penempatan perusahaan yang baru dibanding faktor yang lain. Lagipula, pendidikan adalah juga dihubungkan dengan keterlibatan kewarganegaraan yang lebih besar, berkisar antara lebih banyak keikutsertaan di pengambilan keputusan yang politis ke keterlibatan lebih berkenaan dengan orangtua di sekolah yang lokal.

    Jika Michigan akan membangun suatu dasar kuat yang ekonomi untuk masa depan, [itu] harus membangun suatu angkatan kerja trampil dan yang fleksibel. Yang pertama bagian dari catatan/kertas ini meneliti perubahan di angkatan kerja Michigan (di) atas masa lalu 25 tahun, membandingkan Michigan [bagi/kepada] lain negara yang dekat dan [bagi/kepada] bangsa secara keseluruhan. [Part;Bagian] yang kedua memusat di angkatan kerja yang masa depan, memperhatikan hasil bidang pendidikan di status. [Part;Bagian] yang yang ketiga mendiskusikan area kunci yang strategis di mana kebijakan boleh jadi ditargetkan untuk meningkatkan kekuatan pekerja yang sekarang dan yang akan datang di Michigan.

    Labor Market di Michigan: yang demografis,, Wages Like dan Employment kekuatan pekerja sepanjang;seluruh Amerika Serikat, kekuatan pekerja di Michigan telah menjadi terus meningkat mendidik dari waktu ke waktu. Orang yang dipensiunkan yang lebih tua mempunyai pendidikan yang lebih rendah, di rata-rata, dibanding peserta pasar tenaga kerja yang baru, [sebagai/ketika/sebab] tingkatan pendidikan sudah dibangkitkan sepanjang;seluruh populasi. Grafik [bar/palang] di Gambar 1a menunjukkan [bagian;saham] dari berbagai zaman populasi Michigan 18-65 di 2004 di lima kategori ketrampilan: hilang-data sekolah menengah, mereka yang mempunyai suatu derajat tingkat sekolah menengah saja, mereka yang mempunyai beberapa [menempatkan/ poskan] pelatihan sekolah menengah ( tetapi tak satu gelar sarjana 4-year pun), 3 mereka yang mempunyai suatu gelar sarjana 4-year saja, dan mereka yang mempunyai pelatihan lulusan. Untuk/Karena perbandingan, kita juga menunjukkan U.S. populasi ikut serta dalam masing-masing dari kategori ini. Berita gembira adalah Michigan itu mempunyai lebih sedikit hilang-data sekolah menengah dibanding nasional rata-rata; 9.5% dari populasi Michigan mempunyai kurang dari suatu derajat tingkat sekolah menengah (me)lawan 13.5% di U.S. Berita yang tidak baik adalah Michigan itu mempunyai lebih sedikit lulusan perguruan tinggi-[pos/tonggak] dan perguruan tinggi dibanding nasional rata-rata; 24.3% dari populasi Michigan’s mempunyai suatu gelar sarjana 4-year atau lebih (me)lawan 26.6% di U.S. Michigan mempunyai lebih para orang dengan hanya suatu derajat tingkat sekolah menengah atau dengan beberapa post-High pelatihan sekolah tetapi terus-menerus: dengan tak ada hentinya 4-year gelar sarjana.

    Gambar 1b menunjukkan uraian populasi Michigan’s [oleh/dengan] [ras/lomba]. Michigan mempunyai suatu [bagian;saham] yang lebih tinggi dari para orang hitam, yang non-Hispanic ( 13.1% (me)lawan 11.9% untuk/karena U.S.) tetapi jauh lebih sedikit Hispanic para orang (3.2% (me)lawan 13.6% untuk/karena U.S.) dibanding bangsa secara keseluruhan. Sisa dari populasi, yang meliputi (orang) yang lain dan orang kulit putih yang non-Hispanic, adalah di atas nasional rata-rata.

    Kecenderungan di data ini dari waktu ke waktu menunjukkan bahwa pendidikan tingkat populasi Michigan’s sehubungan dengan U.S. populasi belum ubah banyak di masa 25 lalu tahun.

    Antar[A] 1979 dan 2004, Michigan lihat suatu kemunduran yang lebih cepat dalam populasi nya dengan suatu derajat tingkat sekolah menengah atau kurang dari di U.S. secara keseluruhan; di Michigan, [bagian;saham] pergi dari 65.5% sampai 43.8%; di U.S. [itu] pergi dari 62.5% untuk 44.5%. Perbedaan ini adalah hampir sungguh pasti tiba banjir/penerangan yang secara relatif kecil tentang imigran Hispanic, [siapa] yang [tuju/ cenderung] untuk mempunyai tingkatan pendidikan yang lebih rendah, ke dalam Michigan (me)lawan bagian lain dari negeri itu. Di antara lebih dididik,, tak sehat sisa Michigan yang nasional rata-rata dan telah (menjadi) di bawah itu rata-rata untuk masa lalu 25 tahun. ( Catatan tambahan Tabel 1 populasi pertunjukan ikut serta dalam Michigan dan U.S. di 1979 dan 2004 untuk berbagai populasi menggolongkan.)

    sumber :publik.brawijaya.ac.id

  19. TIA UTAMI said

    TIA UTAMI
    pend. Tata busana 2007
    5525072544

    Ada faktor banyak orang yang berperan untuk pengembangan manusia dari suatu ahli teori bangsa Several yang terkemuka menyatakan bahwa banjir/penerangan dari investasi, asing melalui/sampai korporasi yang multinasional dan domestik melalui/sampai modal manusia seperti halnya korporasi yang multinasional, adalah penting di analisa dari pengembangan manusia. Karena ini belajari kita akan menyelidiki tiga daerah, Asia, Amerika Latin dan Sub-Saharan Africa untuk lihat mempengaruhi apa [yang] modal manusia dan korporasi multinasional [adalah] pasti mempunyai di daftar biaya pengiriman barang-barang pengembangan manusia.

    Asia, Amerika Latin dan Sub-Saharan Africa di/terpilih sebab pajangan daerah masing-masing perpecahan antar[a] mengembang;kan negara dan macet negara. Masing-Masing daerah mempunyai populasi besar dan suatu sejarah dari underdevelopment dan kedaerahan, tetapi tanggapan mereka ke investasi modal manusia dan korporasi yang multinasional telah (menjadi) berjenis-jenis.. Amerika Latin dan Asia terdiri dari beberapa dari dengan cepat bangsa-bangsa sedang berkembang di dunia; sebagian dari negara-negara ini mempunyai laju pertumbuhan yang menempatkan [mereka/nya] di suatu jalan peluru untuk menjadi negara-negara yang paling kaya di dunia, di dalam abad ini. Di kontras, negara Sub-Saharan African hanya meliputi yang lebih dari separuh-satu dari satu dunia GDP, dan jalan peluru pertumbuhan mereka menunjukkan tak lain hanya lebih banyak yang sama dalam abad yang akan datang. Kita percaya bahwa (di) atas masa lalu 35 tahun banjir/penerangan dari investasi modal manusia dan korporasi multinasional pasti mempunyai barang kepunyaan hal negatif dan hal positif kedua-duanya di pengembangan manusia di Asia, Sub-Saharan Africa dan Amerika Latin. Secara rinci, riset ini akan menyelidiki saling mempengaruhi antar[a] dua faktor, investasi modal manusia dan korporasi yang multinasional dan efek kumulatif dan individu mereka di pengembangan manusia di Asia, Amerika Latin dan Sub-Saharan Africa.

    teori neoklasikal Growth The dan Modal manusia dari pertumbuhan ekonomi mendukung bahwa . ini adalah hasil dari akumulasi dari [modal/ibukota] phisik dan [tentang] pembesaran dari kekuatan pekerjaan yang kombinasikan dengan produktivitas peningkatan kemajuan yang teknologi [modal/ibukota]. Bagaimanapun, mereka tidak kata[kan segalanya tentang bagaimana [itu] dapat mempercepat kemajuan teknologi.

    Pada awal ‘ 90 dekade, Paul Romer ( 1990), dan Robert Lucas ( 1988)

    yang ditekuni suatu teori yang baru tentang pertumbuhan ekonomi yang mencoba untuk menentukan efek dari modal manusia di laju pertumbuhan negara-negara. Mereka mencoba untuk mengkonfirmasikan bahwa kekuatan yang riil yang pindah;gerakkan kemajuan yang ekonomi adalah daya produksi dari individu itu. [Adalah] meningkat/kan di produktivitas tidaklah hanya diberi oleh suatu faktor yang exogenous kalau kiranya tidak faktor endogin yang berbeda terkait dengan perilaku dari agen yang bertanggung jawab untuk akumulasi dari faktor produksi dan nya tingkat pengetahuan. Mereka mempertunjukkan bahwa proses produksi yang utuh bermanfaat bagi dengan hal luar yang positif yang dihasilkan dengan pendidikan. Suatu populasi paling dididik gunakan [modal/ibukota] lebih secara efisien, memperkenalkan inovasi di format produksi dan menghamburkan gagasan. Dengan cara ini pengangkatan/tingginya di tingkatan pendidikan meningkat/kan semua efisiensi faktor produksi. sekunder Keuntungan-Keuntungan pengajaran juga membantu ke arah menjelaskan aspek yang penting dari hubungan antar[a] [modal/ibukota] phisik dan pertumbuhan ekonomi.

    Teori yang sebelumnya tentang pertumbuhan yang didukung hasil [modal/ibukota] yang marginal itu mengurangi dengan akumulasi modal, sebab efisiensi ber/kurang dan [itu] menurunkan tingkat tarip pertumbuhan ekonomi.

    Bagaimanapun banyak negara-negara dengan akumulasi modal sudah mencapai daftar biaya pengiriman barang-barang yang tinggi tentang pertumbuhan dan 6 sudah mendukung itu. Model ini menunjukkan bagaimana hasil penyusutan [modal/ibukota] yang marginal sedang mengganti-rugi di ukuran yang tertentu oleh peningkatan dari menghasilkan efisiensi pendidikan yang diterima di sekolah.

    Negara teori modal manusia yang individu perbedaan di produktivitas dan ketrampilan menjelaskan perbedaan di nafkah ke seberang individu. Periode waktu yang lebih panjang ketrampilan dapat menyediakan suatu hasil, semakin mungkin perorangan pilih untuk menanam modal dalam modal manusia. Menurunkan biaya-biaya dari investasi modal manusia, semakin mungkin perorangan pilih untuk menanam modal dalam modal manusia. Jika individu adalah pasien, kemudian individu akan lebih mungkin terlibat dalam investasi modal manusia. Peluang yang lain yang lebih buruk, semakin mungkin individu akan pilih investasi. Oleh karena itu model modal manusia menyediakan meyakinkan penjelasan mengapa beberapa para pekerja mendapat lebih dari (orang) yang lain. [Sebagai/Ketika/Sebab] para pekerja memperoleh lebih banyak ketrampilan melalui/sampai modal manusia.

    Di konteks ini kita mencoba untuk meneliti hubungan yang empiris antar per kapita tingkatan modal manusia dan laju pertumbuhan ( menggunakan [sebagai/ketika/sebab] variabel wakil: utama, sekunder dan pendaftaran sekolah menengah).

    Mengikuti metodologi dari Barro ( 1995) negara-negara yang terpilih dibandingkan di suatu studi potongan melintang yang internasional. Kita membuat lima kemunduran yang menggunakan GDP per kapita laju pertumbuhan sebagai variabel bergantung dan variabel: tingkat GDP per kapita di 1965, tingkat pendidikan yang diterima di sekolah utama, sekunder dan yang lebih tinggi di tahun 1965, pengharapan hidup, tingkat kesuburan dan variabel imitasi/tiruan [sebagai/ketika] regressors.

    Sebab heterocedasticas bisa jadilah suatu masalah yang umum di analisa panampang-lintang, kemunduran telah selesai menggunakan metoda paling sedikit yang biasa yang bujur sangkar yang disesuaikan untuk Perjanjian heterocedasticas yang putih

    Sumber : https://dspace.widyatama.ac.id

  20. Dinar Ramadani
    Pend. Tata Busana 2007
    5525072524

    HUMAN CAPITAL INVESTMENT
    Investasi sumber daya manusia (Human capital Investment) di negara Indonesia adalah kesehatan. KENYATAAN di lapangan menunjukkan, meski kesehatan sudah lama dipahami sebagai tujuan utama dan sekaligus hasil penting dalam suatu pembangunan, perlunya investasi di bidang kesehatan untuk menurunkan angka kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi, kerap terlupakan.
    Pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan.
    Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini.

    http://kompas-cetak.com
    http://www.cyberschooldps.net

  21. LAILA KHAIRANI
    5525072526
    IKK
    Investasi sumber daya manusia (SDM) bukan hanya tanggung jawab salah satu sektor pembangunan, tetapi tanggung jawab multisektoral di dalam satu kesatuan secara integral. Di antara sektor-sektor penting yang secara langsung memiliki kontribusi terhadap pengembangan kualitas SDM adalah pendidikan, peningkatan gizi dan kesehatan, program kependudukan, dan pembinaan olahraga. Namun, dari berbagai bentuk investasi SDM tersebut, pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan SDM, dengan anggapan bahwa semakin terdidik seseorang, semakin tinggi pula kesadarannya terhadap kesehatan, partisipasi politik, dan keluarga berencana. Investasi SDM tersebut dilakukan oleh berbagai jenis pelakunya, baik oleh individual atau keluarga, lembaga-lembaga swasta, maupun pemerintah, bergantung pada siapa yang mengeluarkan biaya dan apa tujuannya. Biaya investasi terdiri atas biaya langsung (direct cost), seperti uang sekolah (SPP), biaya transportasi, biaya pemondokan, gaji guru, biaya sarana atau prasarana, dan biaya, dan biaya tidak langsung (indirect cost) yang berupa biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri

    Sumber: Gunadarma University Copyright@2007
    All Rights Reserved

  22. Oleh: DIAN FITRI MARGARETH
    5525072528 (PEND.TATA BUSANA / S1)
    FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
    Tugas IKK (HUMAN CAPITAL INVESMENT)
    Sampai sekarang, agaknya pendidikan masih dianggap sebagai investasi nasional. Investasi terhadap manusia dengan kata lain dapat dikatakan dengan istilah “investasi dalam kemampuan manusia” atau dalam istilah yang lebih umum adalah “sumber daya manusia”.
    Suatu negeri tetap miskin karena investasi dalam kemampuan manusianya juga kecil. Untuk mengentaskan keadaan ini sangat diperlukan peningkatan dan pengembangan potensial dan tepatnya adalah peningkatan keterampilan dan pengetahuan dari segenap warganya.
    Keadaan dan eksistensi negara ini pada masa datang sangat ditentukan oleh investasi sumber daya manusia sekarang ini dapat kita sorot ke dalam dunia pendidikan.

    Sumber: KEMEROSOTAN DAYA TARIK SEKOLAH (marjohan)

  23. Yuli Indraswari said

    Pend. Tata Busana 07
    5525070365
    human capital investment

    Investasi adalah merupakan sebuah kata yang sudah sering kita dengar dan sangat
    banyak orang yang mengucapkannya, sehingga kata-kata ini sudah akrab sekali
    ditelinga kita. Kata investasi ini secara sederhana dapat diartikan sebagai
    penanaman modal yang sifatnya lebih banyak mengarah kepada eksplorasi sumber
    daya alam yang dimiliki sebuah daerah yang potensial sedangkan yang kita maksud
    di sini adalah eksplorasi sumber daya manusia.
    Pembangunan ekonomi dan pembangunan fisik saja hanya akan melahirkan
    generasi-generasi yang konsumtif dan tidak memiliki kreratifitas yang memadai
    sehingga yang pada akhirnya akan melahirkan generasi yang pemalas tentunya akan
    menjadi beban bagi bangsa kita. Banyaknya peminat untuk menjadi Calon Pegawai
    negeri Sipil (CPNS) di Sumatera Barat menunjukkan bahwa mentalitas generasi
    hari lebih banyak menggantungkan nasibnya kepada pemerintah dan tidak memiliki
    kreatifitas untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, siapa yang salah dalam
    hal ini pemerintahkah, lembaga pendidikan atau yang lainnya? Tulisan sederhana
    ini tidak untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar tetapi sebagai
    bahan renungan bagi kita bahwa saat ini kita sedang berada pada masa kemunduran
    dari berbagai aspek.
    Pengembangan sumber daya manusia sangat mujarab untuk keluar dari
    keterbelakangan dan kesengsaraan, dengan memiliki sumber daya manusia yang
    handal kita bisa mengeksplorasi hasil alam yang kita miliki, disamping itu
    sumber daya manusia yang handal tidak akan pernah habis sedangkan sumber daya
    alam ketersediaannya sangat terbatas, Jepang adalah salah satu bukti
    keberhasilan dalam pengembangan sumber daya manusia yang lebih dominan potensi
    manusia daripada alamnya.
    Investasi pendidikan ini bisa dilakukan misalnya dengan mendirikan sebuah
    sekolah yang berkualitas unggul yang dipersiapkan untuk putra putri daerah
    yang mempersiapkan siswanya untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan
    tinggi, kemudian menyekolahkan mereka yang lulusan terbaik ke perguruan tinggi
    yang bonafit sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa tersebut
    sampai jenjang pendidikan strata 2 dan strata 3, mereka diarahkan untuk
    mengambil spesialisasi keilmuan yang berbeda sehingga bisa dijadikan modal
    untuk membangun daerah masa yanga akan datang. Tetapi yang tak kalah pentingnya
    adalah bagaimana memberikan pendidikan murah bahkan kalau perlu pendidikan
    gratis yang berkualitas kepada masyarakat sehingga dengan adanya upaya ini
    pemerataan kesempatan belajar kepada masyarakat miskin dapat dilaksanakan. Saat
    ini banyak kita lihat anak yang masih usia belajar tetapi terpaksa out dari
    sekolah disebabkan oleh dana tidak ada sementara pemerintah belum mampu untuk
    memberikan pendidikan gratis, hal ini sangat memprihatinkan kita semua,
    sementara koruptor masih saja berkeliaran di negeri ini. Oleh sebab itu untuk
    pemuda putus sekolah ini pemerintah daerah harus memberikan sebuah life skill
    kepada mereka sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki sehinggga mereka
    memiliki bekal hidup yang bisa dijadikan modal untuk mencari pekerjaan atau
    menciptakan lapangan kerja, hal ini akan membantu pemerintah dalam
    menanggulangi pengangguran dan kemiskinan. Apabila konsep sederhana ini
    diterapkan besar harapan prospek yang bagus dan menjanjikan sedang menunggu
    kita semua.

  24. Ika vinancya said

    Ika vinancya

    5525072527
    Tata busana S1 reguler

    human capital investment atau yang dikenal juga dengan investasi sumber daya manusia merupakan modal awal seseorang dalam melakukan suatu kegiatan perekonomian, yaitu segala potensi yang ada dalam diri manusia seperti kreatifitas, pendidikan/ ilmu seseorang, mental yang kuat ataupun kegigihan serta loyalitas, yang dapat digali dan dimanfaatkan dalam pengolahan sumber-sumber lain dalam kegiatan ekonomi.

    Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).

    Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional

    Sumber :Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya di Jakarta.

  25. DESSI K ASRINI said

    Dessi K Asrini
    5525072535
    Pend. Tata Busana S1 Reguler

    Human capital investment merupakan suatu investasi sumber daya manusia. Yang dapat berupa pendidikan jasmani maupun rohani. Hal ini mengingat pendidikan merupakan salah satu faktor penentu yang dapat membebaskan masyarakat dari kemiskinan struktural serta mengingat pentingnya pendidikan bagi anggota rumah-tangga yang ditinjau dari life-cycle hypothesis dan human capital investment theory.

    Barang-2 dibagi dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut:

    1. Kebutuhan dasar atau basic needs / necessities yang menentukan kelangsungan hidup manusia, seperti makanan, sandang dan perumahan.
    2. Kebutuhan sekunder adalah barang-barang yang memudahkan kehidupan, tanpa
    barang ini manusia masih dapat hidup, seperti pendidikan, mobil, komputer, dan lainlain
    3. Kebutuhan tertier adalah barang-barang yang merupakan asesori hidup seperti sound
    system, compact disc dan lain-lain serta juga ketenteraman/kebahagiaan di hari tua.

    Dalam mengkonsumsi ketiga jenis barang tersebut, sebuah rumah-tangga akan mengikuti life-cycle hypothesis yang diajukan oleh Modigliani (Dornbusch and Fischer, 1984), bahwa sebuah rumah-tangga akan mengalokasikan anggarannya secara optimal untuk konsumsi yang stabil (smooth consumption) selama hidup didunia ini. Tingkat pendapatan awal sebuah rumah-tangga sangat ditentukan oleh alokasi dana untuk investasi sumber daya manusia yang dilakukan oleh orangtuanya.

    Dalam hal ini sampai seberapa jauh orangtua menanamkan dananya untuk kepentingan pendidikan seorang anak. Sesuai dengan human capital investment theory, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan memberikan tingkat pendapatan yang lebih baik pada
    bidangnya. Investasi pada sumber-daya manusia tidak hanya dalam bentuk pendidikan, namun juga dalam bentuk pengalaman kerja dan kesehatan. Selanjutnya life-cycle hypothesis, human capital investment theory dan kerangka prioritas konsumsi tetap dipakai untuk menjelaskan bagaimana rumah-tangga mengkonsumsi barang . keberhasilan pola konsumsi yang Islami ini sangat tergantung pada perencanaan sejak dini dalam bentuk persiapan persiapan human capital investment guna mengantisipasi life-cycle hypothesis, bahwa suatu saat orang akan menjadi tua dan tidak produktif.

  26. chairunnisa
    5525072540
    pend.tata busana reg’07

    Pengertian dan Pengukuran Human Capital

    Pengertian dan pengukuran human capital. Teori human capital adalah suatu pemikiran yang menganggap bahwa manusia merupakan suatu bentuk kapital atau barang modal sebagaimana barang-barang modal lainnya, seperti tanah, gedung, mesin, dan sebagainya. Human capital dapat didefinisikan sebagai jumlah total dari pengetahuan, skill, dan kecerdasan rakyat dari suatu negara.

    Investasi tersebut (human capital) dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat konsumsi yang lebih tinggi di masa yang akan datang. Walaupun kontroversi mengenai diperlakukannya human resources sebagai human capital belum terselesaikan, namun beberapa ekonom klasik dan neo-klasik seperti Adam Smith, Von Threnen, dan Alfred Marshall sependapat bahwa human capital terdiri dari kecakapan-kecakapan yang diperoleh melalui pendidikan dan berguna bagi semua anggota masyarakat. Kecakapan-kecakapan tersebut merupakan kekuatan utama bagi pertumbuhan ekonomi.

    Di samping masih adanya perbedaan pendapat mengenai konsep human capital, juga terdapat perbedaan pendapat mengenai pengukurannya. Menurut Mary Jean Bowman perbedaan pendapat tersebut bersumber pada dua hal, yaitu Pertama mengenai persoalan apakah kapital (human capital) itu sebagai persediaan (store) ataukah sebagai input terhadap produksi. Kedua, berkenaan dengan pembobotan. Dalam pembobotan ini terlihat adanya upaya-upaya untuk memperlakukan ukuran-ukuran kuantitatif dan kualitatif dalam satuan-satuan human capital. Namun belum ada kesepakatan mengenai perlakuan pengukuran kuantitatif dalam human capital. Suatu ukuran pendididikan yang diwujudkan dalam labor force dapat digunakan untuk mengubah kualitas menjadi kuantitas. Komponen-komponen pendidikan kemudian menjadi variabel yang spesifik yang dapat dibandingkan dengan kapital fisik, dan ukuran angkatan kerja dalam pertumbuhan ekonomi. Sebagai konsekuensinya, maka satuan kapital didefinisikan dalam pengertian yang terbatas, yaitu dalam labor force, yang dapat diukur dengan beberapa cara, antara lain ialah:

    Number of school years

    Efficiency-equivalence units

    Base-year lifetime earned income

    Approximations to base year real cost

    Approximations to current real cost

    Ada beberapa persoalan pengukuran pembentukan human capital menurut pendekatan dasar biaya. Ukuran-ukuran pembentukan kapital neto menemui beberapa kesulitan, antara lain.

    Berkenaan dengan masalah kompleksnya hubungan antara konsumsi dan investasi.

    Adalah berkenaan dengan bagaimana memperlakukan pengangguran dalam memperkirakan opportunity cost.

    Pengembangan Sumber Daya Manusia

    Bahwa sumber daya ada tiga macam, yaitu sumber daya alam (natural resources), sumber daya manusia (human resources), dan sumber daya modal (capital resources).Yang dibahas di sini adalah sumber daya manusia yang titik beratnya pada modal manusia (human capital). Tujuan dari pengembangan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan mutunya dan penggunaannya. Tentang tujuan ini dikemukakan secara singkat dalam Statement Budapest dan Jakarta Plan of Action. Ada dua aspek utama dalam pengembangan sumber daya manusia, yaitu aspek mikro, yaitu yang berkenaan dengan pengembangan pribadi, dan aspek makro, yang berkenaan dengan sarana, fasilitas, dan iklim yang berkenaan dengan pengembangan pribadi.

    Sumber Buku Ekonomi Pendidikan Karya Abdullah N.S.

  27. Silvia Anggraini said

    Silvia Anggraini
    5525072531
    Pend. Tata Busana

    Human capital investment merupakan suatu investasi sumber daya manusia.
    Berubahnya struktur dan mekanisme kerja dalam lingkungan organisasi pemerintah menuntut aparaturnya untuk memiliki wawasan, pengetahuan, skill, pola pikir, dan cara baru yang sesuai dengan kebutuhan organisasi pemerintah. Untuk beradaptasi pada situasi yang baru menuntut aparatur pemerintah harus kreatif, inovatif proaktif dan berwawasan entrepreneurial.

    Sumber daya manusia tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu aset terpenting bagi organisasi pemerintah, peranan sumber daya manusia bagi organisasi tidak hanya dilihat dari hasil produktifitas kerja tetapi juga dapat dilihat dari kualitas kerja yang dihasilkan. Bahkan lebih jauh keunggulan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keunggulan daya saing manusianya, bukan ditentukan lagi oleh sumber daya alamnya. Semakin kuat pengetahuan dari sumber daya manusia suatu negara akan semakin kuat daya saing negara tersebut.

    Terlebih lagi realitas saat ini, dunia memasuki era globalisasi yang menghadapkan pemerintah daerah pada kondisi persaingan yang sangat tajam tidak hanya dalam ruang lingkup lokal, regional tetapi juga global. Persaingan yang terjadi mengharuskan pemerintahan daerah untuk merubah dan menggeser fungsi – fungsi manajemen sumber daya manusia yang selama ini hanya dianggap sebagai kegiatan administratif semata seperti perekrutan pegawai , staffing, koordinating yang dilakukan oleh kepegawaian. Perubahan yang dilakukan adalah perubahan fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi di dalam organisasi menjadi aliansi strategik kerja sama. Bersama–sama bagian lainnya mencapai sasaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah serta memiliki fungsi perencanaan yang sangat strategik dalam organisasi pemerintahan.

    Karena itu perubahan lingkungan strategik baik politik, ekonomi, sosial dan tehnologi yang begitu sangat cepat menuntut pemerintahan daerah harus mampu belajar untuk beradaptasi pada perubahan lingkungan yang terjadi apabila tidak mau kalah atau tertinggal dalam ranah persaingan tersebut. Persaingan dalam aspek dimasa kini maupun di masa depan bertumpu pada persaingan pengetahuan ( Knowledge Based Competition ), sehingga mengharuskan pemerintah daerah dapat memanajemen pengetahuan sumber daya manusia dari sentralisasi menjadi desentralisasi, yang berimplikasi semakin mandirinya peranan pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya manusianya.

    Kemandirian pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya manusia tentunya memberikan kebebasan dalam melakukan pengelolaan terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya tetapi di sisi lain apabila tidak dapat memanfaatkan dengan baik kewenangan yang dimiliki akan menyebabkan penurunan kualitas profesional aparatur.

    Amanat Undang – Undang nomor 43 Tahun 1999 tentang pokok – pokok kepegawaian sebagai bingkai pengelolaan manajemen sumber daya manusia aparatur pemerintahan secara substansi menekankan bahwa sumber daya aparatur / PNS hendaknya lebih profesional dalam menjalankan fungsinya baik sebagai pelaksana pembangunan, pemerintahan maupun sebagai pelayan masyarakat , dan dituntut netral dari kepentingan politik maupun golongan .

    Pola hubungan masyarakat dan pemerintah yang menjadi rasional sebagai Hakekat desentralisasi (otonomi daerah) memberikan ruang interaksi yang mendekatkan masyarakat dengan pemerintah daerah , fenomena tersebut tentunya mempunyai implikasi langsung terhadap kesiapan sumber daya manusia dalam merespon dan mengantisipasi semakin cerdasnya masyarakat yang pada gilirannya menuntut semua proses pemerintahan maupun kebijakan tidak sekedar efektif tetapi juga partisipatif. Untuk itu kemampuan profesionalisme sumber daya manusia daerah dipertaruhkan.

    Secara umum, Organisasi yang sehat adalah organisasi yang dapat melakukan tugas dan fungsinya secara benar. Kepincangan dalam salah satu sub sistem akan mengakibatkan terganggunya kelancaran organisasi itu. Jenis kepincangan atau penyakit itulah yang menentukan perlu tidaknya Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat ).

    Diklat tidak ubahnya dengan pendidikan umum lainnya, dimana hasilnya ada kemungkinan yang tidak dapat dirasakan dan dilihat dengan segera. Diklat adalah upaya manusia untuk memahami kebutuhan dan kepentingan anggota dalam menjawab perubahan – perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi.

    Untuk melaksanakan suatu kegiatan diklat diperlukan pengetahuan dan ketrampilan kediklatan. Pelaksanaan suatu diklat harus benar – benar diperhitungkan dari segala segi, khususnya dari segi pembiayaannya. Melaksanakan suatu diklat berarti menanam (investasi) modal yang cukup besar yang harus membuahkan hasil yang sebanding dengan modal yang ditanamkan tersebut, sehingga organisasi mendapat keuntungan berupa tenaga – tenaga yang terampil dan berkemampuan dalam melaksanakan tugas – tugasnya .

    Secara umum yang dimaksud dengan diklat struktural adalah diklat yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan menurut persyaratan – persyaratan jabatan struktural tertentu. Atau diklat yang terdiri dari beberapa tingkat yang disesuaikan dengan kualifikasi yang diperlukan untuk memelihara kontinuitas pembinaan aparatur pemerintah. Diselenggarakan bagi pegawai negeri untuk meningkatkan kemampuan jabatan yang sama dan atau perpindahan jabatan yang setingkat serta persiapan bagi mereka yang akan di promosikan ke pangkat atau jabatan yang setingkat lebih tinggi. Diklat struktural bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan kepribadian guna memenuhi persyaratan jabatan struktural dan pekerjaannya.

    Adapun Diklat tehnis adalah diklat yang langsung berkaitan dengan pekerjaan atau tugas – tugas yang menuntut ketrampilan, pendidikan dan pelatihan yang sangat bermanfaat sekali. Hasilnya segera dapat dilihat, dirasakan, baik oleh si pegawai itu sendiri maupun oleh organisasinya. Diklat seperti ini misalnya pelatihan komputer, keuangan, perpustakaan dll. Sedangkan diklat fungsional adalah diklat yang menyangkut pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan guna memenuhi persyaratan – persyaratan jabatan fungsional tertentu yang menyangkut peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan guna memenuhi persyaratan jabatan fungsional.

    Bagi Calon PNS disyaratkan untuk mengikuti latihan pra jabatan sebelum diangkat menjadi PNS dengan harapan agar calon PNS yang bersangkutan terampil melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya.

    Kegiatan Diklat secara umum terbagi dalam dua hal yakni kegiatan pengiriman peserta Diklat ke lembaga penyelenggara diklat yang diadakan di luar Bidang Diklat BKD dan diklat yang diselenggarakan sendiri oleh Bidang Diklat BKD. Penyelenggaraan suatu diklat dapat dibagi dalam tiga tahap. Pembagian ini bukanlah berarti memisahkan antara satu tahap dengan tahap lainnya secara tegas batas – batasnya. Pembagian ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan diklat secara efisien dan efektif. Pada dasarnya pembagian ini dimaksudkan agar diklat dapat dikelola dengan baik, artinya bahwa diklat dapat mencapai tujuan organisasi, meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para pegawainya, dengan mempergunakan sumber dana seefektif mungkin. Pentahapan dalam penyelenggaraan diklat memudahkan kita untuk melakukan monitoring. Monitoring harus sudah dilaksanakan sejak tahap persiapan. Pada garis besarnya pentahapan penyelenggaraan diklat terdiri dari tiga tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian .

    Tahap persiapan dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan administrasi dan kegiatan edukatif. Dalam kegiatan Administratif kegiatan yang perlu diperhatikan adalah :

    1. Pengumuman

    2. Pendaftaran dan seleksi

    3. Pembentukan tim pelaksana

    4. Penentuan biaya

    5. Penyiapan bahan ( sarana dan prasarana )

    Kegiatan ini urutannya tidaklah mutlak, tergantung kepada kesiapan organisasi yang bersangkutan , tetapi dapat dikatakan bahwa urutan kegiatan pada umumnya didasarkan kepada urutan kepentingan, antara satu dengan lainnya sangat erat kaitannya.

    Sedangkan dalam kegiatan edukasi akan dimulai dengan penentuan kebutuhan diklat, diikuti dengan penentuan tujuan, penentuan strategi, metode diklat, pelaksanaan dan evaluasi diklat.

    Dalam tahap pelaksanaan ini terdiri dari berbagai kegiatan yang perlu diperhatikan dan dikerjakan, meliputi kegiatan serimonial, perkuliahan ( pengaturan jadwal, ruang belajar, ruang seminar/diskusi) dan kegitan non kurikuler, seperti malam keakraban, rekreasi, olahraga. Kegiatan serimonial biasanya hanya dilaksanakan pada saat pembukaan dan penutupan diklat.

    Tahap ketiga adalah tahap penyelesaian atau tahap evaluasi adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kegiatan diklat telah mencapai tujuannya. Evaluasi pendidikan dan pelatihan pegawai negeri sipil , ialah proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan dan pelatihan dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dan usaha untuk memperoleh informasi (umpan balik) bagi penyempurnaan program pendidikan dan pelatihan.

    Waktu Evaluasi pendidikan dan pelatihan dilaksanakan pada :

    1. Pra pendidikan dan pelatihan.

    Dilakukan pada saat akan dilakukan diklat . Tujuannya mengetahui reaksi peserta tentang mata pelajaran yang akan diajarkan. Mengetahui tentang tingkat pengetahuan dan kemampuan teknis peserta tentang mata pelajaran yang akan diajarkan sebagai informasi tenaga pengajar.

    2. Evaluasi selama diklat

    Dilakukan pada saat berlangsungnya diklat

    Tujuannya mengetahui reaksi peserta terhadap sebagian/selama program diklat.

    Mengambil tindakan – tindakan tertentu kalau diperlukan baik selama maupun sesudah diklat.

    3. Evaluasi sesudah diklat

    Dilakukan setelah 6 s.d 12 bulan peserta diklat kembali ke instansinya masing – masing. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengetrapan hasil – hasil pendidikan danpelatihan oleh peserta pada instansinya masing – masing dan mengetahui permasalahan yang timbul. Untuk mengetahui pendapat pimpinan dan bawahan peserta terhadap hasil diklat. Dan yang penting adalah mengetahui kaitan program diklat dengan kebutuhan instansi asal peserta.

    MENIMBANG PROPORSI UPAYA PENINGKATAN SDM DI PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG

    Pada dasarnya Pendidikan dan pelatihan lebih diartikan sebagai kegiatan pendidikan pegawai atau calon pegawai pada sebuah organisasi pemerintah yang berkaitan dengan usaha peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang efektif dan efisien yang tidak dapat diperoleh maupun dipelajari dari pengalaman langsung dari kejadian – kejadian. Hal – hal lain yang dianggap sebagai faktor perlunya suatu diklat adalah :

    1. Kebutuhan Organisasi

    Organisasi membutuhkan orang – orang yang mampu melaksanakan tugas – tugas yang telah ditetapkan sesuai dengan persyaratan jabatan, sehingga dapat melaksanakan tugas secara cepat dan cepat.

    2. Kebutuhan Pribadi .

    Seorang pegawai yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai jabatannya berarti bahwa ia pun berkesempatan untuk mengembangkan pribadinya. Pengembangan pribadi yang diperoleh melalui pengembangan jabatan akan memperkaya dirinya. Walaupun kadang – kadang kebutuhan organisasi bertentangan dengan kebutuhan pribadi, tetapi pada dasarnya kebutuhan pribadi itu menyesuaikan diri dengan kebutuhan organisasi. Inilah yang disebut dengan pengembangan karier.

    3. Fungsi Diklat sebagai investasi Sumber Daya Manusia.

    Diklat tak ubahnya sebagai pendidikan formal, membutuhkan pengorbanan dan biaya yang tidak sedikit. Seorang pegawai yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat, khususnya diklat kepemimpinan tidaklah bisa ditunggu hasilnya seketika. Hasil akan berubah setelah beberapa waktu, mengalami pengadaptasian atau internalisasi, dan ini pun akan tergantung kepada masing–masing pribadi pegawai yang bersangkutan.

    Pemerintah Kabupaten Jombang memiliki aparatur sebanyak 10.815 orang, jumlahnya yang besar ini tersebar pada lingkungan Sekretariat, Dinas, Badan dan Kantor .

    Masalah sumber daya manusia tidak hanya dihadapkan pada bagaimana meningkatkan kemampuannya menjadi aparatur pemerintah yang profesional tetapi juga bagaimana menaklukkan perubahan yang terjadi tersebut guna mempersiapkan sumber daya manusia yang siap dan mampu berkompetensi. Untuk itu Badan Kepegawaian Daerah melalui Bidang Diklat sebagai pelaksana program pengelolaan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia memiliki kebijakan “Melakukan peningkatan kualitas pembinaan dan penyelenggaraan diklat.”

    Dalam konteks gerakan investasi sumber daya, Bidang Diklat BKD menjadikan dirinya berfungsi sebagai Bidang pembelajar dengan memberikan ruang bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang untuk belajar dalam meningkatkan keahlian dan pengetahuannya.

    PENGEMBANGAN KUALITAS SDM APARATUR

    Pengembangan kompetensi kualitas aparatur di Pemerintah Kabupaten Jombang ke depan mendasarkan pada dua aspek besar yaitu Kapital Manusia yang meliputi: Pertama kapital intelektual. Kapital Intelektual merupakan program pengembangan wawasan peningkatan kualitas aparatur baik melalui pendidikan formal maupun non formal.

    Dalam konteks peningkatan kapital intelektual yang merupakan program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan PNS melalui kesempatan menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dilewatkan melalui jalur pendidikan formal dimana langkah yang dilakukan oleh Bidang Diklat adalah melakukan investasi dengan pemberian beasiswa tugas belajar kepada karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi yang meliputi jenjang pendidikan Diploma sampai dengan Pasca Sarjana seperti di UGM,ITS, UNAIR, UNIBRAW dll sebanyak 6 orang pada selama tahun 2005 , juga memberikan surat ijin belajar bagi aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang sebanyak 121 orang untuk melanjutkan studi baik di Jenjang sarjana maupun pasca sarjana. Di samping itu sebagai pelaksana, Bidang diklat juga memberi rangsangan berupa peluang atau kesempatan serta mendukung sumber daya manusianya untuk mendapat beasiswa ke luar negeri.

    Sepanjang tahun 2005 Bidang Diklat telah melakukan melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap 810 aparatur dimana perinciannya adalah Sub Bidang Diklat Struktural selama tahun 2005 telah melakukan pengiriman Peserta Diklatpim II sebanyak 2 orang. Pengiriman peserta tes Diklatpim II sebanyak 5 orang, pengiriman peserta lokakarya pasca Diklatpim II sebanyak 3 orang , Pengiriman peserta Diklatpim III ke daerah lain yang menyelenggarakan diklatpim III sebanyak 3 orang , Penyelenggaraan Diklatpim III sebanyak 1 angkatan dengan peserta sebanyak 40 orang memakai pola kemitraan dimana pesertanya terdiri dari aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang ditambah peserta dari daerah lain maupun instansi vertikal dan penyelenggaraan Diklatpim IV sebanyak 1 angkatan sebanyak 40 orang Jadi selama tahun 2005 Sub Bidang Diklat Struktural telah memberikan Pendidikan dan Pelatihan kepada aparatur pemerintah Kabupaten Jombang sebanyak 269 orang termasuk pengiriman LPJ. Untuk kegiatan pelatihan pra jabatan selama tahun 2005 ini telah dilatih sebanyak 176 Calon PNS yang terdiri dari Golongan II sebanyak 86 orang dan Golongan III sebanyak 90 orang .

    Diklat Tehnis /Fungsional selama tahun 2005 telah memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang sebanyak 549 orang termasuk pengiriman tugas belajar dan pemberian ijin belajar dengan perincian kegiatannya terdiri dari pengiriman diklat tehnis/fungsional sebanyak 212 orang dan penyelenggaraan diklat tehnis / fungsional sebanyak 208 orang , serta dalam ,.rangka program peningkatan kader aparatur pemerintah melalui pendidikan kedinasan ( IPDN) maka selama tahun 2005 telah mengirimkan 2 orang siswa IPDN

    Selain itu pengembangan kapital intelektual sebagai perangkat yang diperlukan untuk menemukan peluang dan mengelola ancaman dalam kehidupan bagi bidang diklat juga bisa dilakukan melalui seminar ilmiah dibidang profesi, mengundang pakar birokrasi atau bidang lainnya yang terkait dengan perkembangan terakhir birokrasi dan membangun masyarakat.

    Pengetahuan di dalam birokrasi pemerintah di mana sharing (saling berbagi) pengetahuan seperti membentuk forum diskusi dan menyedia akses informasi dengan menyediakan tehnologi informasi, multimedia dan fasilitas internet dalam lingkungan kerja.

    Meningkatkan kapital intelektual merupakan salah satu sarana untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif pada Pemerintah Kabupaten Jombang.

    Aspek Kapital Manusia kedua adalah Kapital sosial, dimana aparatur pemerintah Kabupaten Jombang diberikan wawasan untuk membangun jaring hubungan sosial dan intelegensia emosional, dalam bentuk outdoor/outbound management training dalam bentuk program pemantapan wawasan kepemimpinan bagi pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang

    Di samping itu aparatur Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kualitas kapital sosial adalah mengembangkan jaringan hubungan sosial ( Social Net- working) baik dengan sesama aparatur di dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang maupun dengan Stakeholder di luar Pemerintah Kabupaten Jombang dengan tujuan mendapatkan akumulasi pengetahuan ( Knowledge Building ) dapat berjalan cepat dan dapat memberikan nilai tambah untuk meningkatkan kualitas kerja, kualitas layanan yang menguntungkan semua pihak.

    Pada dasarnya PNS sebagai sumber daya manusia di birokrasi dituntut untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirinya agar lebih siap untuk menghadapi perubahan dan kurang memiliki pengetahuan akan kehilangan kesempatan berkompetisi.

    Adanya investasi pada peningkatan kualitas aparatur akan menjadikan PNS Pemerintah Kabupaten Jombang akan lebih adaptif pada perubahan. Selain itu pengembangan diri pada aparatur pemerintah Kabupaten Jombang melaui pendidikan maupun pelatihan disamping untuk meningkatkan kualitas juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dirinya dalam bentuk peningkatan nilai tambah secara pribadi.

    Hal tersebut didasarkan sebuah hasil penelitian yang menunjukan adanya korelasi antara kualitas karyawan dengan efektifitas organisasi, hal ini menunjukan bahwa investasi terhadap sumber daya manusia baik melalui pendidikan formal maupun non formal merupakan investasi yang dapat meningkatkan kinerja organisasi. Karena PNS di Pemerintah Kabupaten Jombang akan merasa pengetahuan yang dimiliki akan memberikan pengaruh dan motivasi yang bermakna pada pekerjaan.

    Birokrasi yang unggul dan meraih banyak prestasi adalah birokrasi yang terus menerus mengembangkan sumber daya manusianya . Untuk itu mendapatkan aparatur yang berkualitas tentunya harus didukung dengan adanya sistem kompetensi . Ketersediaan dan penempatan pegawai yang kompetan merupakan tuntutan mutlak untuk meraih supremasi fungsi SDM aparatur dan hal tersebut telah disadari oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.

    Pada dasarnya pengembangan aparatur sumber daya manusia sebagus apapun belum tentu akan membuat karyawan bekerja dengan baik, kalau habitat dimana mereka bekerja tidak mendukung pemunculan perilaku yang baik maka akan sirnalah hasil pengembangan SDM. Oleh karena itu penataan aspek lain seperti struktur organisasi yang luwes, sistem penilaian prestasi kerja yang jelas, sistem pengembangan karier dan kompensasi yang mengacu pada kompetensi saat ini mulai dikembangkan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.

    Dalam konteks ini aparatur birokrasi di Pemerintah Kabupaten Jombang harus memiliki sifat dan perilaku yang menunjang Good Governance berupa sikap jujur, integritas, dedikasi, kedisiplinan dan berpegang teguh pada etika birokrasi sebagai aspek pendukung good governance yang nantinya akan menimbulkan rasa kepercayaan (Trust) akan muncul dari masyarakat kepada birokrasi pemerintah.

    Terkait dengan kegiatan Dikat yang belum sempat dilaksanakan adalah melakukan evaluasi Pasca Diklat terutama pada para aparatur yang telah di diklat dan telah dikembalikan ke satuan kerja masing – masing . Disamping itu tertundanya implementasi diklat satu pintu yang memunculkan beberapa satuan kerja yang melakukan diklat sendiri tanpa koordinasi Bidang Diklat.

  28. Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa diguankan:

    Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang paling sesuai menggunakan
    ACCURATE karena fitur yang ada di ACCURATE sangat memanjakan bagi
    pengusaha yang menjalankan perdagangan.

  29. Dian Yunita Sari said

    Dian Yunita Sari
    5525070361
    Pend. Tata Busana Reg ‘07
    Human capital investment dapat diartikan sebagai investasi modal manusia yang bisa di dapat dari proses pendidikan.selain itu human capital investment dapat pula diartikan sebagai keterampilan,kerajianan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. semakin tinggi pendidikan, keterampilan, kerajinan dan moral tenaga kerja seseorang , maka akan semakin tinggi pula modal investasi seseorang yang dapat dijadikan sumber modal keuangan di masa mendatang.
    Sumber : http://www.damandiri.com dan http://www.massofa.wordpress.com

  30. nur indah lestari said

    5525072523 pend.tabus 07 reg
    sumber:Nurcholish Madjid:

    human capital invesment,menurut ati dari katanya yaitu investasi dari modal manusia.
    jadi setiap manusia harus mamiliki modal untuk merencanakan investasi untuk masa depannya.
    menurut James Walthinson, pembangunan demokrasi itu kan human capital investment yang mempunyai time of respon nya panjang sekali. Saya gemar sekali menmperkenalkan istilah ini kemana-mana. Kalau kita ingin panen tiga bulan lebih baik kita menanam jagung saja. Insya Allah tiga bulan akan panen. Tetapi human capital investment itu memerlukan waktu hingga satu generasi. Karena itu persoalan bangsa kita yang harus dihadapi adalah ketika kita bertekat untuk berdemokrasi tanpa pernah mengalami apa itu demokrasi maka seluruh tindakan kita itu masih banyak kelanjutan dari yang lalu. Seperti kita mengharapkan segala sesuatunya dari atas. Ada suatu main set dari masyarakat yang mengatakan bahwa sekali satu permerintahan terbentuk maka seluruhnya harus selesai. Contoh negara dalam kasus ini adalah Rusia. Karena pengalaman mereka yang dua kali lipat dari kita (selama 70 tahun dan kita hanya 32 tahun) dan akibatnya tangan rakyatnya itu selalu ngadong mengharapkan sesuatunya itu datang adari atas.

    Sebuah capital tidak menjadi apa-apa kalau tidak kita gunakan. Mari kita pastikan bahwa itu kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Upaya dan kerja keras kita untuk memajukan sumber daya manusia dengan teknologi akan dapat meningkatkan bangsa dan negara kita sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Melalui Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional ini serta kerja keras dan kerja cerdas seluruh komponen bangsa, arah perjalanan bangsa kita pada saatnya saudara-saudara akan memasuki era yang jauh lebih baik dari era sebelumnya.

    Pertumbuhan ekonomi (economic growth) pada dasarnya didorong oleh 3 factor ; technology, capital dan quality of labor. Untuk tenaga kerja (labor) Olivier Blanchard (2002) menyebutkan size and quality adalah factor penentu. Tetapi banyak yang mengkritik bahwa size (ukuran) bukan lagi factor utama. Quality adalah factor utama. Semakin maju technology poduksi, semakin sedikit tenaga manusia yang dibutuhkan. Sejarah petumbuhan ekonomi negara2 barat dimulai dengan revolusi industri di Inggris di abad 17 dengan penemuan mesin uap oleh James Watt.

  31. eka nurharyuni said

    d3 tata boga
    pengantar akuntansi
    eka nurharyuni (5573060265)

    JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG

    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang paling sesuai menggunakan
    ACCURATE karena fitur yang ada di ACCURATE sangat memanjakan bagi
    pengusaha yang menjalankan perdagangan.

    Perusahaan bisa melakukan transaksi penjualan dengan berbagai cara dan
    kemudahan, penjualan berdasarkan PO sebelumnya, penjualan yang
    barangnya dikirim bertahap ke customer, customer membayar down
    payment, tanpa down payment, pembayaran dengan tunai, giro mundur,
    transfer bank, kartu kredit, kartu debit dan lain sebagainya bisa
    dicatat dengan baik dan sempurna oleh ACCURATE.

    Transaksi yang dicatat sekaligus juga dibuatkan jurnalnya secara
    otomatis dan diposting ke buku-buku besar masing-masing sehingga efek
    dari transaksi bisa diketahui dengan seketika, seperti perubahan
    jumlah inventory, perubahan nilai hutang piutang, perubahan kas / bank
    bisa termonitor dari workstation masing-masing yang berkepentingan dan
    terhubung dalam jaringan LAN. ACCURATE sendiri bisa dioperasikan
    secara stand alone maupun dalam jaringan LAN.

    jurnal Khusus : Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari.ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan
    jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las
    Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.
    Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.
    Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga, pendapatan/kerugian kurs. Dll.
    Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.
    jurnal khusus ada 4 macam :
    1) Jurnal Pembelian.
    2) Jurnal Pengeluaran Kas.
    3) Jurnal Penjualan dan
    4) Jurnal Penerimaan Kas

    JURNAL PEMBELIAN
    Berikut ini akan diuraikan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas. Bagaimana rasanya Anda memahami isi modul ini?
    Anda tentu tahu bahwa suatu perusahaan dagang pasti akan selalu melakukan transaksi pembelian terhadap barang dagang atau barang lainnya, baik secara tunai maupun secara kredit. Jika perusahaan dagang membeli barang dagangan atau barang lain secara kredit maka Anda harus mencatatnya ke dalam jurnal pembelian. Perlu diketahui, jurnal pembelian itu hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian di sebelah debet, sedangkan utang usaha di sebelah kredit.

    JURNAL PENGELUARAN KAS
    Selanjutnya akan diuraikan materi tentang jurnal pengeluaran Kas. Anda pasti sudah tahu, setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pengeluaran uang. Pengeluaran uang yang dimaksud di atas akan digunakan untuk membeli barang dagang atau barang/jasa selain barang dagang secara tunai, membayar utang, membeli perlengkapan secara tunai dan membayar biaya gaji/biaya lain-lain. Transaksi- transaksi di atas harus dicatat di dalam Jurnal Pengeluaran Kas. Jadi Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini:

    1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : pembelian
    – kredit : kas

    2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:
    a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:
    – debet : utang usaha
    – kredit : kas.
    b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:
    – debet : utang usaha
    – kredit : kas
    – kredit : potongan pembelian

    Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi:

    1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan
    – kredit : kas
    2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain.
    – Kredit : kas.

    JURNAL PENJUALAN
    Apakah Anda ingin mengetahui bagaimana bentuk bagan jurnal penjualan? Kali ini Anda akan dikenalkan dengan bentuk bagan itu. Akan tetapi perlu dijelaskan bahwa jurnal penjualan hanya untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit sehingga kolom jumlahnya cukup dibuat menjadi satu saja.
    Dengan menuliskan angka pada kolom itu berarti Anda telah menganalisis sebagai piutang usaha di debet dan penjualan di kredit.

  32. andari nurul a.w said

    nama andari nurul a.w
    no reg 5573060264
    d3 tata boga 2006

    tugas ! jurnal khusus pada perusahaan dagang

    Pengertian perusahaan dagang :
    Perusahaan dagang kegiatan pokok usahanya adalah melakukan transaksi pembelian barang dagang dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut lebih dahulu. Kalau terjadi pengolahan maka pengolahan itu biasanya terbatas pada pengepakan atau pengemasan supaya barang tersebut menjadi lebih menarik.
    • yang merupakan ciri-ciri perusahaan dagang antara lain adalah:
    1. Melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagang baik secara tunai maupun secara kredit.
    2. Melakukan penyimpanan barang dagang setelah pembelian dan sebelum barang dagang laku terjual.
    3. Melakukan transaksi retur pembelian atau retur penjualan bila diperlukan.
    4. Melakukan transaksi pelunasan/pembayaran utang dan penerimaan piutang dagang yang telah terjadi.
    • Contoh perusahaan dagang:
    Toko sepatu termasuk perusahaan dagang, karena toko tersebut membeli sepatu dari pabrik dan menjualnya kembali tanpa dilakukan pengolahan kembali (diubah bentuk) lebih dahulu.

    Pengertian jurnal khusus
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang sejenis. Bentuk jurnal khusus yang dipergunakan oleh perusahaan yang satu dengan yang lain berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jurnal khusus yang biasa dipergunakan antara lain :
     Jurnal pembelian adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit.
     Jurnal penjualan adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang yang dilakukan secara kredit.
     Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
     Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.

    Dalam perusahaan kecil dimungkinkan dalam pencatatan transaksi-transaksinya dengan menggunakan satu macam buku harian saja yang dinamakan Jurnal Umum. Sebaliknya, dalam perusahaan besar dimungkinkan untuk menggunakan jurnal tertentu yang disebut Jurnal Khusus. Penggunaan jurnal ini dapat menghemat waktu, mempermudah pembagian pekerjaan, memudahkan pemindahbukuan (posting), serta menghemat biaya.

    Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

    • Jurnal khusus ada 4 macam :
    1) Jurnal Pembelian.
    2) Jurnal Pengeluaran Kas.
    3) Jurnal Penjualan dan
    4) Jurnal Penerimaan Kas.
    Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:

    JURNAL PEMBELIAN
    Suatu perusahaan dagang pasti akan selalu melakukan transaksi pembelian terhadap barang dagang atau barang lainnya, baik secara tunai maupun secara kredit. Jika perusahaan dagang membeli barang dagangan atau barang lain secara kredit maka Anda harus mencatatnya ke dalam jurnal pembelian. Perlu diketahui, jurnal pembelian itu hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian di sebelah debet, sedangkan utang usaha di sebelah kredit. Agar lebih jelasnya lagi coba simak bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya sebagai berikut.

    Oleh karena, jumlah kolom pembelian dan kolom utang usaha selalau sama diisi sesuai dengan harga beli secara kredit, maka kolom tersebut dapat disajikan secara lebih ringkas lagi seperti berikut ini :

    Perlu diingat, bahwa menuliskan angka di komom jumlah sudah dianggap telah mendebet perkiraan (akun) pembelian dan mengkredit perkiraan (akun) utang usaha yang masing-masing sejumlah angka yang sama.

    Jika perusahaan merasa perlu untuk mencatat pembelian selain barang dagang secara kredit terus menerus maka bagan jurnal pembelian beserta kolom-kolomnya secara lengkap disajikan berikut ini :

    apabila diperhatikan Jurnal Pembelian (format 3), pasti adan perbedaan bentuk-bentuk jurnal pembelian ini. Jika Anda merasa belum paham ikuti terus aturan pengisian kolom berikut ini:
    1. Kolom 1 disi dengan tanggal transaksi yang tertera dalam faktur,
    2. Kolom 2 diisi dengan nomor faktur,
    3. Kolom 3 diisi dengan siapa yang menjual dan dimana alamat penjualnya,
    4. Kolom 4 diisi dengan bagaimana syarat pembayaran yang diberikan oleh penjual,
    5. Kolom 5 diisi dengan tanda cek (V) untuk pengecekan apakah jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan di buku lain (buku besar pembantu, jika belum dicocokkan maka Anda kosongkan saja
    6. Kolom 6 diisi denan harga beli barang dagang saja yang tertera dalam faktur,
    7. Kolom 7 diisi dengan nama akun barang/jasa selain barang dagang,
    8. Kolom 8 diisi dengan nomor kode akun,
    9. Kolom 9 diisi dengan jumlah harga beli barang/jasa selain barang dagang yang tertera dalam faktur,
    10. Kolom 10 diisi dengan harga barang dagang/bukan barang dagang yang dibeli sesuai dengan yang tercantum dalam faktur.

    JURNAL PENGELUARAN KAS
    Setiap perusahaan selalu melakukan kegiatan pengeluaran uang. Pengeluaran uang yang dimaksud diatas akan digunakan untuk membeli barang dagang atau barang/jasa selain barang dagang secara tunai, membayar utang, membeli perlengkapan secara tunai dan membayar biaya gaji/biaya lain-lain. Transaksi- transaksi di atas harus dicatat di dalam Jurnal Pengeluaran Kas.
    Jurnal Pengeluaran Kas merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi- transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran uang tunai. Ditinjau dari frekuensinya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan hal di atas dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang harus dibuatkan kolom jumlah tersendiri. Adapun transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dalam perusahaan dagang serta analisisnya berikut ini:

    1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : pembelian
    – kredit : kas

    2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:
    a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:
    – debet : utang usaha
    – kredit : kas.
    b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:
    – debet : utang usaha
    – kredit : kas
    – kredit : potongan pembelian

    Selanjutnya, transaksi-transaksi pembayaran yang jarang terjadi tidak perlu dibuatkan kolom jumlah tersendiri, tetapi cukup ditampung di dalam kolom serba-serbi, sedangkan akun lawannya ( contra account) adalah kas. Transaksi-transaksi pembayaran yang sering terjadi dapat dianalisis menjadi:

    1) pembayaran pembelian perlengkapan, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan
    – kredit : kas
    2) pembayaran gaji atau biaya lain-lain, dapat dianalisis menjadi:
    – debet : kolom serba-serbi dengan mana akun biaya gaji / biaya lain-lain.
    – Kredit : kas.

    Untuk lebih jelasnya simak dan pelajari format 4 di bawah ini :
    Contoh 1

    Akan tetapi jika Anda menggunakan format 5 akan tertera seperti berikut ini :

    Bagaimana ? Jika ingin tahu bagaimana mengisi kolom-kolom yang terdapat di dalam jurnal pengeluaran ka
    Jika ingin tahu bagaimana mengisi kolom-kolom yang terdapat di dalam jurnal pengeluaran kas yang tertera dalam format 4 sebagai berikut:

    1. Kolom 1 diisi dengan tanggal yang tertera dalam faktur;
    2. Kolom 2 diisi dengan no faktur;
    3. Kolom 3 diisi dengan nama akun atau nama penjual beserta alamatnya;
    4. Kolom 4 diisi dengan tanda cek (V) jika jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan yang dilakukan dalam buku besar, jika belum dicocokkan kosongkan dahulu;
    5. Kolom 5 diisi dengan jumlah akun-akun yang terjadi;
    6. Kolom 6 diisi dengan harga barang yang dibeli secara tunai sesuai yang tercantum dalam faktur;
    7. Kolom 7 diisi dengan harga barang yang dibeli secara kredit sesuai yang tercantum dalam faktur;
    8. Kolom 8 diisi dengan harga perlengkapan toko yang dibeli secara tunai sesuai dengan nota /kuitansi/cek;
    9. Kolom 9 diisi dengan jumlah uang tunai yang harus dikeluarkan/dibayarkan sesuai dengan bukti-bukti pembayaran;
    10. Kolom 10 diisi dengan jumlah potongan yang diperoleh dengan adanya pembayaran pada tanggal diskon (potongan pembelian)

    JURNAL PENJUALAN
    Jurnal penjualan diperkenalkan dalam bentuk bagan jurnal penjualan, Akan tetapi perlu dijelaskan bahwa jurnal penjualan hanya untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit sehingga kolom jumlahnya cukup dibuat menjadi satu saja. Dengan menuliskan angka pada kolom itu berarti Anda telah menganalisis sebagai piutang usaha di debet dan penjualan di kredit.
    bagan jurnal penjualan : JURNAL PENJUALAN (SALES JOURNAL) Halaman: 1

    Tabel 2.1
    Oleh karena jumlah piutang usaha dan penjualan selalu diisi dengan jumlah yang sama (harga jual barang dagang yang tercantum dalam faktur) maka kolom tersebut dapat disajikan secara lebih ringkas lagi seperti berikut ini:

    Tabel 2.2
    Perlu diingat bahwa setiap lembaran jurnal selalu diberi nomor halaman untuk keperluan pengisian sumber posting ( referensi) pada perkiraan buku besar yang berkaitan.
    Adapun pengisian kolom pokok dalam jurnal penjualan sebagai berikut :
    1) Tanggal : lajur ini memuat tanggal terjadinya transaksi.
    2) Nomor faktur : diisi dengan nomor faktur penjualan.
    3) Nama Debitur /keterangan : diisi dengan nama kepada siapa menjual barang beserta alamat tempat menjual.
    4) Syarat pembayaran : diisi dengan potongan yang diberikan oleh penjualan pada pembeli karena pembeli tersebut memenuhi syarat untuk mendapat potongan.
    5) Ref (Reference) : diisi dengan nomor perkiraan pembantu piutang.
    6) Jumlah : diisi dengan harga (jumlah) uang sesuai dengan transaksi. Kolom itu dapat diganti dengan piutang usah (Debet)/Penjualan (Kredit).

    Jurnal Penerimaan Kas
    Transaksi penerimaan uang yang sering terjadi dan jarang terjadi pada perusahaan dagang. Adapun jenis transaksi penerimaan uang yang sering terjadi pada perusahaan dagang secara umum sebagai berikut:
    1. Penjualan barang dagang secara tunai yang analisisnya:
    o debet : kas
    o kredit : penjualan
    2. Penerimaan piutang usaha tanpa memberikan potongan, yang analisisnya:
    o debet : kas
    o kredit : piutang usaha
    3. Penerimaan piutang usaha dengan memberikan potongan:
    o debet : – kas
    – potongan penjualan
    Sedangkan transaksi penerimaan uang yang jarang terjadi, analisisnya:
    – debet : kas
    – kredit : serba – serbi
    Jika transaksi – transaksi yang sering terjadi dan jarang terjadi dalam penerimaan kas digabungkan akan membentuk bagan jurnal penerimaan kas berikut ini:

    Tabel 2.3

    Tabel 2.4
    Dalam tabel 2.4, kolom jumlah kredit diletakkan di sebelah kiri dengan maksud agar kolom serba-serbi dekat dengan kolom keterangan yang digunakan untuk menuliskan perkiraan yang timbul. Meskipun demikian hal ini bukan suatu keharusan. Perusahaan boleh saja meletakkan yang di debet terlebih dahulu kemudian yang di kredit, demikian pula meletakkan urutan perkiraan setiap yang di debet atau di kredit terserah pada perusahaan yang bersangkutan.
    Adapun petunjuk pengisian kolom-kolom pada tabel 2.3 dan tabel 2.4 sebagai berikut:
    1) Tanggal : diisi dengan tanggal terjadinya transaksi.
    2) Nomor faktur : diisi dengan nomor bukti transaksi (kuitansi dan buktibukti yang lain)
    3) Ref : diisi dengan nomor perkiraan yang digunakan untuk pengecekan apakah jumlahnya sesuai dengan perhitungan yang dilakukan di buku lain. Jika sudah sesuai diberi tanda (.) dan jika belum dicocokkan maka harus dikosongkan dahulu.
    4) Kas : diisi dengan jumlah penerimaan uang yang bersumber dari penjualan tunai, tagihan atas piutang, dan jenis-jenis penerimaan lainnya.
    5) Potongan penjualan : diisi dengan jumlah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada si pembeli.
    6) Penjualan : diisi dengan jumlah penerimaan uang yang bersumber dari penjualan barang dagang secara tunai.
    7) Piutang usaha : diisi dengan penerimaan uang yang bersumber dari tagihan atas penjualan barang dagang secara kredit (nilai bruto)
    8) Serba-serbi : diisi dengan jumlah pemasukkan uang tunai di luar transaksi penjualan barang dagang.

  33. andari nurul a.w said

    NAMA : IIN CHAIRYAH. HELMY
    NO.REG : 5573063607
    DASAR AKUNTANSI
    PERUSAHAAN DAGANG
    D3 TATA BOGA 2006

    tugas! jurnal khusus pada perusahaan dagang
    Pengertian Perusahaan Dagang

    Sebelum Anda mempelajari akuntansi perusahaan dagang, maka lebih dahulu diingat tentang akutansi yang telah Anda pelajari pada modul akutansi di kelas I, yang mana akuntansi yang diselenggarakan adalah akuntansi perusahaan jasa.
    Apa perbedaan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa? Bila ditinjau dari kegiatannya, maka perusahaan jasa kegiatan pokoknya adalah menjual jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan dengan mengeluarkan pengorbanan dalam bentuk jasa untuk tujuan memperoleh laba atau keuntungan yang ditetapkan. Seperti perusahaan jasa angkutan umum mikrolet, bus kota, atau perusahaan jasa salon kencantikan dan lainnya.
    Sedangkan perusahaan dagang kegiatan pokok usahanya adalah melakukan transaksi pembelian barang dagang dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut lebih dahulu. Kalau terjadi pengolahan maka pengolahan itu biasanya terbatas pada pengepakan atau pengemasan supaya barang tersebut menjadi lebih menarik.
    Perusahaan dapat pula dibedakan menjadi pedagang besar, menengah, dan pedagang kecil. Pedagang besar biasa membeli barang dagang langsung dari pabrik penghasil barang. Sedangkan pedagang kecil ( retailer) membeli barang dari pedagang besar untuk dijual kepada konsumen dengan harga eceran.
    Dari uraian di atas dapatkah Anda mengambil kesimpulan ciri-ciri dan kegiatan utama perusahaan dagang? Baiklah, yang merupakan ciri-ciri perusahaan dagang antara lain adalah:
    1. Melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagang baik secara tunai maupun secara kredit.
    2. Melakukan penyimpanan barang dagang setelah pembelian dan sebelum barang dagang laku terjual.
    3. Melakukan transaksi retur pembelian atau retur penjualan bila diperlukan.
    Melakukan transaksi pelunasan/pembayaran utang dan penerimaan piutang dagang yang telah terjadi.

    MACAM-MACAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG
    Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa seperti yang pernah dipelajari pada modul kelas 1, juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa. Transaksi apa saja itu? Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan , retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang .
    Contoh Transaksi Perusahaan Dagang dengan Syarat Penyerahan Barang dan Syarat Pembayaran
    Jan 5
    Dibeli barang dagang seharga Rp. 5.500.000,- dari PT. Jujur Surabaya, dengan syarat 2/10 n/30 Faktur Nomor 017. Ongkos angkut barang Rp. 250.000,- FOB Shipping point.
    Jan 8
    Dijual barang dagang Rp. 7.000.000,- kepada Fa. Jujur Bandung Faktur Nomor 008 syarat EOM.
    Jan 9
    Dikirimkan kembali barang dagang yang dibeli tanggal 5 Januari lalu seharga Rp. 500.000,- karena rusak.
    Jan 10
    Diterima kembali barang dagang yang telah dijual tanggal 8 Januari lalu seharga Rp. 1.000.000,- karena mutunya tidak sesuai dengan pesanan.
    Jan 11
    Dilunasi Faktur pembelian Nomor 017 tanggal 5 Januari yang lalu atas PT. Jujur Surabaya.
    Jan 15
    Diterima pelunasan Faktur Nomor 008 dari Fa. Jujur tanggal 8 Januari yang lalu.
    Contoh di atas adalah transaksi yang ditulis dalam bentuk catatan kejadian. Bagaimana bentuk penulisannya bila dibuat dalam bukti transaksi?. Baiklah, Anda dapat pelajari contoh berikut ini dalam bentuk bukti transaksi pada perusahaan “UD. JAYA” Jakarta Jl. Baru 225 Jakarta.

    Rumus Menghitung Penjualan Bersih
    Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
    - penjualan kotor;
    - retur penjualan;
    - potongan penjualan;
    - penjualan bersih.
    Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:

    Contoh:
    Diketahui penjualan
    Retur penjualan
    Potongan penjualan Rp. 25.000.000,-
    Rp. 125.000,-
    Rp. 150.000,-
    Hitunglah penjualan bersih!
    Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,-
    = Rp. 24.725.000,-
    Rumus Menghitung Pembelian Bersih
    Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok penjualan.
    Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:
    - pembelian kotor;
    - biaya angkut pembelian;
    - retur pembelian dan pengurangan harga;
    - retur pembelian;
    - potongan pembelian.
    Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:

    Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan
    Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan.
    Unsur-unsur itu antara lain:
    - persediaan awal barang dagangan;
    - pembelian;
    - biaya angkut pembelian;
    - retur pembelian dan pengurangan harga;
    - potongan pembelian
    Rumus harga pokok penjualan:

    Keterangan
    Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih
    Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian
    Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
    Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:

    Beban usaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
    1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
    2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
    Untuk menghitung laba kotor adalah:

    Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
    Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan penjualan.

    Cobalah Anda buat kesimpulan tentang difinisi jurnal khusus ini. Selanjutnya, coba Anda bandingkan dengan jawaban berikut ini :Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.
    Jika benar, lanjutkan ke materi berikutnya.
    Jurnal khusus ada 4 macam :
    1) Jurnal Pembelian.
    2) Jurnal Pengeluaran Kas.
    3) Jurnal Penjualan dan
    4) Jurnal Penerimaan Kas.
    Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:

    Bagan 1 : Pembagian jurnal khusus

    Perlu diketahui, di samping keempat jurnal tersebut jika dirasa perlu, perusahaan dapat menambah satu jurnal umum yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keempat jurnal tersebut.

  34. siti hayatun nupus said

    NAMA : SITI HAYATUN NUPUS
    NO.REG : 5573060269
    DASAR AKUNTANSI
    JURNAL PERUSAHAAN DAGANG
    D3 TATA BOGA 2006

    tugas! junal khusus pada perusahaan dagang

    Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan .
    Jurnal adalah catatan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dengan menyebutkan nama perkiraan yang di debet dan nama perkiraan yang dikredit serta penjelasan transaksi secara kronologis. Jurnal merupakan catatan yang pertama dalam proses akuntansi.
    Jurnal yang dipergunakan, sesuai dengan kegunaannya dibedakan menjadi dua, yaitu :

    1.
    Jurnal umum adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat bermacam-macam transaksi. Bentuk jurnal umum yang biasa dipergunakan terdiri dari kolom : tanggal, keterangan, ref, saldo debet dan saldo kredit.
    2.
    Jurnal khusus adalah jurnal yang dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang sejenis. Bentuk jurnal khusus yang dipergunakan oleh perusahaan yang satu dengan yang lain berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jurnal khusus yang biasa dipergunakan antara lain :

    *
    Jurnal pembelian adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit.
    *
    Jurnal penjualan adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang yang dilakukan secara kredit.
    *
    Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas.
    *
    Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang khusus dipergunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
    Jika Anda belum memahaminya, coba Anda amati dan pelajari perbedaan keduanya baik melalui media massa, buku-buku pelajaran SLTP maupun media elektronik. Di sana pasti ada jawabannya. Nah, perlu Anda ketahui bahwa setiap perusahaan baik besar maupun kecil selalu melakukan kegiatan transaksi keuangan. Akan tetapi, transaksi yang terjadi pada masing-masing perusahaan memiliki jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Pada perusahaan kecil, transaksi keuangan yang terjadi relatif lebih kecil, baik dalam jumlah maupun dalam jenisnya. Sebaliknya pada perusahaan besar tentunya terjadi transaksi keuangan yang relatif lebih banyak. Oleh karena itu dalam perusahaan kecil dimungkinkan dalam pencatatan transaksi-transaksinya dengan menggunakan satu macam buku harian saja yang dinamakan Jurnal Umum. Sebaliknya, dalam perusahaan besar dimungkinkan untuk menggunakan jurnal tertentu yang disebut Jurnal Khusus. Penggunaan jurnal ini dapat menghemat waktu, mempermudah pembagian pekerjaan, memudahkan pemindahbukuan (posting), serta menghemat biaya.
    Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus:
    Tabel 1 : Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

    Cobalah Anda buat kesimpulan tentang difinisi jurnal khusus ini. Selanjutnya, coba Anda bandingkan dengan jawaban berikut ini :Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.
    Jika benar, lanjutkan ke materi berikutnya.
    Jurnal khusus ada 4 macam :
    1) Jurnal Pembelian.
    2) Jurnal Pengeluaran Kas.
    3) Jurnal Penjualan dan
    4) Jurnal Penerimaan Kas.
    Untuk lebih jelasnya lagi, maka jurnal khusus akan dibuat dalam bagan berikut ini:

    Bagan 1 : Pembagian jurnal khusus

    Perlu diketahui, di samping keempat jurnal tersebut jika dirasa perlu, perusahaan dapat menambah satu jurnal umum yang fungsinya untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam keempat jurnal tersebut.
    Pengertian Perusahaan Dagang
    Bagaimana mencatat transaksi pembelian barang dagang?, Seperti telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, bahwa setiap transaksi pembelian barang dagang selalu dicatat dalam akun pembelian pada sisi debit dalam jurnal. Sedangkan akun yang diisi kredit tergantung pada jenis pembelian yang dilakukan. Untuk lebih jelasnya akan dikemukakan contoh transaksi yang terjadi di bawah ini.
    a. Bila pembelian barang dagang dilakukan secara tunai
    Tanggal 2 Januari 2001, CV. Rian membeli barang dagang dari UD. Jujur Rp. 1.500.000,- secara tunai.

    Analisis transaksi:
    Setiap pembelian barang dagang di dalam akun pembelian disisi debit, kemudian karena pembelian dilakukan tunai maka akan mengurangi kas, sehingga dicatat dalam akun kas disisi kredit. Dalam hal ini CV. Rian akan mencatat dalam jurnal sebagai berikut:

    b. Bila pembelian dilakukan secara kredit
    Tanggal 4 Januari 2001, CV Rian membeli barang dagang dari Fa Jujur Rp. 4.000.000,- dengan syarat 2/10 n/30.

    Analisis transaksi:
    Setiap pembelian barang dagang dicatat dalam akun pembelian disisi debit dan bila pembelian dilakukan dengan syarat berarti pembelian dilakukan secara kredit, mengakibatkan utang bertambah dan dicatat dalam akun utang dagang disisi kredit. Dengan demikian CV Rian mencatat dalam jurnal seperti berikut ini.

    MACAM-MACAM TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG
    Transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa seperti yang pernah dipelajari pada modul kelas 1, juga terdapat pada perusahaan dagang. Namun ada transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang tetapi tidak terjadi pada perusahaan jasa. Transaksi apa saja itu? Transaksi tersebut adalah yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan dagang. Seperti transaksi pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian, penjualan , retur penjualan, potongan penjualan, biaya angkut penjualan, persediaan barang dagang .
    Agar lebih jelasnya berikut ini akan dikemukakan secara lebih rinci.
    1. Pembelian
    Transaksi pembelian barang dagang dalam perusahaan dagang yang ditujukan untuk dijual kembali akan dicatat pada akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit dan bisa juga sebagian tunai dan sebagian sisanya secara kredit.
    Sedangkan pembelian barang yang ditujukan untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak dijual kembali akan dicatat pada akun tersendiri. Contohnya transaksi pembelian apa? Misalnya transaksi pembelian peralatan kantor maka akan dicatat dalam akun peralatan, dan bukan akun pembelian. Begitu juga pembelian perlengkapan, juga dicatat pada akun tersendiri yaitu akun perlengkapan. Bukti transaksi ini biasanya berupa faktur untuk pembelian secara kredit dan kuitansi (nota kontan) untuk pembelian yang dilakukan secara tunai.
    2. Biaya Angkut Pembelian
    Sebelum memperoleh barang yang dibeli, biasanya perlu mengeluarkan ongkos angkut dari toko atau sampai ke gudang pembeli. Sehingga harga peroleh barang tersebut terdiri dari harga beli ditambah dengan ongkos (biaya angkutnya). Seluruh pengeluaran untuk biaya angkut pembelian akan dicatat dalam satu akun tersendiri yaitu akun beban angkut pembelian. Sebagai bukti transaksi adalah berupa faktur.
    3. Retur Pembelian
    Diwaktu melakukan transaksi pembelian barang, kadang-kadang barang yang dibeli itu tidak sesuai dengan barang yang dipesan, atau mengalami kerusakan saat dalam perjalanan. Maka pihak pembeli berhak mengembalikan barang yang rusak tersebut kepada penjual. Dalam hal ini apabila pembelian barang yang dikembalikan itu dilakukan secara tunai, maka penjual akan mengembalikan uangnya tunai kepada pembeli. Sebaliknya bila pembelian dilakukan secara kredit, maka pembeli akan membuat nota debit sebagai bukti pengurangan utangnya. Pengurangan utangnya itu dilakukan dengan cara mendebit akun utang dagang dan mengkredit akun retur pembelian. Jadi setiap terjadi transaksi yang berhubungan dengan pengembalian barang yang telah dibeli, akan dicatat dalam satu akun yaitu akun retur pembelian. Bukti transaksi yang digunakan adalah nota debit.

  35. gusni narulita said

    GUSNI NARULITA
    5573063629
    D3 TATA BOGA 2006

    Tugas!
    JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN DAGANG
    Perusahaan dagang menjual barang yang berwujud. Kegiatannya berupa jual beli barang tanpa melakukan perubahan yang signifikan terhadap barang tersebut.Perusahaan jasa menjual barang yang tidak berwujud.

    Cara menghitung Profit dalam perusahaan dagang dan jasa agak berbeda.

    Perusahaan jasa Perusahaan Dagang

    Pendapatan jasa (dikurang) Penjualan (dikurang)
    Biaya operasional (hasilnya) Harga Pokok penjualan (menghasilkan)
    Laba Laba kotor (setelah dikurangi)
    Biaya operasional (hasilnya)
    Laba

    Transaksi yang dilakukan perusahaan dagang :
    • Pembelian (Tunai, kredit, Potongan, pengembalian)
    • Penjualan (Tunai, kredit, Potongan, pengembalian)
    • Beban Angkut

    Syarat pembayaran
    2/10, 1/15 n/30 artinya kalau dibayar sebelum 10 hari maka dapat potongan 2%. Kalau dibayar dalam kurun waktu 10-15 hari, maka dapat potongan 1%. pembayaran paling lambat harus dilakukan dalam waktu 30 hari.
    EOM artinya pembayaran harus dilakukan pada hari terakhir pada bulan tersebut (End of Month)
    Syarat Penyerahan Barang
    FOB (Free on Board) : barang dagang diserahkan di Gudang penjual
    FOB Destination point atau C&F (Cost and Freight) : barang dagang diserahkan di Gudang pembeli atau tempat yang ditunjuk.
    Buku Besar Pembantu
    Buku ini biasa juga disebut buku tambahan. Buku pembantu ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, misalnya: piutang dagang, utang dagang dan persediaan barang dagangan. Dari buku pembantu ini dapat disusun daftar mengenai rekening yang bersangkutan pada setiap tanggal yang dikehendaki (biasanya akhir bulan atau akhir tahun).

    Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal khusus yang biasa diguankan:

    Jurnal Penjualan
    merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.

    Jurnal Penerimaan Kas
    merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.

    • Jurnal Umum
    digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.

    Prinsip-prinsip dan Praktik-praktik Akuntansi
    Akuntansi dapat diartikan sebagai “bahasa bisnis” karena akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan laporan-laporan bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan atau kebijaksanaan.
    Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan antara lain Penanam Modal, membutuhkan informasi tentang posisi keuangan dan masa depan perusahaan, Kreditur dan supplier perusahaan akan menilai sehat tidaknya keuangan perusahaan dan menilai risiko terhadap kredit yang akan diberikan kepada perusahaan. Lembaga pemerintah memerlukan informasi mengenai aktivitas keuangan perusahaan guna keperluan perpajakan dan perundang-undangan. Karyawan dan organisasi juga berkepentingan terhadap stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan tempat mereka bekerja.
    Akuntansi juga mengenal adanya spesialisasi seperti halnya dengan ilmu sosial lainnya. Bidang spesialisasi akuntansi antara lain meliputi: Akuntansi Keuangan, Auditing, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran, Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi sosial.
    Peranan Akuntansi dalam kegiatan perusahaan dapat digunakan sebagai alat perencanaan dan alat evaluasi hasil kegiatan. Akuntansi sebagai alat perencanaan dapat terlihat apabila manajemen ingin mengetahui berapa jumlah uang yang harus dibayar, kapan jatuh temponya dan kepada siapa harus dibayar ini semuanya dapat diketahui dari catatan akuntansi. Sedangkan akuntansi sebagai alat evaluasi hasil kegiatan dapat terlihat apabila manajemen ingin membandingkan antara pelaksanaan sesungguhnya dengan tujuan yang direncanakan.
    Setiap kejadian atau peristiwa mengakibatkan adanya perubahan terhadap posisi keuangan dari suatu organisasi disebut dengan transaksi. Dalam perusahaan transaksi dapat dibedakan menjadi dua yaitu transaksi intern dan transaksi ekstern.
    Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva sedangkan hak atau sumber dari mana aktiva tersebut berasal disebut ekuitas (hak milik). Hubungan antara aktiva dan hak milik ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
    Aktiva = Ekuitas
    Ekuitas dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu hak milik dari kreditur (disebut dengan utang) dan hak milik dari pemilik perusahaan (disebut dengan modal atau ekuitas) dengan demikian persamaan di atas dapat diperluas menjadi:
    Aktiva = Utang + Ekuitas
    Laporan Akuntansi
    Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan perubahan arus kas. Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.
    Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan.
    Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
    Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2). Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.

    SIKLUS AKUNTANSI
    Pencatatan Transaksi
    Pengaruh transaksi terhadap suatu perusahaan di dalam akuntansi dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan akuntansi sebagai berikut:
    Aktiva = Utang + Ekuitas atau A = U + E
    Ekuitas (modal) perusahaan dapat berubah apabila perusahaan memperoleh Pendapatan (P) atau adanya setoran modal, dan perusahaan menyerap Beban (B) atau adanya pengambilan modal (prive).
    Meskipun setiap transaksi dapat dicatat dengan persamaan akuntansi seperti di atas, namun bentuk pencatatan tersebut kurang praktis digunakan, karena transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya yang jumlahnya dapat mencapai ratusan.
    Agar informasi harian dapat tersedia, pada saat dibutuhkan, dan laporan keuangan dapat disusun setiap saat, maka perlu dibuat catatan yang terpisah untuk setiap pos. Catatan tersebut dalam akuntansi disebut dengan rekening (akun). Sedangkan kelompok rekening yang berkaitan dan merupakan satu unit disebut buku besar (ledger).
    Akun adalah catatan formal akuntansi yang digunakan untuk mengikhtisarkan transaksi yang terjadi selama periode akuntansi dan bentuk akun ini dapat bermacam-macam. Bentuk paling sederhana suatu akun terdiri atas tiga bagian: (1) Judul, yang menunjukkan nama dari pos yang dicatat, (2) ruang (tempat) untuk mencatat penambahan jumlah dari pos tersebut dalam unit rupiah (uang) dan (3) ruang untuk mencatat pengurangan jumlah dari pos tersebut. Bentuk rekening tersebut sering disebut akun dua kolom atau akun T.
    Pada akhir periode seluruh akun dijumlahkan dan dihitung saldonya. Akun-akun ini merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Akun-akun pendapatan dan beban dipakai untuk menyusun laporan laba rugi, akun aktiva, utang dan ekuitas dipakai untuk menyusun neraca, akun ekuitas dan prive dipakai untuk menyusun laporan perubahan modal dan akun kas dipakai untuk menyusun arus kas.
    Cara pencatatan langsung ke dalam akun sulit dilakukan dalam praktik, karena jumlah akun cukup banyak dan terjadi kesalahan sulit untuk melacak kesalahan tersebut, maka untuk pencatatan transaksi sebelum dilakukan pencatatan ke dalam akun, terlebih dahulu dicatat dalam buku jurnal. Buku jurnal yaitu buku yang digunakan untuk mencatat kejadian keuangan (transaksi) yang dilakukan secara urut waktu dan pencatatan dalam buku jurnal ini juga sejalan dengan persamaan akuntansi, dalam arti setiap transaksi akan didebet dan dikredit dalam jumlah yang sama. Bentuk buku jurnal ini yang banyak dikenal adalah bentuk dua kolom.

    Jurnal Penyesuaian
    Daftar saldo pada akhir periode akuntansi, sering kali tidak mencerminkan saldo yang sesungguhnya pada saat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang setiap saat berjalan terus, di mana perusahaan tidak praktis (tidak sengaja) untuk mencetaknya. Agar akun-akun dalam daftar saldo dapat langsung disajikan sebagai laporan keuangan, maka akun-akun tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu.
    Transaksi-transaksi kontinu yang biasanya selalu memerlukan penyesuaian setiap akhir periode akuntansi dapat diikhtisarkan sebagai berikut.
    1. Pembagian harga perolehan dari persekot biaya, seperti bahan habis pakai, persekot sewa, dan persekot biaya yang lain, penyesuaian dalam hal ini dilakukan untuk mengalokasikan beberapa bagian persekot biaya yang sudah menjadi biaya-biaya dan beberapa bagian yang masih merupakan persekot.
    2. Pembagian pendapatan yang diterima di muka seperti: uang muka pendapatan sewa, uang muka penjualan dan uang muka pendapatan yang lain. Penyesuaian ini diperlukan untuk memisahkan beberapa bagian Uang Muka Pendapatan yang sudah menjadi pendapatan dan beberapa bagian yang masih tetap merupakan uang muka.
    3. Pembagian harga perolehan aktiva jangka panjang. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakui adanya biaya yang terjadi karena perusahaan menggunakan aktiva tetap yang manfaatnya semakin menurun. Penurunan manfaat ini dalam akuntansi disebut depresiasi penyusutan.
    4. Biaya yang terutang (bertambahnya biaya) penyesuaian ini terjadi karena sudah terjadi biaya dalam perusahaan, tetapi belum dicatat sampai tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian di sini digunakan untuk mencatat bertambahnya biaya dan untuk mencatat bertambahnya utang biaya.
    5. Pendapatan yang tertagih (Bertambahnya Pendapatan). Penyesuaian ini timbul karena perusahaan telah mempunyai hak atas suatu pendapatan tetapi belum dicatat sampai dengan tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian ini dimaksudkan untuk mencatat bertambahnya pendapatan di satu pihak dan bertambahnya tagihan di pihak lain.
    Setelah penyesuaian-penyesuaian tersebut dicatat dan dibukukan, maka buku besar telah siap untuk disajikan sebagai elemen laporan keuangan.

    Neraca Lajur (Kertas Kerja Berlajur)
    Neraca lajur adalah suatu lembaran kerja berlajur yang digunakan untuk mengikhtisarkan saldo akun-akun dan menyiapkan penyajian laporan keuangan. Penggunaan neraca lajur akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan dengan teliti, tepat dan tepat waktu. Secara umum neraca lajur yang digunakan adalah neraca lajur 10 kolom yang meliputi; (1) Kolom pertama dan kedua (daftar saldo), (2) Kolom ketiga dan keempat (penyesuaian), (3) Kolom kelima dan keenam (daftar saldo setelah penyesuaian), (4) Kolom ketujuh dan kedelapan (Laba Rugi), dan (4) Kolom kesembilan dan sepuluh (neraca).
    Jurnal penutup dibuat bila perusahaan akan memulai pembukuan untuk periode yang baru. Maksud dari jurnal ini adalah untuk menghindari terjadinya pencampuran transaksi yang sama dari periode sebelumnya, misalnya transaksi pendapatan, biaya dan modal.
    Tahap-tahap dalam proses penutupan adalah sebagai berikut:
    1. Pertama; menutup akun-akun biaya ke akun perantara yang dinamakan “Ikhtisar Laba Rugi”. Setiap akun yang dikreditkan adalah sebesar saldo debetnya dan sebagai imbangannya akun ikhtisar Laba Rugi dikredit dengan jumlah yang sama. Dengan adanya jurnal penutup ini seluruh akun biaya tidak akan bersaldo lagi.
    2. Kedua; menutup akun-akun pendapatan ke akun ikhtisar Laba Rugi. Setiap akun pendapatan akan didebet sebesar jumlah saldo kreditnya, sebaliknya akun ikhtisar Laba Rugi dikreditkan dengan jumlah yang sama.
    3. Ketiga; menghitung saldo akun ikhtisar Laba Rugi, selanjutnya menutupnya ke akun ekuitas atau saldo laba. Bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo kredit (berarti jumlah kredit atau pendapatan lebih besar dari jumlah debetnya atau biaya-biaya) ini berarti perusahaan memperoleh laba atau keuntungan. Begitu pula sebaliknya bila akun ikhtisar Laba Rugi bersaldo debet ini menandakan perusahaan menderita kerugian.
    4. Keempat; menutup akun prive atau dividen ke akun ekuitas atau akun saldo laba.
    Jurnal balik adalah jurnal yang digunakan untuk memindahkan akun permanen ke akun temporer. Bentuk jurnal ini merupakan kebalikan dari jurnal penyesuaian. Akun-akun yang bersaldo debet dan kredit pada jurnal penyesuaian, akan dibalik pada jurnal balik dengan jumlah yang sama, namun tidak merupakan suatu keharusan dalam proses akuntansi bahwa setiap jurnal penyesuaian harus dilakukan jurnal balik, jurnal penyesuaian yang perlu dibalik adalah jurnal penyesuaian yang terdapat pada akun-akun tertentu atau pos-pos transitoris.

    Laporan Keuangan Neraca
    Akun-akun dalam neraca diklasifikasikan dalam pos aktiva, utang dan modal. Akun aktiva diklasifikasikan atas dasar cepat tidaknya masing-masing pos tersebut dijadikan kas atau dipakai (atas dasar likuiditasnya). Demikian juga dengan akun utang, Sedangkan akun modal disusun atas dasar historisnya, dengan demikian sebisa mungkin akun modal harus menunjukkan beberapa modal asli (pribadi) dan berapa yang berasal dari hasil kegiatan perusahaan.

    Laporan Raba Rugi
    Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menggambarkan kegiatan suatu perusahaan selama periode tertentu. Kegiatan tersebut digambarkan dalam akun-akun pendapatan dan biaya. Pengertian pendapatan dan biaya tidak sama dengan penerimaan kas dan pengeluaran kas.
    Pendapatan dapat dibedakan menjadi dua bagian utama yaitu; pendapatan usaha yang berasal dari kegiatan pokok perusahaan dan pendapatan non usaha yang merupakan hasil sampingan perusahaan, bersifat insidental. Demikian juga dengan biaya, biaya dibedakan menjadi biaya usaha dan biaya non usaha.
    Dalam perusahaan dagang selain terdapat biaya usaha dan biaya non usaha terdapat akun harga pokok penjualan yang merupakan harga pokok dari barang dagangan yang telah terjual.

    Laporan Perubahan Modal
    Laporan perubahan modal merupakan penghubung laporan laba rugi dan neraca, dan kedudukannya adalah sama penting dengan kedua laporan lainnya. Laporan perubahan modal memuat ringkasan sebab-sebab perubahan modal yang timbul akibat transaksi operasi dan transaksi modal. Ada kemungkinan laporan ini memuat perubahan yang disebabkan karena koreksi.
    Dalam menyusun laporan perubahan modal perlu diingat bentuk perusahaan, karena bentuk laporan tergantung pada bentuk perusahaan.

    Laporan Arus Kas (cash flow)
    Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu. Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.
    Tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan kas berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas pendanaan (financing) dan aktivitas investasi selama satu periode akuntansi.
    1. Setara Kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
    2. Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
    3. Aktivitas Investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas
    4. Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komponen modal dan pinjaman perusahaan.

    Perusahaan Dagang
    Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali dalam bentuk semula tanpa mengalami pengolahan. Perusahaan dagang dapat berupa toko, penyalur tunggal, agen penjualan, distributor dan sejenisnya. Karakteristik utama perusahaan dagang adalah bahwa pada peristiwa penjualan terjadi penyerahan barang yang didalamnya memuat jumlah rupiah disebut harga pokok penjualan.
    Pendapatan utama perusahaan dagang adalah berasal dari penjualan barang sehingga rekening penjualan digunakan sebagai ganti rekening Pendapatan. Juga Piutang Dagang dan Utang Dagang. Di samping itu ada akun-akun khusus yang bersangkutan dengan perusahaan dagang di samping Penjualan, antara lain yang terpenting adalah Harga Pokok Penjualan, Pembelian, Retur dan Keringanan Penjualan, Retur dan Keringanan Pembelian, Potongan Penjualan dan Potongan Pembelian. Potongan pembelian ataupun potongan penjualan hendaknya tidak dikacaukan dengan pengertian potongan harga (price/trade discount).
    Ada akun khusus menyebabkan Laporan laba-rugi perusahaan dagang juga berbeda dengan laporan perusahaan dagang. Biaya dalam perusahaan dagang dibagi menjadi dua kelompok yaitu biaya yang melekat pada barang dagangan yang terjual yang disebut biaya operasi. Harga pokok penjualan sendiri sebenarnya merupakan biaya operasi lainnya. Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba yang berasal dari penjualan yang dikenal dengan istilah laba kotor penjualan.
    Pada saat terjadi penjualan sebenarnya terjadi dua peristiwa yaitu pertama terjadinya pendapatan yang disebut penjualan yang mempunyai akibat menambah modal dan yang kedua keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok penjualan yang mempunyai akibat mengurangi modal karena sifatnya sebagai biaya. Bila pada saat penjualan keluarnya barang dagangan sebagai harga pokok tidak dihitung dan dicatat dan baru akan dicatat pada akhir periode sebagai penyesuaian maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan fisik atau periodik (physical or periodical inventory system). Sedangkan bilangan pada tiap kali terjadi penjualan harga pokok barang yang ke luar dicatat maka dikatakan bahwa perusahaan menggunakan sistem persediaan kontinyu atau buku/perpetual or book inventory system.

    Jurnal Khusus
    Pada umumnya di dalam perusahaan terjadi transaksi rutin dan frekuensi terjadinya sangat tinggi. Transaksi rutin ini biasanya meliputi: penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas dan sebagainya. Dengan buku jurnal dua kolom ternyata pencatatan transaksi rutin menjadi tidak tepat dan praktis lagi terutama dalam hal posting dari jurnal ke buku besar. Karena itu transaksi rutin yang sering terjadi sebaiknya dicatat dalam buku jurnal tersendiri yang disebut dengan buku jurnal khusus. Dengan adanya jurnal khusus maka biasanya ada beberapa akun yang memerlukan perincian misalnya Piutang Dagang dan Utang Dagang. Akun-akun untuk perincian ini membentuk satu buku besar tersendiri yang disebut dengan buku besar pembantu, sedangkan buku besar yang akan digunakan dalam menyusun daftar saldo disebut dengan buku besar umum.
    Jurnal khusus yang biasanya memiliki oleh suatu perusahaan antara lain :
    1. Jurnal Penjualan (PN)
    2. Jurnal Penjualan (PB)
    3. Jurnal Penerimaan Kas (KM)
    4. Jurnal Pengeluaran Kas (KK)
    5. Jurnal Retur Dan Keringanan Penjualan ( RN)
    6. Jurnal Retur dan Keringanan Pembelian ( RB)
    Transaksi yang tidak dapat dicacat dalam buku jurnal di atas akan dicatat dalam buku Jurnal umum (UM) yang dapat merupakan buku jurnal biasa (dua kolom) atau berkolom banyak (columnair journal).
    Tentu saja tiap perusahaan tidak harus menyediakan seluruh jurnal khusus di atas tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Suatu perusahaan mungkin cukup mempunyai satu jurnal yaitu jurnal umum saja karena transaksi yang terjadi masih sederhana. Bila perusahaan makin maju dan transaksinya makin kompleks maka mungkin diperlukan suatu jurnal khusus. Yang jelas adalah bahwa suatu perusahaan selalu menyediakan jurnal umum. Adapun kombinasi jurnal yang dapat digunakan oleh suatu perusahaan adalah sebagai berikut (bila sudah mulai menggunakan jurnal khusus):
    Kombinasi I : UM + PN
    Kombinasi II : UM + PN + PB
    Kombinasi III : UM + PN + PB + KM
    Kombinasi IV : UM + PN + PB + KM + KK
    Kombinasi V : UM + PN + PB + KM + KK +RN
    Kombinasi VI : UM + PN + PB + KM + KK + RN + RB
    Tiap perusahaan dapat memilih salah satu kombinasi dengan variasi bentuk jurnal khusus yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.
    Tiap perusahaan dapat memilih salah satu kombinasi dengan variasi bentuk jurnal khusus yang disesuaikan dengan kombinasi perusahaan.

    Pembentukan Persekutuan dan Pembagian Laba atau Rugi Persekutuan
    Perbedaan pokok antara perusahaan perseorangan dan persekutuan adalah dalam masalah transaksi modal. Oleh karena persekutuan merupakan perusahaan milik beberapa orang maka laba yang diperoleh juga harus dibagikan kepada seluruh pemilik. Ada berbagai cara dalam pembagian laba atau rugi ini. Agar tidak menimbulkan kesulitan di kemudian hari sebaiknya perjanjian pembagian laba harus diuraikan dengan jelas dalam bentuk tertulis. Bila tidak ada perjanjian yang menyangkut masalah pembagian laba atau rugi, maka dianggap pembagian laba atau rugi dilakukan dengan perbandingan yang sama.
    Bila persekutuan dibentuk dari perusahaan yang sebelumnya sudah berjalan, biasanya nilai buku aktiva dari perusahaan sebelumnya menjadi tidak relevan lagi. Oleh karena itu pada umumnya nilai buku tersebut harus disesuaikan lebih dahulu. Persekutuan cukup mencatat nilai aktiva yang baru (yang disetujui bersama), tidak perlu memperhatikan harga perolehan aktiva ketika dulu dibeli oleh perusahaan sebelum menjadi persekutuan. Harga perolehan aktiva bagi persekutuan yaitu harga pada saat aktiva tersebut menjadi hak persekutuan.
    Secara umum ciri-ciri persekutuan adalah:
    1. umur yang terbatas
    2. tanggung jawab anggota yang tidak terbatas
    3. pemilikan harta bersama
    4. partisipasi dalam pembagian laba atau rugi; dan
    5. perjanjian tertentu.

    Akuntansi untuk Pembubaran Persekutuan dan Likuidasi Persekutuan
    Salah satu sifat utama dari bentuk organisasi persekutuan adalah usianya yang terbatas. Setiap perubahan anggota persekutuan akan mengakibatkan pembubaran persekutuan. Dengan demikian masuknya anggota sekutu baru, keluarnya anggota sekutu lama dan meninggalnya salah seorang anggota persekutuan, akan membubarkan persekutuan yang ada.
    Masuknya sekutu dalam persekutuan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
    1. dengan cara membeli hak pemilik sekutu lama;
    2. dengan cara menyetorkan aktiva kepada persekutuan.
    Perbedaan cara penerimaan sekutu baru akan mengakibatkan perbedaan dalam akuntansi. Pada cara pertama transaksi penerimaan sekutu baru hanya dilakukan dengan memindahkan akun modal sekutu lama ke akun sekutu baru. Dengan demikian tidak terjadi perubahan struktur aktiva maupun struktur modal. Pada cara kedua persekutuan akan mencatat penambahan aktiva dan penambahan modal. Jumlah aktiva yang dicatat tidak harus sama dengan jumlah modal sekutu baru. Adakalanya setoran modal dicatat lebih rendah atau lebih tinggi sehingga menimbulkan goodwill yang akan diberikan kepada sekutu lama atau sekutu yang baru masuk. Umumnya bila persekutuan akan menerima anggota baru diadakan penyesuaian lebih dahulu terhadap akun-akun yang ada. Sehingga buku besarnya dapat mencerminkan harga aktiva secara lebih layak. Laba atau rugi yang timbul karena adanya penilaian kembali ini kemudian akan dibagikan kepada para sekutu lama.
    Bila persekutuan mau menghentikan kegiatannya, maka biasanya akan menjual seluruh aktivanya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembagian kekayaan kepada para anggotanya. Proses pembubaran perusahaan ini dikenal dengan proses likuidasi. Adapun langkah-langkah dalam proses likuidasi adalah:
    1. menyesuaikan dan menutup buku-buku yang ada;
    2. menjual seluruh aktiva nonkas (realisasi);
    3. melunasi seluruh utang perusahaan;
    4. mengembalikan modal kepada para sekutu.
    Oleh karena tanggung jawab anggota persekutuan tidak terbatas maka bila ada salah seorang anggota sekutu yang modalnya negatif mereka tetap harus menutup jumlah modal yang negatif tersebut. Seandainya sekutu tersebut dalam keadaan bangkrut, maka sekutu yang masih mampu harus menanggung defisit sekutu tersebut.
    Sumber Buku Pengantar Akuntansi Karya Sugiarto

  36. Stanley said

    Nama : Wismark Stanley
    NoReg : 5573063627
    Tema : Jurnal khusus pada perusahaan dagang.

    Seperti diketahui Jurnal khusus meliputi, jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan dan jurnal penjualan kas. Penjualan barang secara kreditharus dilakukan pencatatanke dalam jurnal penjualan (seles jurnal) sedangkan penjualan secara tunai dicatat dalam jurnal penerimaan kas.

    http://www.google.com

  37. Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan.
    Meskipun telah disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa jurnal
    Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
    Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang dibukukan kedalam buku besar.
    Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam jurnal khusus.
    Perusahaan dagang menjual barang yang berwujud. Kegiatannya berupa jual beli barang tanpa melakukan perubahan yang signifikan terhadap barang tersebut.Perusahaan jasa menjual barang yang tidak berwujud.

  38. maharani aini
    5573060266
    d3 tata boga 2006

    Jurnal Khusus
    Sesuai dengan namanya, jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan khusus untuk
    mencatat kelompok transaksi-transaksi yang sejenis. Pengelompokkan transaksi-transaksi
    yang sejenis bergantung pada aktivitas perusahaan yang bersangkutan. Meskipun telah
    disediakan jurnal-jurnal khusus, perusahaan tetap membutuhkan jurnal umum yang
    digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat didalam jurnal
    khusus, dan juga untuk keperluan membuat jurnal penyesuaian, jurnal penutupan dan
    koreksi pembukuan. Format dan cara pemakaian jurnal-jurnal khusus berbeda dengan
    jurnal umum. Perubahan tersebut dimaksudkan agar pengerjaan jurnal dan pembukuan
    dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan secara lebih efisien. Berikut adalah beberapa
    jurnal khusus yang biasa diguankan:
    •Jurnal Penjualan merupakan jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat
    transaksi-transaksi yang dilakukan secara kredit. Penjualan secara tunai biasanya
    tidak dimasukkan dalam jurnal ini karena dalam transaksi penjualan tunai terjadi
    penerimaan kas, sehingga penjualan tunai biasanya dicatat dalam jurnal penerimaan
    kas.
    •Jurnal Penerimaan Kas merupakan jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat
    transaksi penerimaan kas. Untuk menghemat waktu pencatatan, maka jurnal ini
    dirancang dengan meanyediakan sejumlah kolom dan hanya total setiap rupiah yang
    dibukukan kedalam buku besar.
    •Jurnal Umum digunakan untuk mencatat penyesuaian pembukuan, penutupan
    pembukuan, koreksi dan transaksi-transaksi lainnya yang tidak dapat dicatat didalam
    jurnal khusus.

    Membuat Jurnal Khusus
    Sesuai dengan proses kerja siklus akuntansi, maka transaksi-transaksi yang berdasarkan dokumen-dokumen tersebut dicatat dalam buku harian yang disebut jurnal khusus. Jurnal yaitu jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang.
    Jenis-jenis jurnal khusus :
    1. Jurnal Penerimaan Kas (JKM) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penerimaan kas atau uang tunai.
    2. Jurnal Pengeluaran Kas (JKK) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pengeluaran uang tunai.
    3. Jurnal Pembelian (JPB) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi pembelian secara kredit
    4. Jurnal Penyesuaian (JPN) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap terjadi penjualan secara kredit.
    5. Jurnal Umum (JU) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang tidak sesuai untuk dimasukkan kedalam empat jurnal diatas
    Dalam perusahaan dagang, transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan sering dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.

    Perusahaan dagang menjual barang yang berwujud. Kegiatannya berupa jual beli barang tanpa melakukan perubahan yang signifikan terhadap barang tersebut.Perusahaan jasa menjual barang yang tidak berwujud.

    Cara menghitung Profit dalam perusahaan dagang dan jasa agak berbeda.

    Perusahaan jasa Perusahaan Dagang

    Pendapatan jasa (dikurang) Penjualan(dikurang)
    Biaya operasional (hasilnya) Harga Pokok penjualan(menghasilkan)
    Laba Laba kotor(setelah dikurangi)
    Biaya operasional(hasilnya)
    Laba

    Transaksi yang dilakukan perusahaan dagang :
    Pembelian (Tunai, kredit, Potongan, pengembalian)
    Penjualan (Tunai, kredit, Potongan, pengembalian)
    Beban Angkut

  39. Ircham Grinaldi said

    Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2 Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara debit)
    3 Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara debit)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5.jurnal penutup( membalikkan akun akun)

  40. Rosalia Desliana said

    Jurnal khusus. Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah :
    1. Jurnal penjualan ( semua penjualan secara kredit)
    2 Jurnal penerimaan kas (semua penerimaan kas secara debit)
    3 Jurnal pengeluaran kas ( Semua pengeluaran kas secara debit)
    4. Jurnal pembelian (semua pembelian secara kredit)
    5.jurnal penutup( membalikkan akun akun)

  41. Ayu Anandita Putri said

    Ayu Anandita Putri
    5573063606
    Sumber : buku “Kompetensi Dasar Akuntansi 1” (Isroah, M.Si. – Siti Nurjanah, S.pd.)
    D3 Boga 2006

    JURNAL KHUSUS PADA PERUSAHAAN DAGANG

    Perusahaan dagang yang mempunyai kejadian transaksi yang banyak dan berulang-ulang, jurnal yang sesuai untuk digunakan adalah jurnal khusus. Jurnal ini dibuat berkolom-kolom dan dirancang untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu dengan tetap memperhatikan rekening-rekening yang harus didebit dan dikredit. Jurnal khusus dibuat untuk mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan untuk memudahkan dalam membukukan rekening-rekening. Buku jurnal khusus yang sering dibuat oleh suatu perusahaan dagang antara lain sebagai berikut.
    a. Jurnal pembelian adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi pembelian baik pembelian barang dagangan maupun pembelian aktiva lain secara kredit.
    b. Jurnal penjualan adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit. Penjualan aktiva lain dan penjualan barang secara tunai tidak dapat dicatat dalam jurnal ini.
    c. Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas, diantaranya penerimaan pelunasan piutang, penjualan barang dagangan secara tunai dan penerimaan penghasilan lain-lain.
    d. Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengeluaran kas, diantaranya pembelian barang secara tunai, pembayaran utang, pembelian aktiva secara tunai, pembayaran utang, pembelian aktiva secara tunai, pembayaran beban usaha dan pengambilan uang oleh pemilik.

  42. lusi ariessela said

    Nama : Lusi ariessela
    No. Reg : 5573060270
    M . K : Dasar Akuntansi
    D3 Tata Boga 2006
    Tugas : Perusahaan Dagang

    SIKLUS AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN DAGANG

    Dalam banyak hal catatan –catatan dan prosedur- prosedur akuntansi dalam perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Baik dalam perusahaan jasa maupun dagang. Semua transaksi harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodok dbukukan dalam rekening- rekening buku besar. Pada akhir periode, saldo-saldo dari semua rekening dihitung dan dicantumkan dalam neraca lajur sebagi alat Bantu untuk menyusun laporan – laporan keuangan .
    Jurnal penyesesuaian dan jurnal penutup juga dilaksanakan dalam perusahaan dagang , begitu pula halnya pembuatan neraca saldo setelah tutup buku perlu dikerjakan sebagai taraf akhir dalam siklus akuntansi. Meskipun akuntansi untuk perusahaan dagang dalam banyak hal tidak berbeda dengan akuntansi perusahaan jasa, namun dalam perusahaan dagang adanya rekening dan prosedur tertentu untuk pembeliab dan penjualan barang dagangan.

    KEGIATAN PERUSAHAAN DAGANG
    Secara garis besar , siklus kegiatan perusahaan dagang meliputi kegiatan – kegiatan seperti :
    1. pembelian
    2. pengeluaran uang
    3. penjulan
    4. penerimaan uang

    1. pembelian
    Dalam sebuah prusahaan dagang kegiatan pembelian meliputi pembelian aktiva produksi, pembelian barang dagang serta pembelian barang dilakukan dan jasa lain dalam rangka kegiatan usaha. Kegiatan pembelian dapat dilakukan secara kredit maupun tunai dan pada umumnya dilakukan kepada beberapa supplier. Pada waktu membeli barang dagang , perusahaan trikat pada suatu syarat jual beli tetentu. Jumlah yang dibebankan kepada perusahaan untuk memperoleh suatu barang samapi siap untuk dijual, merupakan harga pokok barang tersebut. Pada syarat jual beli tertenu temasuk harga pokok barang adalah ongkos angkut, asuransi dan lain-lain.
    Apabila perusahan tidak puas sengan kualitas barang yang dibeli , maka dengan persetujuan penjual dapat diminta pengurangan harga (purchases allowance) atau mengembalikan barang tersebut ( purchases return ) perkiraan untuk mencatat pengurangan harga dan pengembalian disebut : pengembalian retur dan pengembalian harga “( purchases return dan allowances)

    2. pembayaran
    Pembelian akan diikuti pembayaran . kapan suatu pembelian harus dibayar tergantung pada syarat jual beli yan ditetapkan. Disamping pembelian barang jasa dan jasa, pembayaran dapat dilkakukan untuk keperluan lain, misalnya mengembalikan pinjaman atau pinjaman atau membagikan laba kepada pemilik.

    3. penjualan
    Pada saat perusahaan menjual barang dagangnya , maka diperoleh pendapatan . jumlah yang dibebankan kepada pembeli untuk barang dagang yang diserahkan merupakan perusahaan yang bersangkuta . Penjualan yang dilakukan secara kredit maupun tunai dan pada umumnya kepada beberapa langganan. Seperti halnya waktu membeli , ketika menjual perusahaan juga terikat dengan syarat jual beli tertentu (bedakan dengan syarat jual beli diterapkan pada waktu perusahaan membeli).

    Pada waktu menjual . kadang –kdang perusahaan harus menerima pengembalin barang atau memberi potongan harga. Hal ini trjadi kalau baran yang dijual tidak sesuai dengan permintaan pembeli. Peneimaan kemna;li barang yang telah dijual disebut retur (sales return ), sedangkan pemberian potongan harga disebut pengurangan harga (sales allowances) . pada umumnya penjualan return dan pengurangan harga dicatat dalam satu perkiraan yang disebut penjualan retur dan pengurangan harga (sales return and allowances).

    4, penerimaan uang
    Penjulan akan diikuti penerimaan uang . seperti halnya pembelian , penerimaan uang dari suatu penjualan , tergantung pada syarat jual beli yang telah ditetapkn . disamping dari penjuaan , perusahaan mungkin menerima uang dari sumber-sumber lain. Misalnya setoran modal pemilik , pinjaman kreditur dan lain-lain.

    BUKU HARIAN KHUSUS YANG HARUS DISEDIAKAN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN DAGANG IALAH :

    1. buku penjualan ( sales journal ). Buku harian ini digunkan untuk mencatat penjulan barang dagang yang dilakukan secara kredit . dalam sebuah buku harian ini akan terlibat perkiraan piutang dagang dan penjualan.
    2. buku penerimaan kas (cash receipt journal). Buku harian ini digunakan untuk mencatat semua penerimaan uang, emasuk penjualan tunai dan penerimaan tagihan.
    3. buku pembelian (purchases journal) buku harian ini digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit.
    4. buku pengeluaran kas (cash disbursement journal) buku harian ini digunakan untuk mencatat semua pengeluaran uang yang dilkukan oleh perusahaan , termasuk pembelian barang dagang tunai dan pembayaran hutang.

    IKHITISAR REKENING – REKENIN DALAM PERUSAHAAN
    DAGANG

    Kegiatan Perusahaan dagang terutama yang mempergunakan metode persediaan periodic. Memerlukan sejumlah rekening yang tidak terdapat dalam perusahaan jasa . rekening- rekening yang khusus pada perusahaan dagang terdiri atas:
    1. Penjualan .
    Rekening penjualan dikredit sebesar harga jual barang yang dijual. Penjulan adalah termasuk dalam kelompok rekening pendapatan . rekening ini dilaporkan pada bagian pendapatan dalamlaporan rugi laba.

    2. Retur dan Potongan penjualan
    Rekening retur da potongan penjualan didebet sebesar harga jual barang yang diretur (dikembalikan) oleh pembeli atau sebesar potongan yang siberikan kepada pembeli retur penjualan merupakan rekening lawan atau rekening pengurangan atas rekening pendapatan . rekening ini dilaporkan dalam laporan rugi laba sebagi pengurang atas penjualn kotor.

    3. Potongan Tunai Penjualan
    Rekening potonan tunai penjualan didebet sebesar potongan tunai yang diberikan pembeli karena pembeli melakukan pembayaran pada waktu yang ditetapkan. Potongan tunai penjualan merupakan rekening lawan ( ekening pengurang ) atas rekening pendapatan . rekening ini dilaporkan dalam laporan rugi laba sebagai pengurang atas penjualan kotor.

    4. Pembelian
    Rekening pembelian didebet sebesar harga pembelian dari seluruh barang yang dibeli. Rekening ini merupakan salah satu komponen untuk mementukan harga pembelian bersih dalam bagian harga pokok penjulan laporan rugi- laba.

    5. Retur dan Potongan pembelian
    Rekening retur dan potongan pembelian dikredit sebesar harga beli barang yang dretur (dikembalikan ) kepada penjual, karena barang tersebut tidak memuaskan 9rusak , cacat, atau alasan lain)atau sebesar potongan yang diterima dari penjual retur dan potongan pembelian merupakan rekening lawan (rekening pengurang ) atas rekening pembelian .rekening merupakan salah sau komponen untuk menentukan harga pembeli bersih dalam bagian harga pokok penjualan pada laoran rugi laba.

    6. Potongan Tunai Pembelian
    Rekening potongan tunaidikredit sebesar pengurangan atas harga pembelian kotor. Karena pembayran dilakukn pada perioe waktu potongan yang ditetapkan oleh penjual. Potongan tunai pembelian merupakan rekening lawan (pengurang ) atas rekening pembelian . rekening ini merupakan salah satu komponen untuk menentukan harga pembelian bersih dalam bagian harga pokok penjulan laporan rugi laba.

    7. Biaya Angkut Pembelian
    Rekening biaya angkut pembelian didebet sebesar biaya pengangkutan barang yang menjadi beban pembelian untuk mengangkut barang dari tempat penjual sampai ketempt pembeli.

    8. Persediaan barang Dagangan
    Rekening persediaan barang dagangan menunjukan harga pokok yang ada dalam perusahaan dan tersedia untuk diual kepada para konsumen yang ada dalam persediaan dan tesedia untuk dijual kepada konsumen . rekening ini dilaporkan dalam neraca pada baian aktiva lancer. Pada perusahaan yang menggunakan metode persediaan periodic , jumlah persediaan awal ditambah pada pembalian bersih sehingga dapat ditentukan harga pokok barang yang tersedia dijual. Selanjutnya persediaan akhir dikurangkan dari harga pokok barang yang tersedia dijual dapat ditentukan harga pokok penjualan.

    Sumber :
    AL Haryono jusup, dasar akuntansi jilid 1 sekolah tinggi ilmu ekonomi
    Soemarso S.R akuntansi suatu pengantar edisi ke4 .rineka cipta

  43. yuli, maria, dian f,sabita & tetty said

    Askm, Bu Shinta,
    karena tugas kemarin yang kami kumpulkan hilang setelah kami kumpulkan sebelum sampai ketangan Ibu, maka kami buat lagi tugas itu…
    terima kasih atas pemaklumannya…

    Nama :
    Yuli 5525070365
    maria 5525072520
    dian fitri 5525072528
    sabita 5525072533
    tetty 5525072543
    Memanfaatkan Waktu Luang Ibu Rumah Tangga

    Bagi sebagian orang, pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir merupakan pilihan yang tidak mudah. Ada yang rela mengorbankan karirnya yang gemilang demi mengurus anak dan suami, tapi dengan catatan suami sudah memenuhi kebutuhan keluarga lebih dari cukup. Sementara sebagian wanita lainnya sebenarnya ingin tinggal di rumah, menemani anak bermain dan menunggu suami pulang kerja. Tapi apa daya tuntutan ekonomi memaksa mereka untuk ikut bekerja.
    Ibu yang ikut bekerja mempunyai banyak pilihan. Ada ibu yang memilih bekerja di rumah dan ada ibu yang memilih bekerja di luar rumah. Jika ibu memilih bekerja di luar rumah maka ibu harus pandai-pandai mengatur waktu untuk keluarga karena pada hakekatnya seorang ibu memiliki tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga termasuk mengawasi, mengatur dan membimbing anak-anak. Apalagi jika ibu memiliki anak yang masih kecil atau balita maka seorang ibu harus tahu betul bagaimana mengatur waktu dengan bijaksana.
    Sedangkan untuk ibu yang bekerja di dalam rumahpun tetap harus mampu mengatur waktu dengan bijaksana.
    Biasanya sih mereka membawa pakaian model terbaru, ada juga yang membawa parfum merk terkenal, bahkan tidak sedikit yang membawa penganan kecil hasil karya mereka sendiri. Barang yang mereka bawa biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan. Pada awalnya sih kebanyakan mereka coba-coba saja, namun ternyata bagi yang memesan, ini merupakan kemudahan sendiri. Mereka bisa memiliki barang dengan hanya memesan saja tanpa harus repot mencari-cari di pusat perbelanjaan. Intinya, kita harus jeli melihat peluang usaha yang ada di depan mata. Usaha tidak perlu malu atau gengsi yang penting dapat menghasilkan uang dengan cara yang tidak merugikan orang lain.
    Selain itu, bila Anda mempunyai keahlian dalam penulisan, Anda juga bisa mengoptimalkan waktu dengan menulis artikel untuk media massa, menulis cerita fiksi, meresensi buku, dan lain-lain. Sebenarnya banyak sekali ide-ide usaha yang bisa digali dari latar belakang keahlian Anda atau dari minat dan hobi dengan tetap duduk di belakang meja kantor. Demikian, semoga bermanfaat.

    Sumber: http://jawaban.com
    http://info.balitacerdas.com
    http://www.perencanakeuangan.com

  44. Nama : ANISYA NUR AQMARINA
    No. Reg : 5525087662
    NON REGULER (Tata Busana)

    Keseimbangan dalam keluarga

    Sebagai individu tentunya kita semua juga menjadi salah satu anggota dari kelompok sosial yang terkecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga ini kita masing-masing mempunyai kedudukan / posisi sendiri-sendiri. Pada umumnya seorang dalam kapasitasnya menjadi anggota keluarga mempunyai lebih dari satu kedudukan / posisi misalnya: seorang ayah sebagai kepala keluarga sekaligus adalah suami dari istrinya.

    Terutama di kota besar, banyak sekali terjadi pergeseran sosial yang disebabkan perubahan pola hidup keluarga. Kesibukan semua anggota keluarga dalam urusannya masing-masing menyebabkan melemahnya ikatan kekeluargaan antara mereka, faktor materi (uang) perlahan menggeser semua faktor yang ada dalam hubungan tersebut.

    Seperti kita ketahui dijaman sekarang ini faktor materi memang cenderung kuat, tetapi kita harus bisa memahami serta menempatkannya secara benar dan proposional. Hal penting lainnya adalah pembagian perhatian, pengaturan waktu dan kegiatan yang seimbang dalam keluarga bsesuai posisi masing-masing. Dengan berpatokan pada keseimbangan, diharapkan pula kita akan mendapatkan atau mewujudkan keluarga yang harmonis.

    Keseimbangan dalam mengatur rumah tangga
    • Apakah rumah tangga itu?
    Secara umum rumah tangga berarti kehidupan berkeluarga. Jadi suatu rumah tangga itu paling sedikit terdiri atas suami-istri dengan seorang atau beberapa orang anak mereka. Selanjutnya ada yang terdiri atas suami-istri dan anak-anak mereka, ditambah mertua dan ipar-ipar dari suami istri itu. Jika rumah tangga itu terdiri hanya atas sepasang suami-istri, maka mungkin tidak terlalu sulit untuk saling menyesuaikan diri. Meskipun suami-istri itu berlainan sifat menurut kodratnya masing-masing, mereka masih lebih mudah menyesuaikan diri, apalagi dibarengi oleh saling perhatian dan cinta yang seutuhnya. Keuangan juga dapat lebih leluasa mereka pergunakan.

    Sumber : google.com/suitao

  45. Menjadi suami atau istri ideal sama sulitnya. Tapi jika Anda berdua dapat saling, dukung dan mampu mengatur keseimbangan, predikat sebagai pasangan yang membanggakan bisa Anda dapatkan.

    Semua yang ada di dunia ini harus seimbang. Tanpa keseimbangan, kehidupan akan menjadi kacau, termasuk kehidupan rumah tangga. Tanpa adanya keseimbangan seorang suami mungkin tidak akan mampu menjadi bapak yang baik bagi anak-anaknya. Tanpa keseimbangan pula, seorang ibu yang bekerja belum tentu mampu menjadi seorang pegawai yang baik di kantor, atau memerankan ibu sekaligus istri yang baik di rumah. Lalu, keseimbangan seperti apa yang mampu memengaruhi keharmonisan rumah tangga?

    KESEIMBANGAN PERAN
    Untuk mencapai keseimbangan sangat diperlukan kesadaran Anda dan pasangan untuk menempatkan segala sesuatu pada porsi yang tepat. Persoalan pekerjaan ditempatkan di kantor saja dan jangan pernah dibawa pulang ke rumah. Begitu pun sebaliknya. Persoalan rumah dan segala krisisnya hanyalah sebatas di lingkup rumah tangga.Menghadirkan kesadaran memang bukan persoalan mudah. Karenanya harus ada komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Terlebih lagi bila Anda berdua adalah pekerja. Saling pengertian untuk tidak saling mengganggu ketika masing-masing menjalankan tugasnya merupakan suatu yang wajib.

    KESEIMBANGAN WAKTU
    Selain keseimbangan peranan, keseimbangan dan fleksibilitas waktu pun perlu menjadi perhatian Anda berdua. Di sini perlu ditekankan agar tidak terlalu memaksakan keadaan ketika kondisi memang tidak memungkinkan.
    Selain itu, segala pekerjaan dalam rumah tangga tidak mesti terpatok pada tatanan yang baku. Rumah tangga jangan dibuat kaku: suami harus harus begini, istri harus begitu. Untuk yang sama-sama pekerja akan sangat repot. Fleksibilitas adalah kuncinya, sebab tidak ada yang bisa memastikan pada kondisi tertentu kits tetap bisa melakukan hal yang sama.

    Dengan langkah seperti ini tak perlu lagi ada amarah di antara Anda berdua. Yang pasti, yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

  46. Nama: Windi Anggraini
    No.Reg : 5525087647
    Pend.Tata Busana non reguler

    KESEIMBANGAN RUMAH TANGGA

    Menjadi suami atau istri ideal sama sulitnya. Tapi jika Anda berdua dapat saling, dukung dan mampu mengatur keseimbangan, predikat sebagai pasangan yang membanggakan bisa Anda dapatkan.

    Semua yang ada di dunia ini harus seimbang. Tanpa keseimbangan, kehidupan akan menjadi kacau, termasuk kehidupan rumah tangga. Tanpa adanya keseimbangan seorang suami mungkin tidak akan mampu menjadi bapak yang baik bagi anak-anaknya. Tanpa keseimbangan pula, seorang ibu yang bekerja belum tentu mampu menjadi seorang pegawai yang baik di kantor, atau memerankan ibu sekaligus istri yang baik di rumah. Lalu, keseimbangan seperti apa yang mampu memengaruhi keharmonisan rumah tangga?

    KESEIMBANGAN PERAN
    Untuk mencapai keseimbangan sangat diperlukan kesadaran Anda dan pasangan untuk menempatkan segala sesuatu pada porsi yang tepat. Persoalan pekerjaan ditempatkan di kantor saja dan jangan pernah dibawa pulang ke rumah. Begitu pun sebaliknya. Persoalan rumah dan segala krisisnya hanyalah sebatas di lingkup rumah tangga.Menghadirkan kesadaran memang bukan persoalan mudah. Karenanya harus ada komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Terlebih lagi bila Anda berdua adalah pekerja. Saling pengertian untuk tidak saling mengganggu ketika masing-masing menjalankan tugasnya merupakan suatu yang wajib.

    KESEIMBANGAN WAKTU
    Selain keseimbangan peranan, keseimbangan dan fleksibilitas waktu pun perlu menjadi perhatian Anda berdua. Di sini perlu ditekankan agar tidak terlalu memaksakan keadaan ketika kondisi memang tidak memungkinkan.
    Selain itu, segala pekerjaan dalam rumah tangga tidak mesti terpatok pada tatanan yang baku. Rumah tangga jangan dibuat kaku: suami harus harus begini, istri harus begitu. Untuk yang sama-sama pekerja akan sangat repot. Fleksibilitas adalah kuncinya, sebab tidak ada yang bisa memastikan pada kondisi tertentu kits tetap bisa melakukan hal yang sama.

    Dengan langkah seperti ini tak perlu lagi ada amarah di antara Anda berdua. Yang pasti, yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

  47. NAMA :HERVINA LUSIANA
    No Reg :5525087659
    NON REGULER (Tata Busana)

    KESEIMBANGANRUMAH TANGGA

    Rumah tangga adalah sebuah susunan atau jaringan yang hidup. Yan
    g merupakan
    pusat dari denyut-denyut pergaulan hidup yang menggetar. Dia adalah alam
    pergaulan manusia yang sudah diperkecil yang ditunjukan untuk mengekalkan
    keturunan. Kemudian daripadanya nanti akan terbentuklah ebuah keluarga,
    yaitu suatu jama’ah yang bulat, teratur dan sempurna. Dia bukan sekedar
    tempat tinggal belaka. Tetapi rumah tangga sebagai lambang tempat yang aman,
    yang dapat menenteramkan jiwa, sebagai tempat latihan yang cocok untuk
    menyesuaiakan diri, sebagai bentang yang kuat dalam membina keluarga dan
    merupakan arena yang nyaman bagi orang yang menginginkan hidup bahagia,
    tentram dan sejahtera.
    Begitulah arti sebuah rumah tangga meskipun belum begitu tepat seluruhnya
    karena memang amat sukar merumuskan secara lengkap istilah rumah tangga itu.
    Namun demikian juga dengan keterangan diatas, sudahlah dapat digambarkan
    bagaimana rupa dan bentuk rumah tangga yang mesti harus dibangun dan
    dijalani oleh setiap orang. Kepastian membangun dan membina sebuah rumah
    tangga oleh setiap manusia itu bukanlah sekedar karena naluri atau tabi’at -
    dimana setiap manusia itu membutuhkan sebuah hidup untuk berkumpul bersama
    karena terdorong oleh suatu kebutuhan – akan tetapi agamapun memerintahkan
    didunia semuanya menganjurkan supaya orang itu setelah tiba masanya agar
    cepat berumah tangga.
    Maka manusia yang dalam keberadaannya sebagai organ masyarakat perlu
    membangun rumah tangga. Sebab rumah tangga sebagaimana disebutkan diatas
    merupakan tempat yang aman, yang dapat menentramkan jiwa. Bilamana setiap
    manusia telah menyadari akan hal ini lalu mendorong mereka dalam membangun
    rumah tangga, maka jelaslah bahwa nantinya ketentraman masyarakat dapat
    diharapkan. Dan ketentraman masyarakat inilah yang dijadikan sebagai modal
    utama untuk membangun masyarakat yang berbudaya dalam naungan suatu negara.
    Anjuran menikah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadist
    berarti anjuran untuk berumah tangga. Rasulullah SAW juga memperingatkan
    kepada umatnya jangan sampai menghindari. Sebab ditakutkan bila kita
    menghindari sebuah kebutuhan biologis kita untuk menikah dalam hidup maka
    dapat menimbulkan penyelewengan sexuil.
    Terbentuknya Sebuah Rumah Tangga
    Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa sebuah rumah tangga merupakan
    suatu unit terkecil dari masyarakat. Ini berarti bahwa didalam masyarakat
    itu banyak terdapat rumah tangga atau kumpulan orang-orang yang sudah
    membentuk rumah tangga dalam kehidupannya.

    sumber :
    [love] Rumah Tangga
    Safinah
    http://www.mail-archive.com/love@indoglobal.com/msg08082.html – 13k -

  48. IRFA NUR AZIZAH said

    NAMA : IRFA NUR AZIZAH
    NO. REG: 5525082490
    Pend. Tata Busana (reguler)

    Keseimbangan dalam keluarga

    Sebagai individu tentunya kita semua juga menjadi salah satu anggota dari kelompok sosial yang terkecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga ini kita masing-masing mempunyai kedudukan / posisi sendiri-sendiri. Pada umumnya seorang dalam kapasitasnya menjadi anggota keluarga mempunyai lebih dari satu kedudukan / posisi misalnya: seorang ayah sebagai kepala keluarga sekaligus adalah suami dari istrinya, kakak bagi adiknya, dll. Dalam kapasitas usaha menjadi seorang individu seutuhnya, tentu saja kita sebagai seorang Tao Yu ( ) juga diharapkan dapat menjalankan semua predikat yang disandang itu dengan seimbang.

    Terutama di kota besar, banyak sekali terjadi pergeseran sosial yang disebabkan perubahan pola hidup keluarga. Kesibukan semua anggota keluarga dalam urusannya masing-masing menyebabkan melemahnya ikatan kekeluargaan antara mereka, faktor materi (uang) perlahan menggeser semua faktor yang ada dalam hubungan tersebut.

    Seperti kita ketahui dijaman sekarang ini faktor materi memang cenderung kuat, tetapi sebagai Tao Yu ( ) yang bijak kita harus bisa memahami serta menempatkannya secara benar dan proposional. Hal penting lainnya adalah pembagian perhatian, pengaturan waktu dan kegiatan yang seimbang dalam keluarga sesuai posisi masing-masing. Dengan berpatokan pada keseimbangan, diharapkan pula kita akan mendapatkan atau mewujudkan keluarga yang harmonis.

    Sumber: (http://www.siutao.com)

  49. PRILLYCIA MARGARETH said

    NAMA:PRIILYCIA MARGARETH
    NO REG:5525082484
    PEND.TATA BUSANA(REGULER)

    Karir v.s. Keluarga, Sebuah Dilema

    Sekarang ini dengan tekanan masalah ekonomi semakin berat dan susah membuat semua pihak berusaha dengan keras, bahkan dalam keluarga semua pihak meningkatkan produktifitasnya.

    Karir atau keluarga, manakah yang harus diutamakan?. Hal ini seringkali menyebabkan dilema dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan keluarga, tentunya kita juga tidak terhindar dari pemenuhan kebutuhan keluarga yang membutuhkan finansial yang cukup yang dapat diperoleh melalui bekerja. Bagaimana cara menyeimbangkan kedua hal tersebut karena setiap orang tentunya menginginkan karir yang mantap dan keluarga yang bahagia?, hal inilah yang akan kita bahas dalam program kali ini.

    Ketika seseorang menghadapi dilema dalam kehidupan ini biasanya mereka akan mengalami hal-hal sebagai berikut :
    „X Stress. Akibat adanya ketidakseimbangan antara karir dan keluarga, seringkali mengakibatkan stress, khususnya pada orang tua. Ada perasaan bersalah karena telah mengabaikan anak-anaknya namun di sisi lain mereka juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
    „X Munculnya berbagai masalah dalam keluarga. Memprioritaskan karir menyebabkan munculnya banyak masalah dalam hubungan dengan keluarga, misalnya kurangnya waktu dengan anak dan isteri akan menyebabkan hubungan komunikasi yang kurang hangat antar anggota keluarga. Contoh : banyak remaja yang terjerumus dalam pergaulan yang buruk mengakui bahwa mereka berasal dari keluarga kelas menengah ke atas yang tercukupi kebutuhan materialnya namun tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya.
    „X Tidak dapat mencapai karir yang diinginkan. Memprioritaskan keluarga menyebabkan banyak orang tidak dapat meraih karir yang diinginkannya karena tentunya tuntutan karir menuntut pengalokasian waktu, atensi dan tenaga yang besar.

    Dilema dalam hal memilih antara karir atau keluarga seringkali disebabkan oleh :
    „X Tuntutan ekonomi. Adanya tuntutan ekonomi keluarga membuat banyak orang tua mengorbankan waktu dengan keluarga untuk memenuhi kebutuhan material keluarga.
    „X Konsep yang salah mengenai karir & keluarga. Banyak orang tua beranggapan bahwa keluarga yang bahagia tercapai jika ia dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginannya dan anak-anak, misalnya : mempunyai rumah yang megah, mobil, jalan-jalan ke luar negeri, dsb. Karenanya banyak dari mereka menghabiskan waktu untuk bekerja dan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada pembantu/ pengasuh anak/ baby sitter.
    „X Ketidaksepakatan tentang prioritas keluarga. Tidak adanya kesepakatan mengenai prioritas dalam keluarga membuat orang tua tidak bijaksana dalam mengambil keputusan berkaitan dengan waktu untuk keluarga, khususnya dalam pembagian tanggung jawab pengasuhan anak.
    Sumber: (http://www.jawaban.com)

  50. Nurul Khafji Triani said

    Nama : Nurul Khafji Triani
    No.Reg : 5525083493
    Pend.Tata Busana (Reguler)

    Keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pribadi akan memberikan pengaruh besar dalam kehidupan individu saat ini dan kelak. Apabila dalam keluarga kurang memberikan pemenuhan yang seimbang terhadap kebutuhan dan nilai yang memberi cara pandang terhadap individu dalam menjalani kehidupan, maka akan timbul pengaruh yang kurang baik pada kehidupannya kelak.
    Pembunuhan, KDRT, perselingkuhan, dan kasus bunuh diri yang kerap kita ketahui dari media masa faktor penyebabnya tidak akan lepas dari keadaan dalam keluarga. Hal ini banyak ditentukan oleh keadaan jiwa individu tersebut dan keadaan keluarga yang menjadi pendorong dalam penyaluran hasrat emosional. Seperti anak yang berumur belasan tahun nekat bunuh diri, ia malu karena tidak mempunyai seragam sekolah. Kasus tersebut mengindikasikan bahwa kurangnya kontrol dan keseimbangan dari kehidupan keluarga, apabila dalam keluarganya terjadi kesinambungan, penanaman moral yang tepat, dan saling pengertian antar anggota keluarga, maka resiko bunuh diri seperti kasus diatas bahkan kasus-kasus yang lain dapat diantisipasi.
    Sikap individu dalam menyikapi sesuatu sangatlah penting, dan yang berpengaruh terhadap pembentukan sikap positif ini adalah iklim keluarga yang harmonis. Sikap positif dapat menuntun individu dalam menghadapi masalah dan memecahkan masalah tersebut dengan arif. Dengan adanya sikap ini maka peristiwa pembunuhan dan KDRT, perselingkuhan, dan bunuh diri dapat dicegah.
    Kehidupan keluarga penuh tantangan dan tanggung jawab. Di satu sisi jadwal yang padat, pekerjaan diluar maupun dalam rumah, tanggung jawab dan janji, dan sebagainya. Kesemuanya menuntut agar dapat dijalankan dengan mulus. Setiap suami-istri pasti mendambakan kehidupan yang damai, membesarkan anak yang baik dan bermartabat, meraih mimpi-mimpi, meraih kepuasan pribadi, dan tetap menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Akhirnya mereka memerlukan keseimbangan dalm menjalankan kehidupan ditengah peran-peran tadi.
    Untuk mencapai keseimbangan dalam peran-peran tersebut yang akan membawa terhadap kesuksesan keluarga dimulai dari paradigma yang merupakan peta dalam menjalankan kehidupan. Kita bertanggung jawab atas efektifitas kita sendiri, kebahagiaan kita, dan untuk sebagian besar keadaan kita. Apakah derita atau senang, baik atau buruk, dan sebagainya, kesemuanya didasarkan bagaimana kita merespon keadaan tersebut. Respon yang benar adalah respon yang didsarkan pada prinsip yang hakiki sebagai acuan paradigma kita. Namun kadang kita meluapkan salah satu sisi dari manusia, atau paradigma kita kurang akurat, dengan paradigma yang berpusat pada prinsip maka keutuhan dalam memandang manusia akan terpenuhi.
    Paradigma pribadi utuh sanagat dibutuhkan dalam memandang manusia terutama dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan paradigma pribadi utuh setiap orang dalam organisasi apapun entah itu keluarga dapat menyalurkan bakat, kecerdikan, dan kreativitas orang-orangnya, sehingga organisasi tersebut sungguh hebat dan bertahan lama. Paradigma yang tepat atau paradigma pribadi utuh adalah bahwa manusia memiliki empat dimensi yaitu fisik/ekonomis, mental, sosial/emosional, dan spiritual. Apabila mengabaikan salah satu dari keempatnya maka kita memandang seperti benda yang yang harus dikelola, mengendalikannya, memotivasinya dengan hadiah dan hukuman. Mereka yang diperlakukan dengan menggunakan paradigma prbadi utuh itulah yang mau bekerja sama dengan sukarela, memberikan komitmen sepenuh hati, dan mencurahkan semangat dan kegairahan secara kreatif.
    Tidak semua orang dapat menyandarkan diri pada paradigma utuh yang berpusat pada prinsip yang benar. Diperlukan usaha atau kecerdasan untuk merubah dari dalam keluar untuk menciptakan perubahan dan solusi untuk bertindak secara efektif dan bijaksana dalam kehidupan terutama keluarga. Diperlukan pula kecerdasan untuk menyadari dan memaknai, menetukan nilai, menghayati pentingnya moral serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk.

    http://www.contohskripsitesis.com/backup/skripsi/psikologi_3.htm

  51. Nama : Nurul Afifah
    No.Reg :5525087661
    Pend.Tata Busana(non Reguler)

    KESEIMBANGAN RUMAH TANGGA

    menanggapi masalah rumah tangga atau perkawinan memang sangat sulit
    karena semua telah terikat dan tidak mudah untuk bebas lagi dan banyak
    konsekwensi yang harus diterima atas semua perbuatan kita.. karena
    pernikahan berarti hidup berdua bukan hidup sendiri lage dan yang
    paling rumit adalah dua orang menjadi satu dalam atap rumah tangga..

    Hukum alam mengatakan hidup ini harus seimbang, ada hitam ada putih,
    ada yang kuat juga ada yang lemah, ada yang bagus juga ada yang jelek,
    semuanya harus ada keseimbangan tidak mungkin semuanya kuat namun
    juga harus ada yang lemah.. begitupun juga di dalam rumah tangga,
    tidak mungkin semuanya orang yang kuat tetapi juga harus ada yang
    mengalah.. mengalah bukanlah lemah, tetapi mengalah juga merupakan
    kekuatan yang tidak terbandingi (yang bisa mengalahkan semuanya)
    begitu juga sebaliknya yang kuat belum tentu dia menang, banyak cobaan
    mental yang harus ia terima..yang paling baik adalah seimbang..

    Mengenai keharmonisan rumah tangga yang paling ideal adalah mengikis
    keegoisan apalagi yang sudah mempunyai anak, anak akan merasa sedih
    jika melihat orang tuanya yang tidak harmonis, begitu juga kita akan
    merasa sedih jika melihat orang tua kita tidak akur.. peliharalah dan
    utamakan mentalitas anak.. damailah demi masa depan anak..\

    Jika hanya pertengkaran di mulut , saya rasa masih bisa diselesaikan,
    kecuali ada pihak ketiga (orang ketiga dalam rumah tangga).. salinglah
    mengerti satu sama lain, ketika berdiskusi cobalah memahaminya dari
    sudut pandang pasangannya.. mengalahnya demi kemenangan dan kedamaian,
    buanglah ego kuat yang tidak perlu apalagi dalam komunikasi.. liatlah
    kebenaran yang natural dan objektif… maka semua dapat diselesaikan
    dan tanpa penyesalan karena semua sebab akibat yang kita perbuat
    mempunyai alasan yang diperkuat oleh kebenaran ..

    lalu mengenai kecocokan, hanya anda yang mengetahuinya,,karena anda
    yang merasakan sendiri, tidak ada suatu standar atas kecocokan, yang
    ada hanya berusaha mencocokan diri..

    masing masing pihak yang harus dilakukan adalah komunikasi tanpa
    menjudgment/menghakimi/menyalahkan, tanamkan kesadaran pada diri
    masing masing bahwa setiap pendapat itu berbeda dan tergantung oleh
    sudut pandang masing masing orang… yang terakhir buanglah egoisme
    dengan cara jangan mementingkan diri sendiri.. utamakan kepentingan
    bersama..

    curhatgame@yahoogroups.com

  52. Vionita Pinem said

    Nama : Vionita pinem
    No.Reg : 5525082464
    Jurusan :Tata Busana 2008

    KESEIMBANGAN CINTA KASIH
    Household equilibrium mempunyai banyak pengertian, namun inti dari kesimbangan rumah tangga adalah cinta kasih.bagaimana keluarga dapat berdiri jika tanpa cinta kasih.Bukan hanya kepada pasangannya, tetapi juga pada apa yang ada disekelilingnya.
    Kehidupan perkawinan sering tidak didasari oleh keseimbangan aspek internal dan aspek eksternal yang seharusnya dimiliki oleh setiap pasangan dalam membangun rumah tangganya. Bahkan kini kecenderungan yang kuat dari pasangan yang menikah adalah mereka terlalu mengedepankan aspek eksternal seperti penampilan fisik, keberhasilan dalam karier dan peningkatan finansial serta jumlah properti. Seakan-akan rumah tangga yang berhasil manakala mereka memiliki penampilan fisik yang serba oke, Tetapi terbukti bahwa meterai perkawinan yang hanya bersifat eksternal tersebut ternyata tidaklah kokoh. Jadi apa artinya keberhasilan secara materi dan jasmaniah, tetapi mereka gagal menjalin kasih secara internal? Ketika kita gagal membangun aspek internal yang mana cinta tidak dimeteraikan di dalam hati, maka tiap-tiap pasangan tersebut akan membentuk dunianya sendiri. Suami merasa memiliki hak atas pola kehidupan dan kesenangan yang dia miliki. Mereka berdua secara fisik tetap dapat hidup satu atap dan satu rumah, tetapi kasih dan cinta mereka sesungguhnya telah padam. Bahkan tidak jarang dalam realita, kita dapat menjumpai 2 orang yang semula saling mencintai telah berubah menjadi orang-orang yang saling membenci dan menyimpan dendam kesumat. Penyebabnya karena cinta mereka kini bergeser dan condong kepada aspek yang eksternal yaitu segala sesuatu yang bersifat jasmaniah, fisik dan materi; tetapi hati mereka telah kehilangan meterai cinta.
    bagaimanakah kita harus memperlakukan kekasih kita? Kita perlu memperlakukan kekasih dan pasangan hidup kita dengan cinta yang kuat dan gigih yang mampu melampaui peristiwa kematian, tetapi semua cinta yang mulia tersebut tidak pernah ditujukan untuk pasangan hidup kita; tetapi semua cinta yang mulia dan indah itu harus kita tujukan hanya untuk Tuhan. Karena perkawinan akan bermakna kekal apabila perkawinan kita tersebut kita lakukan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan.

    http://yohanesbm.com/index.php?option=com_content&task=view&id=201&Itemid=53

  53. houseofxclue said

    Nama : Gistha Nirmala
    No.ReG : 5525087653
    Jurusan : Tata Busana 2008

    HOUSEHOLD EQUILIBRIUM (Keseimbangan di dalam Rumah Tangga)

    Yang dimaksud dengan keseimbangan di dalam rumah tangga bukanlah keseimbangan suatu peran antara suami, istri, orang tua maupun anak. Namun yang dimaksud disini adalah keseimbangan atau keselarasan antara pendapatan, komsumsi dan tabungan.
    Di dalam teori ekonomi ada suatu ilmu keseimbangan antara pendapatan ( Income / Y ) setidaknya harus seimbang dengan konsumsi ( Consumption / C ) ditambah dengan tabungan ( Saving / S ).
    Dari penjelasan suatu teori ekonomi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa di dalam suatu rumah tangga pun harus memiliki keseimbangan antara pendapatan yang masuk dengan pengeluaran dan tabungannya.
    Pendapatan yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan hidup rumah tangga. Namun pendapatan tersebut jangan langsung dihabiskan untuk memenuhi kebetuhan hidup rumah tangga. Kita harus memperhitungkan dengan bijak apa yang benar-benar dibutuhkan oleh rumah tangga atau yang masih kurang dibutuhkan, jika hal ini sudah dilaksanakan maka langkah selanjutnya untuk mencapai keseimbangan atau keselarasan rumah tangga di bidang finance. Yang salah satu faktor penting lainnya, yaitu dengan menabung. Hal ini sangat penting, dan harus direncanakan dalam suatu rumah tangga. Karena dengan adanya perencanaan menabung untuk masa depan, maka suatu keutuhan rumah tangga akan menjadi lebih baik dibandingkan tidak menabung demi masa depan keberlangsungan hidup rumah tangga tersebut.

  54. fauziyah said

    assalamu’alaikum..
    met siang bu shinta…

    test..test..

  55. fauziyah said

    maaf bu…
    ko’ tugas ketikan saya gak muncul2 yaa…??

    binunn..

  56. assalamu’alaikum…
    saya hayfa qanita (5525080394) ingin menyampaikan hasil pencarian saya dan sedikit saya tambahkan kata – kata yang kurang tentang…

    HOUSEHOLD EQUILIBRIUM (Keseimbangan dalam Rumah Tangga)

    keseimbangan dalam hal ini diantaranya melaksakan tugas rumah tangga (peran rumah tangga atau peran domestik), Berikut ini beberapa point terpenting:

    Peran Rumah Tangga

    1. Tugas-tugas tak tergantikan pada perempuan dalam kehidupan ini terkait dengan fungsi reproduksi, mulai mengandung, melahirkan, hingga menyusui. Allah swt telah menyiapkan kelengkapan organ tubuh yang khas pada perempuan untuk mendapatkan amanah mulia dalam tugas tersebut. Di luar tugas-tugas tak tergantikan itu proses pendidikan dan pemanduan pertumbuhan anak menjadi tanggung jawab bersama ibu dan ayah.

    2. Seorang muslimah memiliki tugas-tugas pendidikan terhadap anaknya dan tugas-tugas pengabdian terhadap suaminya, sebagaimana juga seorang ayah muslim memiliki tugas pendidikan terhadap anaknya dan kewajiban-kewajiban terhadap istrinya.

    “Dan kaum perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkat kelebihan daripada istrinya.” (QS 2:228). Kelebihan ini diantara penafsirannya adalah kepemimpinan di dalam rumah tangga sebagaimana diajarkan Allah pada surat an-Nisa:34. Ayat ini menyebutkan bahwa posisi kepemimpinan para suami didasarkan pada keutamaan yang Allah berikan kepada mereka (sebagian menafsirkan kelebihan intelektual/rasionalitas dan sifat-sifat kepemimpinan tertentu seperti kekuatan fisik, ketegasan dan keberanian) dan dikarenakan para suami berkewajiban memberi nafkah kepada keluarga mereka.

    3. Karena kedekatan khusus seorang anak dengan ibunya dan kondisi kejiwaan para ibu yang Allah karuniai sifat kasih sayang yang lebih besar daripada kaum lelaki, para ibu memikul amanah mulia dalam memberikan curahan kasih sayang kepada anaknya. Nash yang menyatakan bahwa seorang anak diperintahkan Nabi untuk berbuat baik kepada ibunya, ibunya, dan ibunya dan barulah kepada ayahnya, menunjukkan posisi khusus seorang ibu terhadap anaknya.

    Sementara itu berbagai nash agama menjelaskan juga bahwa berbaktinya seorang istri terhadap suaminya menjadi ciri kebaikan utama dan akan Allah balas dengan pahala yang amat besar. Dari Ummu Salamah, Nabi saw bersabda,”Siapapun istri yang meninggal, sedangkan suaminya penuh keridhaan terhadap dirinya, niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits riwayat at-Tirmidzi)

    Mengingat hal di atas, tugas utama perempuan muslimah adalah pada tugas-tugas domestik, yaitu pada pendidikan anak-anak dan berbakti kepada suaminya. Atau dalam sudut pandang sunnah, seorang muslimah akan dimintai pertanggungjawaban dalam mengelola urusan rumah tangga, sehingga seluruh anggota keluarga merasakan suasana ketentraman di dalam rumah.

    4. Tak ada pengarahan khusus dalam agama, bahwa perempuan bertugas mengerjakan pekerjaan seperti mencuci piring, mencuci baju, mengepel dan lain-lain. Hal ini pada prinsipnya merupakan tugas bersama dan bahkan menjadi bagian perhatian yang mesti diperhatikan suami dalam pemenuhan nafkah kepada keluarga.

    5. Bagaimana dengan kebiasaan yang ada di masyarakat, yang menerima bahwa tugas-tugas rumah tangga itu menjadi tanggung jawab perempuan?

    Jawabannya, hal ini bisa diterima selama kedua belah pihak, terutama pihak istri menerima hal ini dengan ridha (rela dan suka) dan tidak merasa terpaksa. Ketika ada hak-hak yang terkurangi dengan tugas-tugas ini, maka sangat terbuka bagi suami istri untuk mendiskusikan hal ini.

    Dengan langkah seperti ini tak perlu lagi ada amarah di antara pasangan suami – istri. Yang pasti, yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

    DAFTAR PUSTAKA =
    1. http://adijm.multiply.com/journal/item/119
    2. http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/common/ptofriend.aspx?x=Love&y=Cyberwoman|0|0|9|823

    lebih dan kurangnya mohon maaf bu..
    wassalam…

  57. oia lupa…
    saya…
    hayfa qanita (5525080394)
    angkatan 2008
    PENDIDIKAN TATABUSANA

  58. Verra Vebriyanti
    5525082495
    Pend. Tata Busana ’08 ( Reguler)
    Keluarga merupakan kesatuan yang paling dasar untuk suatu analisis sosial. Maka keluarga merupakan suatu institusi yang sangat penting dan memiliki kekhasan yang fundamental. Keluarga juga merupakan kelompok sosial pertama dimana seorang individu diperkenalkan pada masyarakat. Melalui keluarga pula seorang individu dihubungkan dengan masyarakat dan melalui keluarga masyarakat mentransfer nilai-nilai, norma-norma, adat istiadat, baik yang berbentuk norma maupun kebiasaan melalui sosialisasi.
    Keluarga merupakan institusi yang melahirkan individu-individu terutama dalam fungsi melaksanakan prokreasi sehingga menentukan kelangsungan hidup masyarakat. Artinya masyarakat berhenti bereksistensi atau masyarakat menjadi mati apabila keluarga tidak mau lagi melahirkan anak. Maka dengan sendirinya kelangsungan hidup masyarakat terancam mati.
    Hubungan antara individu di dalam keluarga bersifat sangat khas. Komunikasi dintara anggotanya secara umum berlangsung terus menerus dalam kurun waktu yang sangat lama bahkan seumur hidup. Keunikan hubungan yang berlangsung lama itu berbeda dengan hubungan-hubungan dengan kelompok lainnya seperti teman sekolah atau organisasi tertentu yang umumnya berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Dengan kata lain, pengalaman yang paling awal dalam kehidupan seorang individu berlangsung dalam keluarga.
    Selain itu, keluarga juga merupakan agen penerus kebudayaan misalnya bahasa, nilai-nilai, norma-norma, adat istiadat serta kebiasaan-kebiasaan dalam kelompok masyarakat dimana ia berada. Maka setiap individu saat masih kanak-kanak ditanamkan nilai-nilai dan norma-norma sebagai internalisasi dan pembentukan kepribadiannya. Pada saatnya kelak ia akan membangun keluarga yang memiliki kewajiban untuk meneruskan nilai-nilai dan norma-norma tersebut kepada anak-anaknya. Maka kelurga sangat berperan dalam pembentukan individu dalam masyarakat.

    B. Keluarga

    Definisi
    Keluarga adalah sebuah kelompok sosial yang dicirikan oleh persamaan tempat tinggal, kerjasama ekonomi dan prokreasi. Kelompok sosial ini terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa dengan satu anak atau lebih, baik itu anak kandung atau anak adopsi (Peter Murdock 1949) .

    Variasi Dalam Struktur Keluarga
    Struktur keluarga sangatlah bervariasi dari masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Dalam masyarakat tersebut, unit keluarga tekecil dikenal dengan sebutan nuclear family atau Keluarga Inti (suami, istri, anak-anak). Unit yang labih besar dari keluarga inti adalah extended family atau Keluarga Luas. Unit keluarga tersebut merupakan gabungan dari beberapa keluarga inti baik secara vertikal—dari generasi yang berbeda—maupun secara horisontal—dari generasi yang sama.

    Dalam keluarga inti dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu keluarga orientasi dan keluarga prokreasi. Keluarga orientasi terdiri dari individu itu sendiri, orang tuanya dan sanak saudaranya. Dalam keluarga orientasi status seorang individu adalah putra atau putri. Sedangkan keluarga prokreasi terdiri dari individu itu sendiri, istri atau suaminya dan anak-anak mereka. Status individu dalam keluarga prokreasi ini adalah suami / bapa atau istri / ibu.

    Lebih jauh jauh lagi, beberapa soiologis fungsionalis menagatakan bahwa keluarga luas diartikan sebagai suatu kelompok keluarga yang lebih luas daripada keluarga inti yang dihubungkan karena keturunan, pernikahan, ataupun adopsi.

    Baik sebagai kaluarga inti itu sendiri maupun sebagai dasar dari keluarga luas, Peter Murdock menemukan bahwa keluarga inti ada dalam setiap masyarakat. Penemuan inilah yang membawanya pada suatu kesimpulan bahwa keluarga itu bersifat universal.

    Universalitas Keluarga
    Dalam kesimpulan Murdock tersebut, keluarga bersifat universal karena keluarga—dengan aneka ciri yang dia sebutkan—dapat ditemukan dalam semua kelompok masyarakat. Akan tetapi pendapat ini disanggah oleh Katheleen Gough (1959) dalam penelitiannya mengenai masyarakat Nayar di Karala, India Selatan. Dalam penelitian itu, Gough menemukan bahwa ternyata dalam masyarakat tersebut, keluarga yang dicirikan oleh Murdock tidaklah terbukti. Ada tiga faktor yang menjadi pengecualian dari pemahaman Murdock mengenai keluarga yakni:
    1. Mereka (laki-laki dan perepuan yang menikah) tidak hidup bersama.
    2. Suami tidak memiliki kewajiban terhadap anak-anak dari istrinya
    3. Suami dan istri tidak berada dalam kesatuan ekonomi

    Apakah suatu keluarga benar-benar besifat universal atau tidak sangatlah tergantung dari bagaimana keluarga didefinisikan. Dalam kenyataan empiris di dalam masyarakat, kita akan menemukan bahwa keluarga yang banyak ditemui dalam masyarakat saat ini sangat berbeda dari keluarga yang dulu banyak ditemui. Dari pengamatan tersebut, Diana Gittins (1993) mengatakan bahwa meski tetap ada satu hal yang tidak dapat hilang dari suatu “keluarga” yakni relasi antar anggotanya. Oleh karena itu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang bersifat universal adalah adanya hubungan itu sendiri. Dan hubungan itu dapat mengambil bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan jamannya .

    C. Fungsi-Fungsi Keluarga menurut Talcot Parsons

    Talcot Parson (1959), seorang sosiolog yang meneliti keluarga di dalam masyarakat modern Amerika, mengatakan bahwa secara umum terdapat dua dasar dan fungsi yang secara umum terdapat dalam semua masyarakat, yaitu sosialisasi primer anak dan stabilisasi kepribadian yang dewasa dari suatu populasi dalam masyarakat.

    Sosialisasi Primer Anak

    Adalah sosialisasi yang terjadi selama awal masa kanak-kanak dalam keluarga. Dalam masa ini terkandung dua hal atau proses sosialisasi yang penting, yaitu proses internalisasi kebudayaan masyarakat dan pembentukan kepribadian. Dalam proses internalisasi kebudayaan masyarakat, terjadi penerimaan dan penyerapan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang juga merupakan bagian dari proses pembentukan kepribadian seseorang. Dengan kata lain, kepribadian seorang anak dibentuk bersamaan dengan penerimaan dan penyerapan norma dan nilai sosial sehingga pada akhirnya menjadi bagian dari dirinya. Dalam masyarakat Amerika, dia menemukan bahwa kepribadian seseorang dibentuk dalam hubungan dengan kebebasan dan pencapaian motivasi (achievement motivation), yang mana merupakan dua nilai utama dalam masyarakat Amerika.

    Stabilisasi Kepribadian yang Dewasa

    Mengenai fungsi dasar ini, Parsons berpendapat bahwa kepribadian yang telah terbentuk akan selalu tetap stabil. Hal ini terutama ditekankan dalam relasi perkawinan dan keamanan emosional di mana suatu pasangan dapat saling memberikan antara satu dengan yang lain. Tindakan ini merupakan suatu penyeimbang dengan tekanan-tekanan atau tegangan-tegangan hidup yang cenderung membuat kepribadian menjadi tidak stabil. Hal ini merupakan hal penting dalam masyarakat industri di Barat yang kebanyakan merupakan keluarga kecil dan terpisah dari sanak saudara mereka, sehingga pada akhirnya mereka mengharapkan dukungan emosional dari pasangan mereka.

    Maka, bagi Parsons, dalam konteks stabilisasi kepribadian, keluarga memberikan sebuah keadaan dimana suatu pasangan dapat mengungkapkan tingkah kekanak-kanakan mereka, saling memberi dan menerima dukungan emosional, memperbaharui kekuatan mereka, dan menstabilkan kepribadian mereka.

    Kritik terhadap pandangan Parsons

    Ada beberapa pendapat yang mengkritik pandangan Parsons:
    1. Parsons dicap terlalu mengidealkan keluarga dengan gambarannya mengenai anak-anak yang teratur dan pasangan suami-isteri yang simpatik dan saling memperhatikan kebutuhan masing- masing yang mana dianggap sebagai pandangan modern yang optimis yang kurang sesuai dengan kenyataan.

    2. Gambaran pandangannya itu terutama didasarkan pada keluarga kelas menengah Amerika yang dianggapnya mewakili keluarga Amerika pada umumnya. Sebagaimana yang dikatakan Morgan bahwa “tidak ada kelas, wilayah, agama, kelompok etnis, atau status, komunitas dalam analisa Parsons tentang keluarga. Misalnya, Parsons gagal menjelaskan kemungkinan perbedaan antara kelas menengah dan kelas pekerja, atau struktur keluarga yang berbeda dalam komunitas etnis minoritas.

    3. Parsons tidak bisa menjelaskan pilihan atau alternatif fungsional yang lain mengenai keluarga. Dia tidak melihat bahwa beberapa fungsi tidak harus berkaitan dengan keluarga. Misalnya, ia mencatat bahwa fungsi ekonomi keluarga telah diambil alih oleh pihak-pihak lain dalam masyarakat industri modern. Kendati demikian, dia percaya bahwa fungsi itu masih tetap mendasar dan tak tereduksi, yang membuat dia tidak dapat meneliti alternatif-alternatif lain mengenai keluarga.

    4. Pandangan Parsons tentang sosialisasi dapat dikritisi karena dia melihat hal itu hanya sebagai proses satu arah dengan anak yang dijejali dengan kebudayaan dan melihat bahwa kepribadian mereka semata-mata dibentuk oleh orang tua yang memiliki otoritas. Parsons cenderung mengabaikan proses interaksi dua arah antara orang tua dan anak.

    5. Parsons melihat keluarga sebagai institusi sosial tersendiri yang secara jelas terpisah dari aspek-aspek hidup yang lain. Beberapa perspektif kontemporer tentang keluarga menolak adanya batas-batas semacam itu. Keluarga semacam itu tidak dapat dianggap menjalankan fungsi tertentu secara mandiri dalam keterpisahan dengan institusi-institusi yang lain.

    D. Asal-Usul Keluarga menurut Frederich Engels

    Dalam pandangannya, Engels menggarisbawahi teorinya mengenai asal-usul keluarga. Menurutnya keluarga berasal dari sebuah proses evolusi. Proses evolusi tersebut sejajar dengan pandangan Marx mengenai pemikirannya mengenai sejarah kepemilikan alat produksi di dalam masyarakat. Tak heran bila aliran pemikiran dari Engels ini adalah aliran Marxisme.
    Engels berpendapat bahwa sejarah manusia dalam evolusi keluarga dibatasi oleh hubungan seksual dan menghasilkan anak . Berdasarkan hal tersebut, ada dua tahap evolusi menurut Engels, yakni:

    1. Primitive communism. Dalam proses evolusi ini keluarga dapat dikatakan belum eksis. Semua alat produksi dimiliki bersama-sama dan komunal. Didalamnya juga belum ada batasan mengenai hubungan seksual dan apa itu masyarakat. Ciri khas dari tahap evolusi yang pertama ini adalah promiscuity dimana setiap orang dapat berhubungan seksual dengan siapapun. Bisa kita katakan bahwa dalam tahapan ini praktek poligami berlaku secara umum. Kita dapat melihat contoh analogi primitive communism ini dalam kehidupan simpanse.

    2. Monogamous nuclear family. Evolusi ini adalah tahapan yang paling tinggi. Keluarga inti monogami dapat mengatur kepemilikannya akan alat poduksi dan kelahiran dalam masyarakat. Secara singkat dapat dikatakan bahwa keluarga monogami merupakan bentuk yang efisien dalam hal pewarisan harta keluarga dan superioritas kaum pria (patrilineal).

    Kritik terhadap Engels

    Pandangannya mengenai evolusi ini ternyata tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang diteorikan oleh Engels sendiri. Dalam kenyataannya di dalam masyarakat, poligami dan monogami sungguh ada bersamaan di dalam masyarakat. Keduanya, baik poligami dan monogami tetap eksis sebagai bentuk hidup berkeluarga. Monogami dalam kenyataannya tidak meniadakan poligami. Monogami sebagai sebuah keluarga yang paling ideal untuk berekonomi bukanlah menjadi proses evolusi tertinggi dalam sebuah keluarga.

    Gough (1976) berpendapat bahwa keluarga tidak hanya terdiri dari keluarga monogami inti (nuclear family) saja melainkan juga ada keluarga besar (extended family) yang menjadi bagian besar dari keluarga inti tersebut. Singkat kata keluarga inti menjadi bagian dari keluarga besar. Lebih lanjut lagi diterangkan saat keluarga inti baru saja terbentuk maka individu yang ada di dalamnya sudah turut serta aktif dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas dalam kehidupan kekerabatan dengan keluarga suami dan istrinya. Terkait dengan hal ini komunitas masyarakat merupakan kumpulan dari keluarga-keluarga inti yang memiliki hubungan kekerabatan tersebut. Akhirnya masyarakat luas itu sendiri merupakan sebuah keluarga besar (extended family).

    E. Mitos Keluarga Tradisional menurut Linda Nicholson (Femisnis perspektif)

    Linda Nicholson mendasarkan pandangannya bahwa masyarakat pada umumnya menganut ideologi yang sangat kuat yang memberikan gambaran positif tentang kehidupan berkeluarga. Dia berargumen bahwa idelogi ini hanya mendukung adanya tipe khusus tentang keluarga dengan mengesampingkan atau melecehkan tipe yang lain. Kemudian dia mengontraskan apa yang disebutnya sebagai keluarga tradisional dan keluarga alternatif . Sebagai seorang feminis Amerika, pandangan-pandanngannya didasarkan pada fakta yang dikumpulkannya dari masyarakat Amerika.

    Keluarga Tradisional

    Nicholson mendefinisikan keluarga tradisional sebagai kesatuan orang tua dengan anak-anak yang hidup bersama-sama. Ikatan antara suami dan istri kelihatan sebagai bagian sangat penting, dan keluarga merasa diri mereka terpisahkan dengan hubungan darah yang lain. Tipe ini sering disebut dengan istilah keluarga inti (nuclear family).

    Keluarga alternatif

    Bentuk keluarga alternatif sudah berkembang meskipun sebelum keluarga tradisional mencapai titik puncaknya. Nicholson berkata,
    ”Meskipun ideal tertentu sebuah keluarga perlu didefinisikan sebagai “cara hidup orang Amerika” , seperti trend meningkatnya angka perceraian, peningkatan peran serta wanita dalam angkatan kerja, dan peningkatan wanita sebagai kepala keluarga membuat cara hidup meningkat secara khusus. Dalam semua kasus tren-tren datang sebelum tahun 1950-an.“
    Keluarga alternatif bisa saja; lesbian dan homoseksual dengan atau tanpa anak, heteroseksual yang hidup sendirian, pasangan dimana suami yang mengurus rumah tangga dan anak-anak mereka, keluarga angkat, single parents, dan pasangan heterosekual yang tidak menikah namun hidup bersama (kumpul kebo).

    Keuntungan dalam perbedaan tipe-tipe keluarga

    Keluarga tradisional dipandang sebagai bentuk keluarga yang lebih pantas dibandingkan dengan bentuk keluarga alternatif. Tetapi Nicholson menolak pandangan ini. Dia menganggap kadang kala keluarga alternatif lebih baik dibandingkan keluarga tradisional di mana seseorang hidup. Contohnya, wanita miskin berkulit hitam di Amerika Serikat mendapatkan beberapa keuntungan ketika mereka tinggal di tengah-tengah keluaraga yang tergantung pada ibu—seringkali tanpa laki-laki. Mereka mengembangkan suatu ‘jaringan dukungan’ yang kuat di antara teman dan kerabat mereka di mana di dalamnya mereka saling menolong satu sama lain.
    Namun bentuk keluarga alternatif ini juga memberi beberapa kerugian. Jika suatu keluarga mendapatkan keuntungan dan uang lebih, mereka diharapkan membagikannya kepada yang lain. Hal ini menjadi sebuah kesulitan bagi keluarga inti untuk keluar dari kemiskinannya.
    Suatu keluarga tradisional pun juga memiliki kebaikan dan keburukannya sebab kedua pasangan dituntut untuk bekerja. Oleh karenanya mereka menjadi begitu terdesak oleh waktu. Hal ini mengakibatkan keluarga sulit untuk sanggup memberikan kenyamanan dan perhatian terhadap anak. Keluarga tradisional memberikan tanggung jawab yang berat kepada masing-masing pasangan berupa tegangan kerja dan komitmen membesarkan anak. Hal ini mengakibatkan kesulitan bagi mereka untuk dapat menyediakan “cinta” dan kebersamaan bagi pasangan mereka.

    Namun keluarga tradisional juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, jumlahnya yang sedikit memungkinkan suatu kedekatan yang intim antara anggotanya. Kedua, secara ekonomis, mereka lebih berhasil sebab tidak berada di bawah tuntutan yang kuat untuk membagikan kepemilikan mereka kepada yang lain.

    Kritik Terhadap Pendekatan Feminisme

    Dalam pandangannya itu, Nicholson menjadikan wanita sebagai patokan dalam menilai apakah suatu betuk keluarga dinilai lebih baik atau tidak. Dapat dikatakan bahwa pendekatan Nicholson bersifat egoistik karena terlalu berpusat pada wanita. Dia hanya memikirkan bagaimana suatu keluarga dapat memberikan keuntungan dalam bentuk posisi yang lebih baik bagi kaum wanita. Dengan caranya tersebut dia telah mereduksi fungsi dari suatu keluarga. Dalam sistem keluarga yang diusulkannya itu, terdapat ketidakseimbangan di mana peran laki-laki diabaikan. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada kestabilan rumah tangga. Dapat disimpulkan kemudian bahwa Nicholson kurang memberikan patokan yang obyektif dalam mengungkapkan pandangannya.

    F. Keluarga Indonesia Kontemporer

    Dalam pembahasan ini, kami memberi batasan Keluarga Indonesia kontemporer yaitu model keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Batasan yang kedua yakni mengenai keberadaan keluarga Indonesia didalam konteks isu globalisasi yang mengacu pada kehidupan yang berorientasi ekonomi.

    Dari batasan tersebut diatas kami menganalisis mengenai keluarga kecil yang menjadi fenomena di dalam masyarakat sekarang terkait dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini yang berorientasi pada ekonomi. Dari fenomena ini juga dapat kita lihat bagaimana peran ibu / istri yang turut serta mencari nafkah. Tujuannya jelas yakni untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Dalam hal ini pihak wanita bekerja bukan didasarkan atas kesadaran akan kesamaan gender seperti pemikiran kaum feminis tetapi lebih pada desakan ekonomi. Keadaan yang berorientasi pada ekonomi ini akhirnya membuat fungsi-fungsi dalam keluarga menjadi menyimpang. Apa yang dikemukakan oleh Talcott Parson mengenai dua fungsi keluarga menjadi rancu. Kondisi desakan kebutuhan hidup untuk mencukupi perekonomian rumah tangga membuat pihak orang tua bekerja keras. Baik pria dan wanita akhirnya meninggalkan perannya sebagai orang tua yang mensosialisasikan kebudayaan dan memberi kestabilan pribadi.
    Berdasarkan hal tersebut, kami sebagai kelompok meyakini adanya kecondongan keluarga Indonesia saat ini sesuai dengan fungsionalisme Talcott Parson dimana dalam keluarga Indonesia kontemporer saat ini fungsi keluarga masih berlangsung namun karena globalisasi dan modernitas terjadi pergeseran fungsi dalam keluarga. Misalnya dalam bidang pendidikan, saat ini keluarga digantikan oleh sekolah, dalam bidang agama keluarga digantikan oleh lembaga-lembaga dan organisasi agama (gereja, dsb). Salah satu fungsi yang masih terdapat dalam keluarga adalah prokreasi untuk menentukan kelangsungan hidup masyarakat serta dalam sosialisasi awal anak.

    Daftar Pustaka

    Haralambos, Michael dan Martin Holborn, Sociology Themes and Perspectives. Sixth Edition. London: HarperCollins Publishers Limited, 2004.
    Posted by oktagerard at 5:29 AM
    Labels: keluarga, teori sosiologi
    http://www.google.com

  59. assalamu’alaikum…
    saya hayfa qanita (5525080394) ingin menyampaikan hasil pencarian saya dan sedikit saya tambahkan kata – kata yang kurang tentang…

    HOUSEHOLD EQUILIBRIUM (Keseimbangan dalam Rumah Tangga)

    keseimbangan dalam hal ini diantaranya melaksakan tugas rumah tangga (peran rumah tangga atau peran domestik), Berikut ini beberapa point terpenting:

    Peran Rumah Tangga

    1. Tugas-tugas tak tergantikan pada perempuan dalam kehidupan ini terkait dengan fungsi reproduksi, mulai mengandung, melahirkan, hingga menyusui. Allah swt telah menyiapkan kelengkapan organ tubuh yang khas pada perempuan untuk mendapatkan amanah mulia dalam tugas tersebut. Di luar tugas-tugas tak tergantikan itu proses pendidikan dan pemanduan pertumbuhan anak menjadi tanggung jawab bersama ibu dan ayah.

    2. Seorang muslimah memiliki tugas-tugas pendidikan terhadap anaknya dan tugas-tugas pengabdian terhadap suaminya, sebagaimana juga seorang ayah muslim memiliki tugas pendidikan terhadap anaknya dan kewajiban-kewajiban terhadap istrinya.

    “Dan kaum perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkat kelebihan daripada istrinya.” (QS 2:228). Kelebihan ini diantara penafsirannya adalah kepemimpinan di dalam rumah tangga sebagaimana diajarkan Allah pada surat an-Nisa:34. Ayat ini menyebutkan bahwa posisi kepemimpinan para suami didasarkan pada keutamaan yang Allah berikan kepada mereka (sebagian menafsirkan kelebihan intelektual/rasionalitas dan sifat-sifat kepemimpinan tertentu seperti kekuatan fisik, ketegasan dan keberanian) dan dikarenakan para suami berkewajiban memberi nafkah kepada keluarga mereka.

    3. Karena kedekatan khusus seorang anak dengan ibunya dan kondisi kejiwaan para ibu yang Allah karuniai sifat kasih sayang yang lebih besar daripada kaum lelaki, para ibu memikul amanah mulia dalam memberikan curahan kasih sayang kepada anaknya. Nash yang menyatakan bahwa seorang anak diperintahkan Nabi untuk berbuat baik kepada ibunya, ibunya, dan ibunya dan barulah kepada ayahnya, menunjukkan posisi khusus seorang ibu terhadap anaknya.

    Sementara itu berbagai nash agama menjelaskan juga bahwa berbaktinya seorang istri terhadap suaminya menjadi ciri kebaikan utama dan akan Allah balas dengan pahala yang amat besar. Dari Ummu Salamah, Nabi saw bersabda,”Siapapun istri yang meninggal, sedangkan suaminya penuh keridhaan terhadap dirinya, niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits riwayat at-Tirmidzi)

    Mengingat hal di atas, tugas utama perempuan muslimah adalah pada tugas-tugas domestik, yaitu pada pendidikan anak-anak dan berbakti kepada suaminya. Atau dalam sudut pandang sunnah, seorang muslimah akan dimintai pertanggungjawaban dalam mengelola urusan rumah tangga, sehingga seluruh anggota keluarga merasakan suasana ketentraman di dalam rumah.

    4. Tak ada pengarahan khusus dalam agama, bahwa perempuan bertugas mengerjakan pekerjaan seperti mencuci piring, mencuci baju, mengepel dan lain-lain. Hal ini pada prinsipnya merupakan tugas bersama dan bahkan menjadi bagian perhatian yang mesti diperhatikan suami dalam pemenuhan nafkah kepada keluarga.

    5. Bagaimana dengan kebiasaan yang ada di masyarakat, yang menerima bahwa tugas-tugas rumah tangga itu menjadi tanggung jawab perempuan?

    Jawabannya, hal ini bisa diterima selama kedua belah pihak, terutama pihak istri menerima hal ini dengan ridha (rela dan suka) dan tidak merasa terpaksa. Ketika ada hak-hak yang terkurangi dengan tugas-tugas ini, maka sangat terbuka bagi suami istri untuk mendiskusikan hal ini.

    Dengan langkah seperti ini tak perlu lagi ada amarah di antara pasangan suami – istri. Yang pasti, yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

    DAFTAR PUSTAKA =
    1. http://adijm.multiply.com/journal/item/119
    2. http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/common/ptofriend.aspx?x=Love&y=Cyberwoman|0|0|9|823

    lebih dan kurangnya mohon maaf bu..
    wassalam…

  60. HOUSEHOLD EQUILIBRIUM (Keseimbangan dalam Rumah Tangga)

    keseimbangan dalam hal ini diantaranya melaksakan tugas rumah tangga (peran rumah tangga atau peran domestik), Berikut ini beberapa point terpenting:

    Peran Rumah Tangga

    1. Tugas-tugas tak tergantikan pada perempuan dalam kehidupan ini terkait dengan fungsi reproduksi, mulai mengandung, melahirkan, hingga menyusui. Allah swt telah menyiapkan kelengkapan organ tubuh yang khas pada perempuan untuk mendapatkan amanah mulia dalam tugas tersebut. Di luar tugas-tugas tak tergantikan itu proses pendidikan dan pemanduan pertumbuhan anak menjadi tanggung jawab bersama ibu dan ayah.

    2. Seorang muslimah memiliki tugas-tugas pendidikan terhadap anaknya dan tugas-tugas pengabdian terhadap suaminya, sebagaimana juga seorang ayah muslim memiliki tugas pendidikan terhadap anaknya dan kewajiban-kewajiban terhadap istrinya.

    “Dan kaum perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami memiliki satu tingkat kelebihan daripada istrinya.” (QS 2:228). Kelebihan ini diantara penafsirannya adalah kepemimpinan di dalam rumah tangga sebagaimana diajarkan Allah pada surat an-Nisa:34. Ayat ini menyebutkan bahwa posisi kepemimpinan para suami didasarkan pada keutamaan yang Allah berikan kepada mereka (sebagian menafsirkan kelebihan intelektual/rasionalitas dan sifat-sifat kepemimpinan tertentu seperti kekuatan fisik, ketegasan dan keberanian) dan dikarenakan para suami berkewajiban memberi nafkah kepada keluarga mereka.

    3. Karena kedekatan khusus seorang anak dengan ibunya dan kondisi kejiwaan para ibu yang Allah karuniai sifat kasih sayang yang lebih besar daripada kaum lelaki, para ibu memikul amanah mulia dalam memberikan curahan kasih sayang kepada anaknya. Nash yang menyatakan bahwa seorang anak diperintahkan Nabi untuk berbuat baik kepada ibunya, ibunya, dan ibunya dan barulah kepada ayahnya, menunjukkan posisi khusus seorang ibu terhadap anaknya.

    Sementara itu berbagai nash agama menjelaskan juga bahwa berbaktinya seorang istri terhadap suaminya menjadi ciri kebaikan utama dan akan Allah balas dengan pahala yang amat besar. Dari Ummu Salamah, Nabi saw bersabda,”Siapapun istri yang meninggal, sedangkan suaminya penuh keridhaan terhadap dirinya, niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits riwayat at-Tirmidzi)

    Mengingat hal di atas, tugas utama perempuan muslimah adalah pada tugas-tugas domestik, yaitu pada pendidikan anak-anak dan berbakti kepada suaminya. Atau dalam sudut pandang sunnah, seorang muslimah akan dimintai pertanggungjawaban dalam mengelola urusan rumah tangga, sehingga seluruh anggota keluarga merasakan suasana ketentraman di dalam rumah.

    4. Tak ada pengarahan khusus dalam agama, bahwa perempuan bertugas mengerjakan pekerjaan seperti mencuci piring, mencuci baju, mengepel dan lain-lain. Hal ini pada prinsipnya merupakan tugas bersama dan bahkan menjadi bagian perhatian yang mesti diperhatikan suami dalam pemenuhan nafkah kepada keluarga.

    5. Bagaimana dengan kebiasaan yang ada di masyarakat, yang menerima bahwa tugas-tugas rumah tangga itu menjadi tanggung jawab perempuan?

    Jawabannya, hal ini bisa diterima selama kedua belah pihak, terutama pihak istri menerima hal ini dengan ridha (rela dan suka) dan tidak merasa terpaksa. Ketika ada hak-hak yang terkurangi dengan tugas-tugas ini, maka sangat terbuka bagi suami istri untuk mendiskusikan hal ini.

    Dengan langkah seperti ini tak perlu lagi ada amarah di antara pasangan suami – istri. Yang pasti, yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

    DAFTAR PUSTAKA =
    1. http://adijm.multiply.com/journal/item/119
    2. http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/common/ptofriend.aspx?x=Love&y=Cyberwoman|0|0|9|823

  61. sulastri said

    THE THEORY OF HOUSEHOLD PRODUCTION
    Model ini berdasarkan pada pilihan antara household work (pekerjaan rumah tangga) dan paid work (perkejaan kantor) yang dikombinasi untuk memproduksi suatu komoditas daripada untuk dikonsumsi. Household time dipandang sebagai input untuk memproduksi household commodities bukan sebagai objek yang langsung dikonsumsi.
    Asumsi yang digunakan model ini adalah individual musti memilih antara kerja yang dibayar atau kerja di rumah. Misal, seorang single mother yang punya tujuan untuk memaksimalkan utilitas untuk dirinya dan anaknya, maka dia akan mengalokasikan waktunya untuk pekerjaan di rumah dan kantor dengan preferensi terbaiknya. Preferensinya dapat dilakukan dengan berbagai macam kombinasi antara pekerjaan rumah dan kantor. Karena berbagai macam kombinasi dari household time dan barang dan jasa yang dibeli secara potensial berubah bersamaan dengan kepuasaan, kita bisa memplotnya dalam kurva yang mewakilkan semua kombinasi waktu dan barang yang memproduksi semua utilitas yang sama untuk single mother dalam contoh kita. Kurvanya disebut dengan isoquant, iso = equal, quant = kuantitas.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari isoquant adalah, pertama, sepanjang MO utilitas yang disediakan dengan menjaga anak adalah konstan. Kedua, isoquant Mo dan M1 memiliki slope negative dan konveks. Slope negative merefleksikan asumsi bahwa household time dan barang dan jasa yang dibeli adalah subtitusi. Slope dari isoquant juga merefleksikan trade off seseorang mengenai keinginannya untuk pekerjaan rumah atau membeli barang&jasa dalam memproduksi komuditas household. Ketika isoquant memiliki slope yang curam, maka secara relative sulit untuk mensubtitusi barang&jasa yang dibeli untuk hilangnya waktu dari household time, hasilnya adalah marginal hour dari waktu tersebut menjadi sangat berharga. Ketika slope isoquant lebih datar maka mudah untuk mensubtitusi household time, hal itu juga menunjukkan bahwa extra hour dari household time kurang berharga. Sedang convexity dari isoquant merefleksikan bahwa household time digunakan untuk mengurus anak secara progresif akan jatuh, hal tersebut secara meningkat sulit untuk digantikan dengan membeli barang dan jasa dengan menjaga utility tetap konstan.
    Gambar 7.1: The Production of Child Care

    Sepanjang ray A atau B ratio barang yang dibeli terhadap household time adalah konstan. Ketika di ray A, mengurus anak selesai dengan menggunakan ratio yang rendah antara purchases terhadap household time. Sedangkan pada ray B, mengurus anak memiliki ratio yang lebih tinggi dari purchased goods dan jasa terhadap household time.
    Karena kita mengasumsikan bahwa hanya ada dua penggunaan waktu yaitu household time dan working for pay maka mengasuh anak sama-sama memaksimalkan utilitas seperti di labor market.
    Budget constraint merefleksikan kombinasi dari barang dan household time yang mungkin bagi individual. Slope dari budget constraint merefleksikan rata-rata upah seseorang karena mengindikasikan kenaikan nilai dari purchases mungkin dengan tambahan jam kerja pada paid work. BC juga merefleksikan kombinasi dari purchased goods& household time yang dapat dicapai.

    nama : sulastri
    no.reg : 5525083491
    tata busana 2008

  62. SULASTRI said

    NAMA : SULASTRI
    NO.REG : 5525083491
    TATA BUSANA 2008

    THE THEORY OF HOUSEHOLD EQIULIBRIUM
    Model ini berdasarkan pada pilihan antara household work (pekerjaan rumah tangga) dan paid work (perkejaan kantor) yang dikombinasi untuk memproduksi suatu komoditas daripada untuk dikonsumsi. Household time dipandang sebagai input untuk memproduksi household commodities bukan sebagai objek yang langsung dikonsumsi.
    Asumsi yang digunakan model ini adalah individual musti memilih antara kerja yang dibayar atau kerja di rumah. Misal, seorang single mother yang punya tujuan untuk memaksimalkan utilitas untuk dirinya dan anaknya, maka dia akan mengalokasikan waktunya untuk pekerjaan di rumah dan kantor dengan preferensi terbaiknya. Preferensinya dapat dilakukan dengan berbagai macam kombinasi antara pekerjaan rumah dan kantor. Karena berbagai macam kombinasi dari household time dan barang dan jasa yang dibeli secara potensial berubah bersamaan dengan kepuasaan, kita bisa memplotnya dalam kurva yang mewakilkan semua kombinasi waktu dan barang yang memproduksi semua utilitas yang sama untuk single mother dalam contoh kita. Kurvanya disebut dengan isoquant, iso = equal, quant = kuantitas.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari isoquant adalah, pertama, sepanjang MO utilitas yang disediakan dengan menjaga anak adalah konstan. Kedua, isoquant Mo dan M1 memiliki slope negative dan konveks. Slope negative merefleksikan asumsi bahwa household time dan barang dan jasa yang dibeli adalah subtitusi. Slope dari isoquant juga merefleksikan trade off seseorang mengenai keinginannya untuk pekerjaan rumah atau membeli barang&jasa dalam memproduksi komuditas household. Ketika isoquant memiliki slope yang curam, maka secara relative sulit untuk mensubtitusi barang&jasa yang dibeli untuk hilangnya waktu dari household time, hasilnya adalah marginal hour dari waktu tersebut menjadi sangat berharga. Ketika slope isoquant lebih datar maka mudah untuk mensubtitusi household time, hal itu juga menunjukkan bahwa extra hour dari household time kurang berharga. Sedang convexity dari isoquant merefleksikan bahwa household time digunakan untuk mengurus anak secara progresif akan jatuh, hal tersebut secara meningkat sulit untuk digantikan dengan membeli barang dan jasa dengan menjaga utility tetap konstan.

    Supply of hours to paid seseorang adalah fungsi dari income, rata-rata upah dan trade off seseorang adalah keinginan antara household time dan money income. Income effect akan mengurangi supply labor, tapi it would be offset to some extent dengan fakta bahwa gaji yang tinggi meningkatkan biaya dari menghabiskan extra hour di rumah.

  63. siti fathiyyah said

    Siti Fathiyyah
    No.reg : 5525082493
    Tata busana 2008

    Keseimbanagn Rumah Tangga

    Semua yang ada di dunia harus seimbang. Tanpa keseimbangan kehidupan akan menjafi kacau, termasuk kehidupan rumah tangga. Lalu, keseimbangan seperti apa yang mampu mempengaruhi keharminisan rumah tangga?…

    1. Keseimbangan Peran
    Tak ada salahnya anda mulai membagi peran dengan pasangan agar tercipta suatu keseimbangan dalam rumah tangga. Untuk mencapai keseimbangan sangat diperlukan kesadaran anda dan pasangan untuk menempatkan segala sesuatu pada porsi yang tepat. Menghadirkan kesadran memeng bukan persoalan mudah. Karenanya harus ada komunikasi yang baik dalam rumah tangga.

    2. Keseimbangan Waktu
    Selain keseimbangan peranan, keseimbangan dan fleksibilitas waktupun perlu menjadi perhatian dalam rumah tangga. Disini perlu ditekankan agar tidak terlalu memeksakan keadaan ketika kondisi memeng tidak memungkinkan. Selain itu, segala pekerjaaan dalam rumah tangga tidak mesti terpatok pada tatanan yang baku. Fleksibilitas adalah kuncinya, sebab tidak ada yang bisa memastikan pada kondisi tertentu,kita tetap bisa melakukan hal yang sama.

    3. Diskusi
    Di dalam rumah tangga, ada banyak hal yang mesti dilakukan sebagai tuntutan hidup. Karena itu, sebaiknya anda mengadakan semacam perjanjian tak tertulis dengan pasangan. Yang pasti harus diawali dengan diskusi terbuka. Jika posisi dalam rumah tangga itu seimbang, maka tak perlu lagi ada hal yang dipertengkarkan.

    Dengan langkah-langkah seperti ini maka tak perlu lagi ada amarah di dalam rumah tangga . yang pasti yakinlah bahwa peran yang seimbang mampu menjadikan rumah tangga terasa lebih sehat dan langgeng.

    Sumber : majalah Lisa

  64. Konsumsi dan Menyimpan dalam Ekonomi Rumah Tangga
    Dalam mengatur anggaran rumah tangga sudah seharusnya pengeluaran harus disesuaikan dengan pendapatan, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Untuk itu rumah tangga muslim harus bisa menempatkan prioritas-prioritas dalam pengeluaran rumah tangganya. Sesuai dengan status hukum perbuatan, maka prioritas anggaran belanja rumah tangga harus mengutamakan dan mendahulukan pengeluaran wajib, baru kemudian pengeluaran yang disunnahkan dan mubah. Sedangkan pengeluaran yang diharamkan Allah (israf dan tadzbir) harus ditinggalkan.
    Pengeluaran yang harus dikeluarkan suami bagi rumah tangganya adalah memberi nafkah dirinya, istri dan anak-anaknya. Allah SWT berfirman:
    “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu.” (TQS al-Baqarah: 233)
    “Berilah mereka belanja (makanan) dan pakaian (dari hasil harta itu).” (TQS an-Nisa: 5)
    “Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal.” (TQS ath-Thalaq: 6)
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Dan kewajiban para suami terhadap para istri adalah memberi mereka belanja (makanan) dan pakaian.” (HR Ibnu Majah dan Muslim dari Jabir bin Abdillah)
    “Dan hak para istri adalah agar kalian (para suami) berbuat baik kepada para istri dengan memberi mereka pakaian dan makanan.” (HR Ibnu Majah dari Amru bin Akhwash dari bapaknya)
    Berdasarkan nash-nash tersebut, maka prioritas pengeluaran rumah tangga yang utama adalah pengeluaran untuk menyediakan tempat tinggal, makanan dan pakaian yang layak. Menurut Abdurrahman al-Maliki, ketiga jenis pengeluaran rumah tangga berupa sandang, pangan dan papan tersebut merupakan nafkah yang wajib dipenuhi suami.
    Bila nafkah sandang, pangan dan papan dapat diusahakan, nafkah lainnya yang harus dipenuhi adalah nafkah untuk menuntut ilmu dan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Kemudian suami juga wajib mengeluarkan zakat bila telah sampai nishabnya (lihat QS at-Taubah: 103).
    Prioritas pengeluaran selanjutnya adalah pengeluaran-pengeluaran yang disunnahkan, seperti nafkah untuk membantu lancarnya amanah dakwah yang diemban suami, istri, dan anak-anaknya, infaq untuk keperluan dakwah, sedekah untuk orang-orang fakir dan miskin, memberi makan anak yatim, dan lain sebagainya.
    Pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier yang sifatnya mubah adalah prioritas terakhir dalam anggaran belanja rumah tangga. Meskipun mubah pengeluaran ini jangan sampai melebihi batas kemampuan finansial suami apalagi bila rumah tangganya tidak membutuhkannya.
    Menghindari Hutang
    Dalam kehidupan perekonomian kapitalistik, perkembangan harga-harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok (sembako, BBM, air, listrik, pendidikan, kesehatan, dan transportasi) cenderung selalu naik. Hal ini membuat beban ekonomi rumah tangga menjadi bertambah berat dan menyebabkan kebanyakan rumah tangga mengalami pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Akibatnya hutang merupakan salah satu alternatif yang diambil untuk menutupi defisit belanja rumah tangga. Sementara negara tidak bisa diandalkan sebagai alternatif karena negara kita memanaje ekonominya secara kapitalistik dan tidak menjamin pemenuhan kebutuhan pokok warga negaranya.
    Alternatif berhutang dibolehkan agama selama bukan hutang ribawi. Hanya saja pilihan berhutang memiliki konsekwensi bagi rumah tangga berupa pikiran yang selalu terbebani hutang. Rasulullah SAW pun mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari permasalahan hutang. Rasulullah berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dan berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan berlindung kepada-Mu dari kikir dan pelit, dan berlindung kepada-Mu dari hutang yang bertumpuk dan penindasan.” Hutang yang tidak dapat dilunasi hingga akhir hayat dan tidak ada satu ahli warispun atau pihak-pihak yang membantu untuk melunasi hutang akan menjadi beban berat di akhirat. Rasulullah bersabda, “Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya seseorang mati syahid di jalan Allah lalu dihidupkan, lalu terbunuh dan dihidupkan lagi, lalu mati syahid dan ia masih punya hutang, maka ia tidak akan masuk surga hingga dilunasi hutangnya.”
    Untuk menghindari hutang atau setidaknya meminimalisir hutang upaya yang harus dilakukan rumah tangga berupa penghematan dan suami harus berusaha meningkatkan pendapatannya. Langkah penghematan dilakukan dengan disiplin pada prioritas anggaran, mengutamakan nafkah wajib yang sifatnya mendesak.
    Penutup
    Usaha untuk mewujudkan ekonomi rumah tangga Islami tidaklah cukup hanya dengan upaya individu semata di dalam rumah tangga, karena banyak aspek yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga yang tidak dapat ditangani oleh individu kecuali negara. Untuk itu, sumber daya rumah tangga dicurahkan juga untuk kepentingan dakwah dalam memperbaiki negara dan masyarakat agar menjadi Islami.
    http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/19/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/

  65. Hayfa Qanita
    No.reg : 5525080394
    Pend.Tata Busana ’08

    KONSUMSI DAN TABUNGAN (CONSUMPTION and SAVING)

    # PENGERTIAN =

    KONSUMSI (CONSUMPTION) adalah bagian dari pendapatan yang dibelanjakan

    TABUNGAN (SAVING) adalah bagian dari pendapatan yang disimpan (tidak dibelanjakan)

    # FUNGSI =

    - FUNGSI KONSUMSI Adalah fungsi yang menunjukkan hubungan KONSUMSI dengan PENDAPATAN

    - FUNGSI TABUNGAN Adalah fungsi yang menunjukkan hubungan
    TABUNGAN dengan PENDAPATAN

    Seorang ahli dalam ilmu ekonomi yaitu Keynes, mempunyai pendapat bahwa pengeluaran seseorang untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin tinggi tingkat pendapatannya maka tingkat konsumsinya juga semakin tinggi. Sejalan dengan pemikiran tersebut, kiranya mudah untuk dimengerti bahwa seseorang yang tingkat pendapatannya semakin tinggi, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan.
    Secara sistematis, hubungan fungsional antara konsumsi dan pendapatan dapat ditulis :
    C = f(Y) atau C = a + bY (a > 0, b>0), dimana :
    C = pengeluaran untuk konsumsi
    a = besarnya konsumsi saat pendapatannya 0
    b = MPC yaitu besarnya tamabahan konsumsi karena adanya tambahan pendapatan
    Y = Pendapatan
    Pendapatan (Y) digunakan untuk konsumsi (C) da tabungan (S), atau
    Y = C+S
    S = Y-C
    S = Y – (a+bY)
    S = Y – a – bY
    S = -a + (1-b) Y

    # DAFTAR PUSTAKA =
    - http://www.babejoko.web.id/wp-content/uploads/2007/12/pendapatan-konsumsi-tabungan-investasi.ppt
    - http://ichsan231.wordpress.com/2007/05/11/fungsi-konsumsi-dan-tabungan/

  66. Nama : Hayfa Qanita
    No.reg : 5525080394
    (Pend.Tata Busana ‘08)

    #WORK and LEISURE (Ditulis dalam opinion)

    Anda setiap hari bekerja keras? Bahkan harus pergi di pagi buta dan tak jarang baru sampai di rumah setelah lewat waktu makan malam? Ada olok-olok dari teman, jika suatu ketika mendapati kami pulang sebelum Magrib sudah sampai di rumah, serta melihat matahari…..”Wahh tumben nih, masih bisa melihat matahari” . Sampai dirumah sebelum Magrib dan masih bisa melihat matahari merupakan hal yang sangat jarang terjadi, kecuali di hari libur.

    Bekerja di Jakarta memerlukan perjuangan tersendiri , apalagi jika sebelumnya kita lahir dan dibesarkan di kota kecil, serta kuliah di kota yang tak seramai Jakarta. Maklum, Jakarta adalah kota tujuan para pencari kerja, kota yang tak pernah tidur. Pernahkah anda pulang sekitar jam 11 malam, dan ternyata jalan masih ramai, serta banyak karyawan yang baru pulang? Mereka adalah karyawan yang bekerja di Mall, di toko-toko, bahkan karyawan yang berkantor di daerah Jl.Sudirman -Thamrin dan Kuningan.

    Semakin sempitnya waktu yang kita punya, membuat kita harus kreatif dalam menjalin komunikasi dengan keluarga. Di waktu-waktu libur akhir pekan harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk bersama dengan keluarga. Bagi karyawan sendiri, pada saat-saat mendapat kesempatan dinas keluarga kota, harus pandai memanfaatkan waktu yang sempit untuk melihat situasi daerah yang dikunjungi, walaupun sering hanya mempunyai kesempatan mengelilingi kota pada malam hari.

    Sebagai manusia kita membutuhkan perubahan suasana, karena apabila bekerja terus menerus, akan dapat menimbulkan keletihan, kebosanan dan juga ketegangan. Apabila kita sudah berkeluarga, maka ketegangan tersebut akan mempengaruhi hubungandengan suami, isteri serta dengan anak-anak. Manusia juga memerlukan “room” atau ruang untuk mengekspresikan diri, untuk menikmati kehidupan, serta melakukan hobi yang disenangi dengan gembira. Kegembiraan yang positif ini akan mendorong untuk bekerja lebih produktif.

    Apabila keinginan dan dorongan seseorang untuk bekerja lebih produktif ini meningkat, maka akan muncul keinginan kuat belajar hal-hal yang terkait dengan pekerjaannya. Bukan tak mungkin muncul keinginan kuat lagi untuk belajar, agar mendapatkan tambahan ilmu yang sangat berguna bagi peningkatan produktivitas perusahaan.

    Bagaimana jika anda seorang pimpinan perusahaan? Anda harus menciptakan situasi yang menimbulkan semangat kerja keras, serta rekreasi yang seimbang. Seorang pimpinan harus memastikan dan mendorong agar orang yang bekerja dibawahnya melakukan kedua hal tersebut, yang nantinya akan memunculkan keinginan belajar lebih baik.

    Bagaimana dengan Anda? Sudahkah anda melaksanakan konsep Work & Leisure tersebut? Jika belum, segera lakukan, dan buat planning bersama keluarga untuk menikmati kenyamanan dan situasi santai, agar tidak menyebabkan keletihan dan ketegangan.

    # DAFTAR PUSTAKA =
    http://edratna.wordpress.com/2007/06/23/work-leisure/

  67. UTAMANING AMANAH said

    Nama = UTAMANING AMANAH
    No.reg = 5525083488
    TATABUSANA 2008 (reguler)

    CONSUMPTION and SAVING

    - Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun),

    fungsi konsumsi dirumuskan dalam persamaan linier =

    c=a+bYd atau C=Co + bYd

    sedangkan…

    - tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.

    Persamaan Linier yang menggambarkan hubungan antara Yd dan S adalah sebagai berikut =

    Yd=C+S
    S=Yd-C= -C+Yd
    S= -a+(1-b)Yd atau S= -Co + (1-b)Yd

    Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya.
    Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

    SUMBER =
    - id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional

    - http://books.google.co.id/books?id=_rNmRvug2CIC&pg=PA118&lpg=PA118&dq=rumus+konsumsi+dan+tabungan&source=web&ots=vNpnxunNZf&sig=uw3u6A_RrLUmG-FgGPbiDtEuv0k&hl=id&sa=X&oi=book_result&resnum=7&ct=result#PPA117,M1

  68. VERRA VEBRIYANTI
    5525082495
    PEND. TATA BUSANA’O8 ( REGULER )

    Konsumsi dan Menyimpan dalam Ekonomi Rumah Tangga

    Dalam mengatur anggaran rumah tangga sudah seharusnya pengeluaran harus disesuaikan dengan pendapatan, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Untuk itu rumah tangga muslim harus bisa menempatkan prioritas-prioritas dalam pengeluaran rumah tangganya. Sesuai dengan status hukum perbuatan, maka prioritas anggaran belanja rumah tangga harus mengutamakan dan mendahulukan pengeluaran wajib, baru kemudian pengeluaran yang disunnahkan dan mubah. Sedangkan pengeluaran yang diharamkan Allah (israf dan tadzbir) harus ditinggalkan. Pengeluaran yang harus dikeluarkan suami bagi rumah tangganya adalah memberi nafkah dirinya, istri dan anak-anaknya. Allah SWT berfirman:
    “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu.” (TQS al-Baqarah: 233)
    “Berilah mereka belanja (makanan) dan pakaian (dari hasil harta itu).” (TQS an-Nisa: 5)
    “Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal.” (TQS ath-Thalaq: 6)
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Dan kewajiban para suami terhadap para istri adalah memberi mereka belanja (makanan) dan pakaian.” (HR Ibnu Majah dan Muslim dari Jabir bin Abdillah)
    “Dan hak para istri adalah agar kalian (para suami) berbuat baik kepada para istri dengan memberi mereka pakaian dan makanan.” (HR Ibnu Majah dari Amru bin Akhwash dari bapaknya)
    Berdasarkan nash-nash tersebut, maka prioritas pengeluaran rumah tangga yang utama adalah pengeluaran untuk menyediakan tempat tinggal, makanan dan pakaian yang layak. Menurut Abdurrahman al-Maliki, ketiga jenis pengeluaran rumah tangga berupa sandang, pangan dan papan tersebut merupakan nafkah yang wajib dipenuhi suami.
    Bila nafkah sandang, pangan dan papan dapat diusahakan, nafkah lainnya yang harus dipenuhi adalah nafkah untuk menuntut ilmu dan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Kemudian suami juga wajib mengeluarkan zakat bila telah sampai nishabnya (lihat QS at-Taubah: 103).
    Prioritas pengeluaran selanjutnya adalah pengeluaran-pengeluaran yang disunnahkan, seperti nafkah untuk membantu lancarnya amanah dakwah yang diemban suami, istri, dan anak-anaknya, infaq untuk keperluan dakwah, sedekah untuk orang-orang fakir dan miskin, memberi makan anak yatim, dan lain sebagainya.
    Pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersier yang sifatnya mubah adalah prioritas terakhir dalam anggaran belanja rumah tangga. Meskipun mubah pengeluaran ini jangan sampai melebihi batas kemampuan finansial suami apalagi bila rumah tangganya tidak membutuhkannya.
    Menghindari Hutang
    Dalam kehidupan perekonomian kapitalistik, perkembangan harga-harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok (sembako, BBM, air, listrik, pendidikan, kesehatan, dan transportasi) cenderung selalu naik. Hal ini membuat beban ekonomi rumah tangga menjadi bertambah berat dan menyebabkan kebanyakan rumah tangga mengalami pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Akibatnya hutang merupakan salah satu alternatif yang diambil untuk menutupi defisit belanja rumah tangga. Sementara negara tidak bisa diandalkan sebagai alternatif karena negara kita memanaje ekonominya secara kapitalistik dan tidak menjamin pemenuhan kebutuhan pokok warga negaranya.
    Alternatif berhutang dibolehkan agama selama bukan hutang ribawi. Hanya saja pilihan berhutang memiliki konsekwensi bagi rumah tangga berupa pikiran yang selalu terbebani hutang. Rasulullah SAW pun mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari permasalahan hutang. Rasulullah berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dan berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan berlindung kepada-Mu dari kikir dan pelit, dan berlindung kepada-Mu dari hutang yang bertumpuk dan penindasan.” Hutang yang tidak dapat dilunasi hingga akhir hayat dan tidak ada satu ahli warispun atau pihak-pihak yang membantu untuk melunasi hutang akan menjadi beban berat di akhirat. Rasulullah bersabda, “Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya seseorang mati syahid di jalan Allah lalu dihidupkan, lalu terbunuh dan dihidupkan lagi, lalu mati syahid dan ia masih punya hutang, maka ia tidak akan masuk surga hingga dilunasi hutangnya.”
    Untuk menghindari hutang atau setidaknya meminimalisir hutang upaya yang harus dilakukan rumah tangga berupa penghematan dan suami harus berusaha meningkatkan pendapatannya. Langkah penghematan dilakukan dengan disiplin pada prioritas anggaran, mengutamakan nafkah wajib yang sifatnya mendesak.
    Penutup
    Usaha untuk mewujudkan ekonomi rumah tangga Islami tidaklah cukup hanya dengan upaya individu semata di dalam rumah tangga, karena banyak aspek yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga yang tidak dapat ditangani oleh individu kecuali negara. Untuk itu, sumber daya rumah tangga dicurahkan juga untuk kepentingan dakwah dalam memperbaiki negara dan masyarakat agar menjadi Islami.
    http://jurnal-ekonomi.org/2006/09/19/membangun-ekonomi-rumah-tangga-islami/

  69. houseofxclue said

    Gistha Nirmala
    5525087653
    Pend.Tatabusana S1 08′ (non reg)

    CONSUMPTION atau KONSUMSI
    Yang dimaksud dengan komsumsi adalah suatu kegiatan atau tindakan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Karena tujuan dari konsumsi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia dan memperoleh kepuasan dari pemenuhan tersebut.
    Pengkonsumsian di dalam rumah tangga harus melihat berbagai macam aspek, setelah itu dapat dilihat kebutuhan mana yang menjadi kebutuhan primer, dan mana yang menjadi kebutuhan sekunder, bahkan ada juga kebutuhan tertier dimana kebutuhan ini sama sekali tidak menjadi kebutuhan yang fungsinya hanya memuaskan hati saja dan tidak terlalu dibutuhkan. Kita dituntut harus bijak dalam memilih kebutuhan mana yang harus didahulukan. Agar kita tidak menjadi seorang yang konsumtif.

    SAVING atau MENABUNG
    Pada dasarnya arti ekonomi dari tabungan itu sendiri adalah sisa dari pendapatan dikurangi konsumsi. Tabungan memang di dapatkan setelah pendapatan yang diterima dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga itu sendiri, namun sekarang hal seperti ini jika masih tetap dijalankan dikhawatirkan akan menuju ketidakseimbangan di dalam rumah tangga. Tabungan kini menjadi sama penting dengan pengeluaran, terkadang tabungan itu sudah menjadi bagian dari pengeluaran seseorang.
    Kebutuhan akan tabungan kini juga menjadi aspek yang penting dalam berumah tangga, perencanaan untuk keberlangsungan hidup rumah tangga itu sendiri harus difikirkan sebaik mungkin. Ini semua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, lebih baik mencegah daripada mengobati.Bersikap bijak, cermat sangat membantu kita menjadi seorang pribadi yang mandiri.

  70. naMa : aNisya nuR aQmArina
    no. Reg : 5525087662
    noN rEgULer

    FUNGSI KONSUMSI DAN TABUNGAN

    Seorang ahli dalam ilmu ekonomi yaitu Keynes, mempunyai pendapat bahwa pengeluaran seseorang untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin tinggi tingkat pendapatannya maka tingkat konsumsinya juga semakin tinggi. Sejalan dengan pemikiran tersebut, kiranya mudah untuk dimengerti bahwa seseorang yang tingkat pendapatannya semakin tinggi, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan.

    Secara sistematis, hubungan fungsional antara konsumsi dan pendapatan dapat ditulis :

    C = f(Y) atau C = a + bY (a > 0, b>0)

    dimana :

    C = pengeluaran untuk konsumsi

    a = besarnya konsumsi saat pendapatannya 0

    b = MPC yaitu besarnya tamabahan konsumsi karena adanya tambahan pendapatan

    Y = Pendapatan

    Pendapatan (Y) digunakan untuk konsumsi (C) da tabungan (S), atau

    Y = C+S

    S = Y-C

    S = Y – (a+bY)

    S = Y – a – bY

    S = -a + (1-b) Y

    sUmbEr : googLe-setetes embun pagi

  71. terusan…..

    Tabungan adalah sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.

    Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.

  72. Nama : NuruL Afifah
    no. Reg : 5525087661
    Pend.Tatabusana S1 08′ (non reg)

    Konsumsi dan Menyimpan
    ________________________________________
    Menyimpan hanya dapat diartikan sebagai pendapatan minus konsumsi:
    menyimpan
    Menyimpan adalah pendapatan minus konsumsi.Secara aljabar, S = YC, dimana S adalah tabungan, Y adalah pendapatan, dan C adalah konsumsi.
    Seperti biasa, ada beberapa poin teknis untuk menempatkan definisi dalam konteks ini.
    • Walaupun kami belum mengambil pajak ke rekening, kami akan harus melakukannya akhirnya (dan di awal bab berikutnya, kami akan)..” Berdasarkan hal itu, untuk tujuan tersebut adalah pendapatan bersih dari pendapatan pajak – di ekonom’s prokem, “pakai pendapatan.”
    • Menyimpan bukanlah hal yang sama sebagai “tabungan.”. Ketika kita menggunakan istilah “tabungan” dalam percakapan biasa, kami biasanya berarti total jumlah orang yang telah tersedia – orang bersih aktiva atau aset orang telah tersedia. Namun, dalam bidang ekonomi, “menyimpan” berarti penambahan aset dalam periode tertentu. Pemberitahuan, “tabungan” adalah jamak – yang masuk akal: orang itu
    tabungan adalah jumlah yang telah dikumpulkan oleh menyimpan lebih dari jangka waktu yang panjang.
    • Secara teknis, bukan mendefinisikan menyimpan dalam hal pendapatan, kami dapat menentukan pendapatan dalam hal menyimpan.Untuk berbagai tujuan, sangat masuk akal untuk menentukan pendapatan sebagai konsumsi ditambah peningkatan aktiva bersih. Dari sudut pandang itulah, S = YC tidak definisi tetapi sebuah identitas.
    • Karena itu, orang dapat menyimpan tanpa berpikir itu sebagai tabungan.Misalnya, Anda memiliki agunan di rumah Anda. A hipotek merupakan tanggung jawab, dan aktiva bersih didefinisikan sebagai aset kotor minus kewajiban, sehingga agunan merupakan kesimpulan dari aset bersih Anda. Setiap bulan, Anda dikirim dalam pembayaran hipotek – bunga pada bulan ditambah dari pelunasan sebagian kecil dari agunan. Sejak pelunasan mengurangi tanggung jawab Anda, untuk meningkatkan aset bersih Anda, dan menyimpan
    - meskipun Anda mungkin tidak berpikir itu sebagai tabungan.
    Hubungan antara konsumsi dan tabungan adalah penting untuk tujuan kami, karena kami akan menemukan bahwa perubahan dalam konsumsi dan tabungan akan berkorelasi, dan yang akan membantu kami untuk memahami perubahan dalam keseimbangan pendapatan.

    Konsumsi memiliki dua komponen:
    Otonomi konsumsi
    bagian yang tidak bergantung pada pendapatan
    Dan konsumsi
    bagian yang tidak bergantung pada pendapatan

    Menyimpan sama memiliki dua komponen:

    Otonomi menyimpan
    bagian yang tidak bergantung pada pendapatan
    Dan menyimpan
    bagian yang tidak bergantung pada pendapatan Sekarang seandainya
    • orang mencoba untuk meningkatkan menyimpan
    • hal itu mengarah kepada peningkatan otonom menyimpan, penurunan konsumsi otonom
    • ini mengarah pada penurunan pendapatan keseimbangan
    • ini menyebabkan penurunan dipaksa menyimpan
    Perubahan dalam peristiwa-peristiwa offsets menyimpan perubahan dalam menyimpan otonom. Bagaimana dua perubahan saldo out?Dalam model ini sederhana, mereka batal tepat – meskipun orang telah mencoba untuk meningkatkan menyimpan, hasilnya adalah penurunan dalam pendapatan keseimbangan dan tidak menyimpan perubahan. Inilah yang disebut Paradoks dari penghematan.(Dalam lebih rumit dan realistis model, kenaikan GST kurang dari 100%).

    http://www.drexel.edu/top/prin/txt/flux/save

  73. WINDI ANGGRAINI
    5525087647
    Pendidikan Tata Busana (non reguler)

    KONSUMPTION AND SAVING
    (Konsumsi dan Tabungan)

    Konsumsi adalah bagian dari pendapatan yang di belanjakan.
    Pola konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumah tangga/keluarga. Selama ini berkembang pengertian bahwa besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran kesejahteraan rumah tangga tersebut. Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran yang lebih besar untuk konsumsi makanan mengindikasikan rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Makin tinggi tingkat penghasilan rumah tangga, makin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa rumah tangga/keluarga akan semakin sejahtera bila persentase pengeluaran untuk makanan jauh lebih kecil dibandingkan persentase pengeluaran untuk non makanan.

    Kegunaan
    Rata-rata pengeluaran rumah tangga dapat digunakan untuk melihat pola konsumsi dan tingkat kesejahteraan dari rumah tangga yang bersangkutan.

    Berikut ini dipaparkan penyebab perubahan tingkat pengeluaran atau konsumsi dalam rumah tangga :

    A. Penyebab Faktor Ekonomi

    1. Pendapatan
    Pendapatan yang meningkat tentu saja biasanya otomatis diikuti dengan peningkatan pengeluaran konsumsi. Contoh : seseorang yang tadinya makan nasi aking ketika mendapat pekerjaan yang menghasilkan gaji yang besar akan meninggalkan nasi aking menjadi nasi beras rajalele. Orang yang tadinya makan sehari dua kali bisa jadi 3 kali ketika dapat tunjangan tambahan dari pabrik.

    2. Kekayaan
    Orang kaya yang punya banya aset riil biasanya memiliki pengeluaran konsumsi yang besar. Contonya seperti seseorang yang memiliki banyak rumah kontrakan dan rumah kost biasanya akan memiliki banyak uang tanpa harus banyak bekerja. Dengan demikian orang tersebut dapat membeli banyak barang dan jasa karena punya banyak pemasukan dari hartanya.

    3. Tingkat Bunga
    Bunga bank yang tinggi akan mengurangi tingkat konsumsi yang tinggi karena orang lebih tertarik menabung di bank dengan bunga tetap tabungan atau deposito yang tinggi dibanding dengan membelanjakan banyak uang.

    4. Perkiraan Masa Depan
    Orang yang was-was tentang nasibnya di masa yang akan datang akan menekan konsumsi. Biasanya seperti orang yang mau pensiun, punya anak yang butuh biaya sekolah, ada yang sakit buatuh banyak biaya perobatan, dan lain sebagainya.

    Tabungan adalah sebagian pendapatan suatu rumah tangga yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek.

    Faktor-faktor tingkat Tabungan

    -Tinggi rendahnya pendapatan rumah tangga
    -Tinggi rendahnya suku bunga bank
    -adanya tingkat kepercayaan terhadap bank

    Tabungan diperoleh setelah ada pendapatan yang masuk.
    Dan tabungan tersebut di gunakan untuk keperluan rumah tangga mendadak yang sangat penting suatu waktu.

    Apabila pendapatan berubah, maka perubahan tersebut berpengaruh terhadap konsumsi dan tabungan.

    fungsi yang menunjukan hubungan Tabungan(S) dengan Pendapatan(y),konsumsi (c).

    Y=C+S
    S=Y-C

    Dalam menuju kesejahteraan rumah tangga pendapatan harus seimbang dengan pengeluaran,dan berfikir sebaik mungkin untuk keberlangsungan hidupnyak masa depan ,sehingga terjadi keseimbangan d dalam rumah tangga dan kesejahteraan.

    Sumber :
    - http://organisasi.org/faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-konsumsi-pengeluaran-rumah-tangga-pendidikan-ekonomi-dasar
    - http://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan
    - http://www.babejoko.web.id/wp-content/uploads/2007/12/pendapatan-konsumsi-tabungan-investasi.ppt#262,7,FUNGSI TABUNGAN

  74. MUSTIKA SETIARINI
    5525087644
    Tata Busana NON Reguler 2008

    Keberadaan keuangan mikro tidak dapat dipisahkan dari usaha-usaha penanggulangan kemiskinan. Bahkan perhatian dan usaha untuk mengembangkan keuangan mikro terutama didasarkan pada motivasi untuk mempercapat usaha penanggulangan kemiskinan. Hal ini pulalah yang mendasari berbagai lembaga internasional bergerak langsung dalam kegiatan keuangan mikro maupun dalam pengembangan lembaga keuangan tersebut.
    Keuangan mikro dapat menjadi faktor kritikal dalam usaha penanggulangan kemiskinan yang efektif. Peningkatan akses dan pengadaan sarana penyimpanan, pembiayaan dan asuransi yang efisien dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan, melalui :
    ¨ tingkat konsumsi yang lebih pasti dan tidak befluktuasi,
    ¨ mengelola resiko dengan lebih baik,
    ¨ secara bertahap memiliki kesempatan untuk membangun aset,
    ¨ mengembangkan kegiatan usaha mikronya,
    ¨ menguatkan kapasistas perolehan pendapatannya, dan
    ¨ dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik.

    Tanpa akses yang tetap pada lembaga keuangan (mikro), hampir selurulh rumah tangga miskin akan bergantung pada kemampuan pembiayaannya sendiri (yang sangat-sangat terbatas) atau pada kelembagaan keuangan informal (rentenir, tengkulak, pelepas uang, yang membatasi kemampuan kelompok miskin berpartisipasi dan mendapat manfaat dari peluang pembangunan. Secara khusus keuangan mikro juga dapat menjadi jalan yang efektif dalam membantu dan memberdayakan perempuan, yang menjadi bagian terbesar dari masyarakat miskin sekaligus juga memiliki potensi dan peran besar untuk meningkatkan ekonomi keluarga jika mendapat kesempatan.

    Berkaitan dengan hal-hal tersebut, keuangan mikro pada gilirannya juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap alokasi sumberdaya, promosi pemasaran, dan adopsi teknologi yang lebih baik. Dengan demikian, keuangan mikro membantu peningkatan ekonomi dan pembangunan, khususnya bagi kelompok masyarakat miskin. Lebih dari pada itu keuangan mikro dapat memberikan kontribusi pada pengembangan sistem keuangan secara menyeluruh melalui integrasi pasar keuangan dan peningkatan jangkauan layanan yang selama ini tidak dapat dilakukan oleh bank konvensional.
    Tabel 1. Kegiatan Keuangan Mikro dan Dampaknya terhadap Penanggulangan Kemiskinan
    Kegiatan Keuangan Mikro Hasil Yang Diperoleh Dampak pada Kemiskinan
    Tabungan/ Simpanan • Peningkatan simpanan
    • Pendapatan dari simpanan
    • Peningkatan kapasitas investasi
    • Kapasitas menggunakan teknologi lebih baik
    • Memungkinkan pola konsumsi yang lebih pasti
    • Meningkatkan kemampuan menghadapi gejolak eksternal
    • Mengurangi kebutuhan meminjam dari rentenir dengan bunga tinggi
    • Kemampuan membeli aset produktif
    • Mengurangi tekanan untuk menjual aset

    •Mengurangi kerentanan rumah tangga terhadap resiko dan goncangan eksternal
    •Penurunan kerawanan konsumsi keluarga
    •Peningkatan pendapatan
    •Pengurangan keparahan (severity) kemiskinan
    •Pemberdayaan
    •Pengurangan pengucilan sosial

    Pinjaman
    • Dapat memanfaatkan peluang investasi yang lebih menguntungkan
    • Memungkinkan adopsi teknologi yang lebih baik
    • Kemungkinan perluasan kegiatan usaha mikro
    • Diversifikasi kegiatan ekonomi
    • Memungkinkan pola konsumsi yang lebih pasti
    • Menyediakan ruang bagi pengambilan resiko
    • Mengurangi ketergantungan pada sumber dana eksternal yang mahal
    • Meningkatkan ketahanan terhadap goncangan eksternal
    • Memperbaiki tingkat keuntungan investasi
    • Mengurangi tekanan untuk menjual aset

    •Peningkatan pendapatan
    •Meningkatan keragaman sumber pendapatan
    •Mengurangi kerawanan pendapatan
    •Mengurangi kerawanan konsumsi
    •Meningkatkan konsumsi rumah tangga
    •Peningkatan kemungkinan untuk mendapat pendidikan bagi anak-anak
    •Keparahan kemiskinan dikurangi
    •Pemberdayaan
    •Mengurangi pengucilan sosial

    Asuransi dan penjaminan
    • Peningkatan simpanan pada aset finansial
    • Mengurangi resiko dan potensi kerugian
    • Mengurangi tekanan untuk menjual aset
    • Mengurangi dampak goncangan eksternal
    • Meningkatkan investasi

    • Peningkatan pendapatan
    • Mengurangi kerawanan konsumsi
    • Peningkatan kemanan dan ketahanan keluarga

  75. novita sukma said

    Nama : novita sukma
    No reg : 5525087642
    Pend.tata busana non – reguler

    Jumat, 23 Mei 2008, Seperti layaknya seorang dosen, Pak Adi Siswadi SE MM, Manager di Perusahaan Multinasional, sekaligus dosen di berbagai universitas membuka acara TOP INTIP KKMK kali ini dengan menulis tiga rumus sederhana yaitu:
    Rumus:
    I = C + S (Income = Consumption + Saving)
    S = I – C (Saving = Income – Consumption)
    C = I – S (Consumption = Income – Saving)
    I adalah Income, C adalah Consumption, S adalah Saving
    Rumus di atas hendak menjelaskan bahwa kebanyakan orang menabung dengan menggunakan rumus S= I – C. Tetapi ini adalah hal yang kurang bijaksana, karena menabung tidak direncanakan. Pada kenyataannya ini sulit diterapkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk berlaku konsumtif.
    Rumus yang bijaksana adalah I-S=C
    Menabung (Saving) adalah direncanakan di awal saat kita terima pendapatan. Sisanya baru kita gunakan untuk kebutuhan kita sesuai dengan pos posnya sendiri.
    Pak Adi mulai memancing peserta dengan memberikan pertanyaan “Siapakah orang kaya itu?” Jawaban dari rekan-rekan peserta sangat bervariasi ada yang bilang orang banyak duit, orang yang bisa memenihi kebutuhannya sampai orang yang bisa menabung.
    Dan apakah jawabannya:
    Orang kaya adalah orang yang Cast Flownya Positif dan orang yang punya asset lebih besar dari kewajibannya.

    Kenapa kita perlu menabung?

    Income kita akan seperti kurva, kita akan mendapatkan income setelah umur sekian dan akan pensiun pada umur tertentu, padahal kebutuhan kita ada sejak kita lahir sampai kita mati, that’s why we need to saving.
    Macam2 tabungan (saving):
    1. Jangka pendek (
    Contoh : deposito, menabung dirumah (celengan, bawah kasur dll), tabungan.
    2. Jangka Menengah (1 – 5 tahun)
    Contoh: reksadana, obligasi, main saham, emas
    3. Jangka Panjang (> 5 tahun)
    Contoh: Saham, property, emas, asuransi.
    Pak Adi kemudian mulai memancing dengan pertanyaan lagi, Mengapa kita tidak menabung dalam bentuk uang saja dan beberapa jawaban yang muncul:
    1. Dalam bentuk uang akan cenderung cepat habis
    2. Bila pegang uang akan boros
    3. Uang tidak akan berkembang
    4. Bila kita menyimpan dalam bentuk uang saja maka angka dari uang itu akan bertambah namun nilai dari uang tersebut akan semakain berkurang.
    Tabungan jangka menengah:
    1. Reksadana
    Investasi dalam bentuk saham, dalam jumlah besar dan ada pialang yang memantau.
    2. Obligasi
    Tiap tahun dapat diambil bunganya saja, kemudian dapat dijual kembali.
    3. Valas
    Dalam bentuk fisik atau rekening
    4. Orec
    Resiko besar, tidak dianjurkan menimpan dalam bentuk ini.
    5. Logam Mulia
    Bisa disimpan tanpa mengurangi nilainya.
    Tabungan Jangka Panjang
    1. Properti (tanah, rumah)
    Properti bisa naik drastis (lokasi strategis), tapi juga bisa turun drastic (ex: banjir, gempa, deket TPA). Kelemahan dari property adalah lebih susah untuk dicairkan.
    2. Logam Mulia
    Sebaiknya dilengkapi dengan sertifikat sehingga lebih save kalo mo dijual lagi.
    3. Assuransi
    Kelebihan dari assuransi adalah selain menabung dan mendapatkan bungan kita juga mendaparkan proteksi.
    Dari kesemua bentuk tabungan diatas tabungan yang mana yang paling baik :
    Jangan meletakkan telor dalam satu keranjang, kalo jatuh atau hilang pasti habis semua.
    Jangan menabung pada satu macam tapi bermacam2 sehingga bila satu jatuh tidak akan jatuh semua.
    Kesimpulan:
    Sebisa mungkin kita harus saving berapapun pendapatan yang kita dapatkan setiap bulannya. Saving sebaiknya jangan hanya di satu tempat tapi diberbagai tempat sehingga bila ada yang jatuh tidak jatuh semua. Tabungan dan Investasi dapat membuat hidup kita lebih baik di masa depan yang serba tidak pasti.

  76. Nurul Khafji Triani said

    Nurul Khafji Triani
    P.Tata Busana (regional)
    5525083493

    WORK AND LEISURE
    Bekerja di Jakarta memerlukan perjuangan tersendiri , apalagi jika sebelumnya kita lahir dan dibesarkan di kota kecil, serta kuliah di kota yang tak seramai Jakarta. Maklum, Jakarta adalah kota tujuan para pencari kerja, kota yang tak pernah tidur. Pernahkah anda pulang sekitar jam 11 malam, dan ternyata jalan masih ramai, serta banyak karyawan yang baru pulang? Mereka adalah karyawan yang bekerja di Mall, di toko-toko, bahkan karyawan yang berkantor di daerah Jl.Sudirman -Thamrin dan Kuningan.
    Semakin sempitnya waktu yang kita punya, membuat kita harus kreatif dalam menjalin komunikasi dengan keluarga. Di waktu-waktu libur akhir pekan harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk bersama dengan keluarga. Bagi karyawan sendiri, pada saat-saat mendapat kesempatan dinas keluarga kota, harus pandai memanfaatkan waktu yang sempit untuk melihat situasi daerah yang dikunjungi, walaupun sering hanya mempunyai kesempatan mengelilingi kota pada malam hari.
    Sebagai manusia kita membutuhkan perubahan suasana, karena apabila bekerja terus menerus, akan dapat menimbulkan keletihan, kebosanan dan juga ketegangan. Apabila kita sudah berkeluarga, maka ketegangan tersebut akan mempengaruhi hubungandengan suami, isteri serta dengan anak-anak. Manusia juga memerlukan “room” atau ruang untuk mengekspresikan diri, untuk menikmati kehidupan, serta melakukan hobi yang disenangi dengan gembira. Kegembiraan yang positif ini akan mendorong untuk bekerja lebih produktif.
    Apabila keinginan dan dorongan seseorang untuk bekerja lebih produktif ini meningkat, maka akan muncul keinginan kuat belajar hal-hal yang terkait dengan pekerjaannya. Bukan tak mungkin muncul keinginan kuat lagi untuk belajar, agar mendapatkan tambahan ilmu yang sangat berguna bagi peningkatan produktivitas perusahaan.
    Bagaimana jika anda seorang pimpinan perusahaan? Anda harus menciptakan situasi yang menimbulkan semangat kerja keras, serta rekreasi yang seimbang. Seorang pimpinan harus memastikan dan mendorong agar orang yang bekerja dibawahnya melakukan kedua hal tersebut, yang nantinya akan memunculkan keinginan belajar lebih baik.
    http://edratna.wordpress.com/2007/06/23/work-leisure/

  77. Vionita Pinem said

    NAMA :VIONITA PINEM
    NO REG :5525082464
    P.STUDY :PEND.TATA BUSANA 2008

    WORK AND LEISURE

    DEFINISI KERJA
    Kerja berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Bila Anda memikirkan ‘kerja’ terdapat beberapa definisi tergantung pada pengalaman Anda sendiri. Kerja sosial adalah ditentukan tergantung pada lingkungan dimana Anda tinggal. Dalam modern, masyarakat barat, pekerjaan yang dibayar dianggap yang paling penting jenis pekerjaan. Ini dimaksud dengan pekerjaan rumah telah marginalised sebagai non-kerja.. Sebuah rumah tangga biasanya adalah pekerja perempuan dan merupakan bagian dari ekonomi informal. Sangat sulit untuk memperkirakan nilai ekonomi rumah tangga seperti meningkatkan kegiatan menternak dan anak-anak, memasak dan pembersihan.
    2. FUNGSI KERJA
    . Bekerja memenuhi banyak fungsi selain dari memuaskan kebutuhan dan keinginan yang terkait dengan hidup dalam masyarakat konsumen.
    . • Kerja merupakan bagian integral dari sebuah identitas individu dan menyumbang kepada status sosial, sosial identitas diri dan penghargaan. Work provides
    • Kerja menyediakan diformalisasikan berarti untuk mengembangkan hubungan sosial dan kontak sosial di luar rumah.
    • Kerja memberikan pendapatan yang diperlukan diperlukan untuk berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi dan olah raga.
    • Kerja juga mempengaruhi di mana orang-orang hidup dan pola hidup mereka ikuti.
    Antara Kerja dan Kenyamanan bertujuan untuk menghilangkan prasangka terhadap seseorang yang berlaku mitos yang bekerja dan liburan yang terpisah dan seluruhnya, karena sering tidak, saling bermusuhan sudut kehidupan. Stebbins menunjukkan bahwa hubungan antara liburan dan kerja menawarkan kesempatan untuk orang-orang yang menemukan kesenangan dalam bekerja sama seperti mereka lakukan di waktu luang.. Volume ini akan menarik mereka yang berminat untuk bekerja dan pekerjaan, serta orang-orang yang tertarik dengan kualitas kehidupan mereka sendiri.

    SUMBER: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.ptc.nsw.edu.au/scansw/work.html&sa=X&oi=translate&resnum=5&ct=result&prev=/search%3Fq%3Dwork%2Band%2Bleisure%26hl%3Did%26sa%3DN

  78. VERRA VEBRIYANTI
    PEND. TATA BUSANA ’08 (REGULER)
    5525082495
    Human Capital Investment
    Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.

    Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

    Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab :

    1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja / Preparation and selection

    a. Persiapan
    Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan / forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
    Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

    b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
    Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

    c. Seleksi tenaga kerja / Selection
    Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

    2. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation

    Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.

    3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection

    kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu. Kompensasi atau imbalan yang diberikan bermacam-macam jenisnya yang telah diterangkan pada artikel lain pada situs organisasi.org ini.
    http://organisasi.org/definisi_pengertian_tugas_fungsi_manajemen_sumber_daya_manusia_sdm_ilmu_ekonomi_manajemen_manajer_msdm

  79. Vionita Pinem said

    NAMA :VIONITA P
    NO REG :5525082464
    JURUSAN :TATA BUSANA S1 2008

    Human Capital Invesment

    Modal manusia merujuk pada stok pengetahuan dan keterampilan yang dicantumkan dalam kemampuan untuk melakukan tenaga kerja, sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Banyak teori ekonomi awal lihat hal ini hanya sebagai tenaga kerja, salah satu dari tiga faktor produksi, dan mempertimbangkan untuk menjadi fungible sumber daya – homogen dan mudah yg dpt dipertukarkan.. Lain konsep menyalurkan tenaga kerja dengan asumsi ini.
    Adam Smithmenetapkan empat jenis modal tetap (yang dicirikan sebagai yang memberikan suatu pendapatan atau laba tanpa beredar atau mengubah masterEmpat jenis adalah: 1) berguna mesin, alat-alat perdagangan; 2) sebagai bangunan yang berarti pengadaan penerimaan; 3) perbaikan tanah dan 4) modal manusia.
    “Keempat, yang diperoleh berguna dan kemampuan dari semua penduduk atau anggota masyarakat.. Akuisisi tersebut bakat, oleh pemeliharaan Acquirer selama pendidikan, studi, atau magang, selalu beban biaya yang nyata, yang merupakan modal tetap dan realisasi, karena itu dalam diri. Kecekatan yang meningkat dari pekerja dapat dianggap dalam cahaya yang sama sebagai mesin atau alat yang memfasilitasi perdagangan dan abridges tenaga kerja, dan yang, walaupun beban biaya tertentu, yang bayar biaya dengan keuntungan
    Oleh karena itu, modal manusia (sebagaimana yang ditetapkan oleh Smith) dan produktif daya tenaga kerja yang baik tergantung pada pembagian tenaga kerja – Ini adalah peningkatan dalam kuasa tenaga kerja produktif, dan lebih besar bagian dari keahlian, ketrampilan, dan dengan pertimbangan yang adalah apapun di mana diarahkan, atau diterapkan, tampaknya telah menjadi efek dari pembagian kerja. l. Ada kompleks hubungan antara pembagian tenaga kerja dan modal manusia.
    Singkatnya, Smith melihat manusia sebagai modal keterampilan, ketangkasan (fisik, intelektual, psikologis, dll) dan penghakiman. Pada tingkat nasional, negara kemampuan untuk belajar dari pemimpin merupakan fungsi dari stok “modal manusia”. Selain itu, modal manusia dapat diperoleh melalui sekolah formal dan di-dalam-pelatihan kerja.

  80. Nurul Khafji Triani said

    Nurul Khafji Triani

    S1 Reg ( 5525083493 )

    P. Tata Busana 2008

    Human Capital Invesment

    Klasik ekonomi membedakan antara tiga faktor produksi yang digunakan dalam produksi barang
    • Tanah atau sumber daya alam – yang terjadi secara alami-barang seperti tanah dan mineral. Pembayaran untuk tanah sewa.
    • Buruh – manusia yang digunakan dalam usaha produksi. Pembayaran untuk tenaga kerja adalah upah.
    • Modal barang – barang-barang buatan manusia (atau alat produksi) yang digunakan dalam memproduksi barang lain. Termasuk mesin, peralatan dan bangunan. Dalam arti umum, pembayaran untuk modal disebut bunga.
    Ini adalah codified awalnya dalam analisis Adam Smith, 1776, David Ricardo, 1817, dan kemudian kontribusi dari John Stuart Mill sebagai bagian dari salah satu teori koheren dari produksi dalam politik ekonomi.
    Dalam analisis klasik, modal pada umumnya dilihat sebagai fisik seperti mesin dan peralatan. Dengan munculnya pengetahuan ekonomi, lebih modern analisis ini sering membedakan modal fisik dari berbagai bentuk modal seperti “modal manusia” (jargon ekonomi untuk pendidikan atau pelatihan).
    Juga, beberapa ekonom menyebutkan perusahaan, kewirausahaan, modal sendiri atau hanya “kepemimpinan” sebagai faktor keempat. ” Namun, ini nampaknya merupakan bentuk tenaga kerja atau “modal manusia”. Bila dibedakan, pembayaran untuk faktor produksi ini disebut keuntungan.

    J.S. Mill memberi sumbangan yang besar dalam metode ilmu ekonomi yang lazimnya bersifat deduktif beralih dan bersama dengan metode induktif. Karena hukum-hukum (hipotesis-hipotesis) sebelumnya ada yang tidak didukung oleh bukti-bukti empirik. Di samping itu, pembahasannya tentang teori nilai tidak hanya melihat dari segi biaya produksi, tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Karena adanya kritik terhadap teori distribusi fungsional (Ricardo dan Smith), maka Mill mengemukakan pendapatnya, bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum yang mengatur distribusi kekayaan. Mill juga telah memperkenalkan adanya human capital invesment, yakni ketrampilan, kerajinan dan moral tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas. Mill tetap mempertahankan perlunya pembagian kerja, sedangkan teori modal dipinjamnya dari Senior.

  81. VERRA VEBRIYANTI
    5525082495
    PEND. TATA BUSANA ’08 ( REGULER) S1

    Ekonomi Fertilitas

    Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi masuk. Kelahiran bayi membawa konsekuensi pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi tersebut, termasuk pemenuhan gisi dan kecukupan kalori, perawatan kesehatan. Pada gilirannya, bayi ini akan tumbuh menjadi anak usia sekolah yang menuntut pendidikan, lalu masuk angkatan kerja dan menuntut pekerjaan. Bayi perempuan akan tumbuh menjadi remaja perempuan dan perempuan usia subur yang akan menikah dan melahirkan bayi.

    Tingkat kelahiran di masa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini. Jumlah kelahiran yang besar di masa lalu disertai dengan penurunan kematian bayi akan menyebabkan bayi-bayi tersebut tetap hidup dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disaat kematian bayi masih tinggi. Lima belas tahun kemudian bayi-bayi ini akan membentuk kelompok perempuan usia subur.

    Mortalitas atau kematian dapat menimpa siapa saja, tua, muda, kapan dan dimana saja. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Indikator kematian berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
    Kematian dewasa umumnya disebabkan karena penyakit menular, penyakit degeneratif, kecelakaan atau gaya hidup yang beresiko terhadap kematian. Kematian bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit sistim pernapasan bagian atas (ISPA) dan diare, yang merupakan penyakit karena infeksi kuman. Faktor gizi buruk juga menyebabkan anak-anak rentan terhadap penyakit menular, sehingga mudah terinfeksi dan menyebabkan tingginya kematian bayi dan balita di sesuatu daerah.
    Faktor sosial ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gisi dan kesehatan lingkungan, kepercayaan, nilai-nilai, dan kemiskinan merupakan faktor individu dan keluarga, mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat (Budi Oetomo, 1985). Tingginya kematian ibu merupakan cerminan dari ketidak tahuan masyarakat mengenai pentingnya perawatan ibu hamil dan pencegahan terjadinya komplikasi kehamilan.
    Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk.
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian sebagai suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.

  82. Nama : Hayfa Qanita
    No.reg : 5525080394
    (Pend.Tata Busana ‘08)

    EKONOMI PERNIKAHAN

    Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah.

    Artinya, tak bisa dipungkiri bahwa faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak didukung oleh topangan ekonomi yang memadai. Bisa jadi timbul percekcokan.

    Banyak kita dengar, pasangan suami-istri yang akhirnya bercerai gara-gara persoalan ekonomi. Rumah tangga berantakan, hidup susah, suami-istri selalu bertengkar, dan sebagainya.

    Bisa dibilang, salah satu tolok ukur keberhasilan keluarga adalah baik secara ekonomi, meski faktor satu ini bukan merupakan satu-satunya ukuran.

    Mengatur ekonomi secara benar juga akan memberikan perasaan aman dan bahagia.

    EKONOMI FERTILITAS

    Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi masuk. Kelahiran bayi membawa konsekuensi pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi tersebut, termasuk pemenuhan gisi dan kecukupan kalori, perawatan kesehatan. Pada gilirannya, bayi ini akan tumbuh menjadi anak usia sekolah yang menuntut pendidikan, lalu masuk angkatan kerja dan menuntut pekerjaan. Bayi perempuan akan tumbuh menjadi remaja perempuan dan perempuan usia subur yang akan menikah dan melahirkan bayi.

    Tingkat kelahiran di masa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini. Jumlah kelahiran yang besar di masa lalu disertai dengan penurunan kematian bayi akan menyebabkan bayi-bayi tersebut tetap hidup dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disaat kematian bayi masih tinggi. Lima belas tahun kemudian bayi-bayi ini akan membentuk kelompok perempuan usia subur.

    EKONOMI PERCERAIAN

    Perceraian Ekonomi. Perceraian ini terjadi dimana kedua pihak mulai melakukan pambagian hak dan mungkin sang istri yang tadinya tidak bekerja, sekarang harus bekerja demi kebutuhan.

  83. Nama : Hayfa Qanita
    No.reg : 5525080394
    (Pend.Tata Busana ‘08)

    DAFTAR PUSTAKA hasil pencarian topik diatas =
    1. rubyherman.multiply.com/journal/item/21
    2. demografi.bps.go.id/versi1/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=300 – Halaman sejenis
    3. pmkt-ugm.tripod.com/artikel_bebas/terang_dunia/perceraian.htm

  84. novita sukma said

    Nama : novita sukma
    No.reg : 5525087642
    pend.tata busana non-reg

    WORK & LEISURE

    Anda setiap hari bekerja keras? Bahkan harus pergi di pagi buta dan tak jarang baru sampai di rumah setelah lewat waktu makan malam? Ada olok-olok dari teman, jika suatu ketika mendapati kami pulang sebelum Magrib sudah sampai di rumah, serta melihat matahari…..”Wahh tumben nih, masih bisa melihat matahari” . Sampai dirumah sebelum Magrib dan masih bisa melihat matahari merupakan hal yang sangat jarang terjadi, kecuali di hari libur.

    Bekerja di Jakarta memerlukan perjuangan tersendiri , apalagi jika sebelumnya kita lahir dan dibesarkan di kota kecil, serta kuliah di kota yang tak seramai Jakarta. Maklum, Jakarta adalah kota tujuan para pencari kerja, kota yang tak pernah tidur. Pernahkah anda pulang sekitar jam 11 malam, dan ternyata jalan masih ramai, serta banyak karyawan yang baru pulang? Mereka adalah karyawan yang bekerja di Mall, di toko-toko, bahkan karyawan yang berkantor di daerah Jl.Sudirman -Thamrin dan Kuningan.

    Semakin sempitnya waktu yang kita punya, membuat kita harus kreatif dalam menjalin komunikasi dengan keluarga. Di waktu-waktu libur akhir pekan harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk bersama dengan keluarga. Bagi karyawan sendiri, pada saat-saat mendapat kesempatan dinas keluarga kota, harus pandai memanfaatkan waktu yang sempit untuk melihat situasi daerah yang dikunjungi, walaupun sering hanya mempunyai kesempatan mengelilingi kota pada malam hari.

    Sebagai manusia kita membutuhkan perubahan suasana, karena apabila bekerja terus menerus, akan dapat menimbulkan keletihan, kebosanan dan juga ketegangan. Apabila kita sudah berkeluarga, maka ketegangan tersebut akan mempengaruhi hubungandengan suami, isteri serta dengan anak-anak. Manusia juga memerlukan “room” atau ruang untuk mengekspresikan diri, untuk menikmati kehidupan, serta melakukan hobi yang disenangi dengan gembira. Kegembiraan yang positif ini akan mendorong untuk bekerja lebih produktif.

    Apabila keinginan dan dorongan seseorang untuk bekerja lebih produktif ini meningkat, maka akan muncul keinginan kuat belajar hal-hal yang terkait dengan pekerjaannya. Bukan tak mungkin muncul keinginan kuat lagi untuk belajar, agar mendapatkan tambahan ilmu yang sangat berguna bagi peningkatan produktivitas perusahaan.

    Bagaimana jika anda seorang pimpinan perusahaan? Anda harus menciptakan situasi yang menimbulkan semangat kerja keras, serta rekreasi yang seimbang. Seorang pimpinan harus memastikan dan mendorong agar orang yang bekerja dibawahnya melakukan kedua hal tersebut, yang nantinya akan memunculkan keinginan belajar lebih baik.

    Bagaimana dengan Anda? Sudahkah anda melaksanakan konsep Work & Leisure tersebut? Jika belum, segera lakukan, dan buat planning bersama keluarga untuk menikmati kenyamanan dan situasi santai, agar tidak menyebabkan keletihan dan ketegangan.

  85. sulastri said

    SULASTRI
    5528083491
    TATA BUSANA REG’08

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita yang sudah menikah, perceraian yang dialami dan pernikahan kembali (remarried) dengan pasangan selingkuhnya. Pernikahan adalah perpaduan dua orang, seorang wanita dengan seorang laki-laki, dengan dua kebiasaan, dua latar belakang, dan banyak perbedaan. Dimana pernikahan tersebut diakui secara sosial yang membenarkan adanya hubunagn seksual, menjamin keadaan ekonomi keuangan serta keberadaan dan perkembangan anak. Ketidakmampuan untuk mengelola (memanajemen) perbedaan tersebut akan menimbulkan konflik. Bahkan, perselingkuhan dan perceraian membayang-bayangi di tengah jalan. Saat masalah datang, seringkali rumah tangga menjadi goncang dan yang kemudian dapat terjadi adalah pengkhianatan oleh salah satu pasangan atau disebut juga perselingkuhan. Perselingkuhan adalah suatu hubungan baru yang terjadi di luar pasangan sah yang didasarkan karena adanya wanita atau pria idaman lain, dimana hubungan tersebut terjadi tanpa persetujuan pasangannya. Menurut Kholid ( 2004) ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa seseorang melakukan perselingkuhan antara lain : dijodohkan orang tua, nikah terpaksa karena hamil diluar nikah, tidak puas dengan pasangan, tidak memiliki keturunan, kesulitan ekonomi. Setiap perbuatan membawa dampak atau akibat tertentu. Demikian pula perselingkuhan membawa sejumlah akibat tertentu, baik kepada pasangan pelaku perselingkuhan maupun kepada pelaku perselingkuhan itu sendiri. Perceraian adalah berakhirnya sebuah perkawinan secara hukum dan formal. Perceraian biasanya didahului oleh kekecewaan, ketidakbahagiaan dan konflik dalam keluarga. Perceraian membawa perubahan yang signifikan dalam struktur keluarga, sebelum terbentuknya keluarga tiri (Benokraitis, 1996). Perceraian merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh ketika hubungan perkawinan sudah tidak dapat dipertahankan lagi, dimana tidak ditemukan kata sepakat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Dariyo, 2003). Menurut Nazwan (2005), ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab individu bercerai antara lain : perbedaan pendapat , ketidakharmonisan rumah tangga, tidak ada tanggung jawab, adanya pihak ketiga, faktor ekonomi dan media elektronik. Perceraian & pernikahan kembali merupakan perubahan utama dalam keluarga yang menjadi tahapan tambahan di dalam lingkar kehidupan keluarga. Tahapan-tahapan tersebut dapat memiliki dampak khusus terhadap anak-anak yang akan memasuki atau sedang dalam masa remaja. Dalam pernikahan kembali, anggota baru akan diperkenalkan dan struktur dalam anggota keluarga akan diubah. Pada pernikahan kedua ini biasanya ada tiga bentuk pengalaman emosional yang mendasari, yaitu : (1) keluarga masing-masing pihak; (2) pernikahan pertama atau sebelumnya; (3) proses perceraian, dimulai dari timbulnya konflik, perpisahan, sampai akhirnya resmi bercerai, dan periode sebelum menikah lagi. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang melakukan perselingkuhan dalam pernikahannya, perceraian yang dialami dan pernikahan kembali (remarried) dengan pasangan selingkuhnya, dan satu significant other. Dalam penelitian ini menggunakan observasi non partisipan, adalah pengamat hanya melakukan fungsi yaitu mengadakan penelitian. Dalam penelitian ini digunakan wawancara dengan pedoman terstandar terbuka. Pada tipe ini, dapat dilakukan wawancara sesuai sekuensi yang tercantum, serta ditanyakan dengan cara yang sama pada responden-responden yang berbeda. Berdasarkan keseluruhan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang diperoleh dalam penelitian studi kasus ini maka dapat disimpulkan bahwa, Perselingkuhan yang subjek lakukan tanpa sepengetahuan anak-anak dan suaminya. Perselingkuhan yang dilakukan tidak sebatas ngobrol-ngobrol bahkan mereka berhubungan intim. Perselingkuhan yang subjek lakukan didasarkan pada beberapa alasan yang mendorong terjadinya hal tersebut yaitu, subjek melakukan perselingkuhan karena subjek merasa tidak puas dengan suaminya karena jarang sekali berada dirumah dan tidak mendapat perhatian serta kurangnya komunikasi antara subjek dengan suaminya dan kebutuhan akan kepuasan batin dalam berhubungan intim dengan suaminya tidak terpenuhi. Karena subjek juga dijodohkan oleh orang tuanya sehingga subjek mengenal suami hanya pada saat duduk di pelaminan. Perselingkuhan yang subjek lakukan karena adanya kesempatan, ketika suami subjek tidak berada dirumah dan juga jarang pulang kerumah. Subjek membutuhkan perhatian dan perhatian tersebut subjek dapatkan dari pasangan selingkuhnya. Perceraian subjek dikarenakan ketidak harmonisan dalam rumah tangga, adanya kurang komunikasi dalam hubungan suami istri antara subjek dan suaminya. Adanya pihak ketiga dalam rumah tangga subjek, suami subjek merasa telah dikhianati oleh subjek sehingga membuat suami subjek memutuskan untuk berpisah, karena suami tidak bisa menerima dan memaafkan perselingkuhan subjek. Kesalahan memilih pasangan hidup, karena pada saat menikah pertama kali subjek dijodohkan oleh orang tua. Ada beberapa alasan yang menyebabkan subjek memutuskan untuk menikah lagi. Setelah perceraian, hidup subjek tak menentu dan membutuhkan pendamping yang bisa memberikan subjek kebahagiaan. Subjek pada akhirnya memutuskan menikah untuk kedua kalinya dengan selingkuhannya, untuk mendapatkan pendamping atau suami lagi yang berarti akan ada yang melindungi dan memperhatikan. Selain itu kebutuhan seksual subjek tidak terpenuhi sebagaimana yang subjek harapkan dari seorang suami. Oleh karena itu subjek mencari kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi itu dari laki-laki lain. Sehingga subjek berselingkuh dan memutuskan menikah dengan selingkuhannya karena subjek mendapatkan kebutuhan seksual yang diharapkan. Kehidupan pernikahan kedua subjek ternyata tidak begitu menyenangkan, mengalami kesusahan dan terpaksa karena keadaan ekonomi yang sulit. Tingkat kebutuhan hidup subjek setelah menikah dengan suami kedua semakin lama semakin menurun, harta warisan subjek selalu digunakan dan dihabiskan oleh suaminya.Hubungan antara anak-anak subjek dari suami sebelumnya dengan suami kedua subjek tidak terlalu baik, anak-anak subjek cenderung menghindar dari suami kedua subjek.

  86. sulastri said

    SULASTRI
    5528083491
    TATA BUSANA REG’08

    EKONOMI PERNIKAHAN DAN PERCERAIAN

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita yang sudah menikah, perceraian yang dialami dan pernikahan kembali (remarried) dengan pasangan selingkuhnya. Pernikahan adalah perpaduan dua orang, seorang wanita dengan seorang laki-laki, dengan dua kebiasaan, dua latar belakang, dan banyak perbedaan. Dimana pernikahan tersebut diakui secara sosial yang membenarkan adanya hubunagn seksual, menjamin keadaan ekonomi keuangan serta keberadaan dan perkembangan anak. Ketidakmampuan untuk mengelola (memanajemen) perbedaan tersebut akan menimbulkan konflik. Bahkan, perselingkuhan dan perceraian membayang-bayangi di tengah jalan. Saat masalah datang, seringkali rumah tangga menjadi goncang dan yang kemudian dapat terjadi adalah pengkhianatan oleh salah satu pasangan atau disebut juga perselingkuhan. Perselingkuhan adalah suatu hubungan baru yang terjadi di luar pasangan sah yang didasarkan karena adanya wanita atau pria idaman lain, dimana hubungan tersebut terjadi tanpa persetujuan pasangannya. Menurut Kholid ( 2004) ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa seseorang melakukan perselingkuhan antara lain : dijodohkan orang tua, nikah terpaksa karena hamil diluar nikah, tidak puas dengan pasangan, tidak memiliki keturunan, kesulitan ekonomi. Setiap perbuatan membawa dampak atau akibat tertentu. Demikian pula perselingkuhan membawa sejumlah akibat tertentu, baik kepada pasangan pelaku perselingkuhan maupun kepada pelaku perselingkuhan itu sendiri. Perceraian adalah berakhirnya sebuah perkawinan secara hukum dan formal. Perceraian biasanya didahului oleh kekecewaan, ketidakbahagiaan dan konflik dalam keluarga. Perceraian membawa perubahan yang signifikan dalam struktur keluarga, sebelum terbentuknya keluarga tiri (Benokraitis, 1996). Perceraian merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh ketika hubungan perkawinan sudah tidak dapat dipertahankan lagi, dimana tidak ditemukan kata sepakat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Dariyo, 2003). Menurut Nazwan (2005), ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab individu bercerai antara lain : perbedaan pendapat , ketidakharmonisan rumah tangga, tidak ada tanggung jawab, adanya pihak ketiga, faktor ekonomi dan media elektronik. Perceraian & pernikahan kembali merupakan perubahan utama dalam keluarga yang menjadi tahapan tambahan di dalam lingkar kehidupan keluarga. Tahapan-tahapan tersebut dapat memiliki dampak khusus terhadap anak-anak yang akan memasuki atau sedang dalam masa remaja. Dalam pernikahan kembali, anggota baru akan diperkenalkan dan struktur dalam anggota keluarga akan diubah. Pada pernikahan kedua ini biasanya ada tiga bentuk pengalaman emosional yang mendasari, yaitu : (1) keluarga masing-masing pihak; (2) pernikahan pertama atau sebelumnya; (3) proses perceraian, dimulai dari timbulnya konflik, perpisahan, sampai akhirnya resmi bercerai, dan periode sebelum menikah lagi. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang melakukan perselingkuhan dalam pernikahannya, perceraian yang dialami dan pernikahan kembali (remarried) dengan pasangan selingkuhnya, dan satu significant other. Dalam penelitian ini menggunakan observasi non partisipan, adalah pengamat hanya melakukan fungsi yaitu mengadakan penelitian. Dalam penelitian ini digunakan wawancara dengan pedoman terstandar terbuka. Pada tipe ini, dapat dilakukan wawancara sesuai sekuensi yang tercantum, serta ditanyakan dengan cara yang sama pada responden-responden yang berbeda. Berdasarkan keseluruhan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang diperoleh dalam penelitian studi kasus ini maka dapat disimpulkan bahwa, Perselingkuhan yang subjek lakukan tanpa sepengetahuan anak-anak dan suaminya. Perselingkuhan yang dilakukan tidak sebatas ngobrol-ngobrol bahkan mereka berhubungan intim. Perselingkuhan yang subjek lakukan didasarkan pada beberapa alasan yang mendorong terjadinya hal tersebut yaitu, subjek melakukan perselingkuhan karena subjek merasa tidak puas dengan suaminya karena jarang sekali berada dirumah dan tidak mendapat perhatian serta kurangnya komunikasi antara subjek dengan suaminya dan kebutuhan akan kepuasan batin dalam berhubungan intim dengan suaminya tidak terpenuhi. Karena subjek juga dijodohkan oleh orang tuanya sehingga subjek mengenal suami hanya pada saat duduk di pelaminan. Perselingkuhan yang subjek lakukan karena adanya kesempatan, ketika suami subjek tidak berada dirumah dan juga jarang pulang kerumah. Subjek membutuhkan perhatian dan perhatian tersebut subjek dapatkan dari pasangan selingkuhnya. Perceraian subjek dikarenakan ketidak harmonisan dalam rumah tangga, adanya kurang komunikasi dalam hubungan suami istri antara subjek dan suaminya. Adanya pihak ketiga dalam rumah tangga subjek, suami subjek merasa telah dikhianati oleh subjek sehingga membuat suami subjek memutuskan untuk berpisah, karena suami tidak bisa menerima dan memaafkan perselingkuhan subjek. Kesalahan memilih pasangan hidup, karena pada saat menikah pertama kali subjek dijodohkan oleh orang tua. Ada beberapa alasan yang menyebabkan subjek memutuskan untuk menikah lagi. Setelah perceraian, hidup subjek tak menentu dan membutuhkan pendamping yang bisa memberikan subjek kebahagiaan. Subjek pada akhirnya memutuskan menikah untuk kedua kalinya dengan selingkuhannya, untuk mendapatkan pendamping atau suami lagi yang berarti akan ada yang melindungi dan memperhatikan. Selain itu kebutuhan seksual subjek tidak terpenuhi sebagaimana yang subjek harapkan dari seorang suami. Oleh karena itu subjek mencari kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi itu dari laki-laki lain. Sehingga subjek berselingkuh dan memutuskan menikah dengan selingkuhannya karena subjek mendapatkan kebutuhan seksual yang diharapkan. Kehidupan pernikahan kedua subjek ternyata tidak begitu menyenangkan, mengalami kesusahan dan terpaksa karena keadaan ekonomi yang sulit. Tingkat kebutuhan hidup subjek setelah menikah dengan suami kedua semakin lama semakin menurun, harta warisan subjek selalu digunakan dan dihabiskan oleh suaminya.Hubungan antara anak-anak subjek dari suami sebelumnya dengan suami kedua subjek tidak terlalu baik, anak-anak subjek cenderung menghindar dari suami kedua subjek.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: